KDNP Luncurkan Antologi Puisi 199 Penyair Nasional

1
162
Buku-buku yang sedang dalam proses cetak menjelang peluncuran pada Sabtu Pon (28/4) nanti, /Foto Kurniawan Junaedhie

Nusantara.news, Tegal – Ratusan penyair dari sejumlah kota di Indonesia dijadwalkan menghadiri launching buku Antologi Puisi Dari Negeri Poci Jilid VIII yang bertajuk “Negeri Bahari” di kantor DPRD Kota Tegal, Sabtu (28/4) besok lusa. Demikian ungkap penyair Evi Manalu – satu di antara panitia – yang juga termasuk 1 di antara 199 penyair kontributor “Negeri Bahari”.

Komunitas Dari Negeri Poci (KDNP) itu sendiri sejak Maret 1993 sudah menerbitkan delapan jilid kumpulan puisi dan berperan serta dalam melahirkan sejumlah penyair mumpuni. Dr. Handrawan Nadesul – seorang kolumnis kesehatan yang tulisannya sering dimuat di harian berita Kompas – termasuk satu di antara banyak penyair yang ikut membidani “Komunitas Dari Negeri Poci”.

Asal Muasal

Mengutip dari Wikipedia, Dari Negeri Poci memang bergerak menerbitkan Antologi Puisi yang mencoba merekam jejak kepenyairan para Penyair Indonesia – dari tahun ke tahun, rutin, lintas generasi, lintas gender dan lintas genre. Kelahirannya tidak terlepas dari sosok sastrawan angkatan 1966 – Piek Ardijanto Soeprijadi – yang era 1970-an sudah dikenal sebagai penyair yang karyanya dimuat oleh berbagai media massa nasional.

DNP Jilid ke-7

Ketika itu, selain rajin menulis puisi Piek juga meluangkan waktu mengulas puisi-puisi para penyair muda yang sedang on fire dalam berkarya. Satu di antara penyair muda itu – sekarang sudah tua tentunya – adalah Adri Darmaji Woko dan kawan-kawan. Setelah mendapatkan suntikan semangat dari penyair yang lebih senior, membangun komunikasi di antara sesama penyair selama bertahun-tahun hingga tercetus menerbitkan Antologi puisi bersama dengan melibatkan 12 penyair yang diberi judul “Dari Negeri Poci”.

Poci adalah sejenis teko – alat minum teh – yang memang sangat dikenal di Kota Tegal. Dengan menyebutkan Poci sebagai teko khas Tegal, para penyair ini berharap Kota Tegal akan dikenang sebagai pusatnya minum teh di Indonesia.

Tahun berikutnya Antologi Dari Negeri Poci melibatkan lebih banyak lagi penyair. Tercatat 45 penyair mengirimkan karya terbaiknya yang belum pernah dipublikasi pada penerbitan kedua ini. Penerbitan selanjutnya tahun 1996. Sedangkan penerbitan ke-4 rentang waktunya cukup jauh – sekitar 17 tahun – yang baru terbit tahun 2013. Setelah itu nyaris terbit rutin tahunan. Dan tahun 2018 ini adalah penerbitan yang ke-8.

DNP Jilid ke-6

Nama-nama perintis komunitas dari Negeri Poci sebagaimana dikutip dari Wikipedia tercatat : Adri Darmadji Woko, Hendrawan Nadesul, Kurniawan Junaedhie, Prijono Tjiptoherijanto, Oei Sien Tjwan, Piek Ardijanto Soeprijadi, Widjati, Rahadi Zakaria, Rita Oetoro, Syarifuddin A Ch, Dharnoto, B Prijono Soedijono, dan Eka Budianta.

Setelah terbitan ke-4 hingga ke-8 penerbitnya adalah Komunitas Radja Ketjil, sedangkan terbitan pertama dan ketiga diterbitkan oleh Majalah Tiara, dan terbitan kedua diterbitkan oleh Puspa Warna. Terbitan ke-1 (1993) melibatkan 17 penyair, terbitan ke-2 (1994) melibatkan 45 penyair, terbitan ke-3 (1996) melibatkan 49 penyair, terbitan ke-4 (2013) melibatkan 99 penyair, terbitan ke-5 (2014) melibatkan 153 penyair, terbitan ke-6 (2015) melibatkan 175 penyair, terbitan ke-7 (2017) melibatkan 174 penyair dan terbitan ke-8 (2018) melibatkan 199 penyair.

DNP Jilid ke-6

Terbitan terakhir mengambl tema “Negeri Bahari” diikuti oleh ratusan penyair yang masing-masing mengirimkan 6 puisi dan setelah melalui proses kurasi yang ketat – setidaknya itu pernyataan panitia – tercatat nama 199 penyair menjadi kontributor antologi ini. Dalam acara launching Sabtu Pon (28/4) – mengutip upload terakhir Evi Manalu di group Facebook Komunitas dari Negeri Poci pada 4 April baru tercatat 49 peserta yang akan hadir. Sekarang diperkirakan ratusan penyair akan datang ke Tegal untuk ngombyongi acara peluncuran.

Libatkan 199 Penyair

Berikut ini pengumuman panitia “Komunitas Radja Ketjil” yang melakukan kurasi terhadap kiriman penyair yang masuk ke panitia antologi:

Melalui seleksi yang ketat tahap akhir oleh tim kurator/ editor Komunitas Radja Ketjil/ Negeri Poci, terpilih nama-nama penyair di bawah ini , yang karyanya akan dimuat dalam antologi Negeri Bahari, antologi puisi Dari Negeri Poci-8.

Nama-nama disusun sesuai abjad:
1. A. Machyoedin Hamam (Jakarta)
2. A. Rahim Eltara (Sumbawa, Nusa Tenggara Barat)
3. Abdurrahman El Husaini (Martapura, Kalimantan Selatan)
4. Acep Zamzam Noor (Tasikmalaya, Jawa Barat)
5. Adri Darmadji Woko (Depok, Jawa Barat)
6. Agus Pramono (Mojokerto, Jawa Timur)
7. Agustina Thamrin (Banjarbaru, Kalimantan Selatan)
8. Ahmad Ginanjar (Cianjur, Jawa Barat)
9. Ahmad Wayang (Serang, Banten)
10. Ahmadun Yosi Herfanda (Tangsel, Banten)
11. Aldy Istanzia Wiguna (Bandung, Jawa Barat)
12. Alfian Dippahatang (Makassar, Sulawesi Selatan)
13. Ali Syamsudin Arsi (Banjarbaru, Kalimantan Selatan)
14. Alunk Estohang (Yogyakarta)
15. Andi Jamaluddin, AR.,AK. (Tanah Bumbu, Kalsel)
16. Anwar Noeris (Yogyakarta)
17. Arco Transept (Jakarta)
18. Arief Mursidi (Tabalong, Kalimantan Selatan)
19. Asep Muhlis (Serang, Banten)
20. Aspar Paturusi (Jakarta)
21. Asril Koto (Padang, Sumatera Barat)
22. Astrajingga Asmasubrata (Cirebon, Jawa Barat)
23. Atanasius Rony Fernandez (Mataram, NTB)
24. Baban Banita (Sumedang, Jawa Barat)
25. Bachtiar Luthfi (Tegal, Jawa Tengah)
26. Bagus Dwi Hananto (Kudus, Jawa Tengah)
27. Bambang Eka Prasetya (Magelang, Jawa Tengah)
28. Bambang Supranoto (Cepu, Jawa Tengah)
29. Bambang Widiatmoko (Bekasi, Jawa Barat)
30. Ben Sadhana (Surabaya, Jawa Timur)
31. Beni Guntarman (Batam)
32. Budhi Setyawan (Bekasi, Jawa Barat)
33. Cucu Hermawan (Cimahi, Jawa Barat)
34. D. Zawawi Imron (Sumenep, Madura, Jawa Timur)
35. Dalyono Yono D.L.(Muarabungo, Jambi)
36. Darman Moenir (Padang, Sumatera Barat)
37. Daru Sima Suparman (Wanareja, Jawa Tengah)
38. Daruz Armedia (Yogyakarta)
39. Dedi Tarhedi (Tasikmalaya, Jawa Barat)
40. Denis Hilmawati (Bekasi, Jawa Barat)
41. Denni Meilizon (Padang, Sumatera Barat)
42. Dg. Kumarsana (Mataram, Nusa Tenggara Barat)
43. Dharmadi (Tegal, Jawa Tengah)
44. Dhenok Kristanti (Jakarta)
45. Dian Rusdiana (Bekasi, Jawa Barat)
46. Dimas Indiana Senja (Bumiayu, Jawa Tengah)
47. Djuhardi Basri (Lampung)
48. Eddy Pranata P.N.P. (Cilacap, Jawa Tengah)
49. Edrida Pulungan (Jakarta)
50. Efen Nurfiana (Purwokerto, Jawa Tengah)
51. Eka Budianta (Jakarta)
52. Eko Ragil Ar-Rahman (Pekanbaru, Riau)
53. Eko Roesbiantono (Malang, Jawa Timur)
54. Elly Maryati (Elly Dzarrah) (Bandung, Jawa Barat)
55. Emi Suy (Jakarta)
56. Endang Supriadi (Depok, Jawa Barat)
57. Ersa Sasmita (Jakarta)
58. Evi Manalu (Jakarta)
59. Ewith Bahar (Jakarta)
60. Fahmi Wahid (Balangan, Kalimantan Selatan)
61. Fahkrunnas M.A.. Jabbar (Pekanbaru, Riau)
62. Free Hearty (Jakarta)
63. Gol A Gong (Serang, Banten)
64. Gunoto Saparie (Semarang, Jawa Tengah)
65. Gunta Wirawan (Singkawang, Kalimantan Barat)
66. Hadi A.K.S. (Bandung, Jawa Barat)
67. Hadi Sastra (Tangerang, Jawa Barat)
68. Hadi Winata (Palembang, Sumatera Selatan)
69. Hamzah Muhammad (Tangerang, Banten)
70. Handrawan Nadesul (Jakarta)
71. Handry T.M. (Semarang, Jawa Tengah)
72. Hardho Sayoko S.P.B. (Ngawi, Jawa Timur)
73. Harkoni (Sampang, Madura, Jawa Timur)
74. Harmany (Pamekasan, Madura, Jawa Timur)
75. Hasan Bisri Bfc. (Bekasi, Jawa Barat)
76. Hendrik Efriyadi (Purbalingga, Jawa Tengah)
77. Hendro Siswanggono (Sidoarjo, Jawa Timur)
78. Heni Hendrayani (Ciamis, Jawa Barat)
79. Herisanto Boaz (Bandung, Jawa Barat)
80. Herry Lamongan (Lamongan, Jawa Timur)
81. Heru Antoni (Lampung)
82. Heru Mugiarso (Semarang, Jawa Tengah)
83. Hudan Nur (Banjarbaru, Kalimantan Selatan)
84. Husnul Khuluqi (Banyumas, Jawa Tengah)
85. I Made Suanta (Denpasar, Bali)
86. I.R. Rabbani (Yogyakarta)
87. Iberamsyah Barbary (Banjarbaru, Kalimantan Selatan)
88. Iis Sugiarti (Purwokerto, Jawa Tengah)
89. Irawan Massie (Jakarta)
90. Irawan Sandya Wiraatmaja (Mustari Irawan) (Jakarta)
91. Irna Novia Damayanti (Purwokerto, Jawa Tengah)
92. Irvan Moelyadi (Tasikmalaya, Jawa Barat)
93. Isbedy Stiawan Z.S (Lampung)
94. Jamal Rahman Iroth (Manado, Sulawesi Utara)
95. Jimmy Meko Hayong (Mozambique)
96. Jose Rizal Manua (Jakarta)
97. Joshua Igho (Magelang, Jawa Tengah)
98. Juli Prasetya Alkamzy (Purwokerto)
99. Kahar Dp. (Ungaran, Jawa Tengah)
100. Khanafi (Purwokerto, Jawa Tengah)
101. Khoer Jurzani (Sukabumi, Jawa Barat)
102. Kim Laras (California, USA)
103. Kurnia Effendi (Jakarta)
104. Kurnia Hidayati (Batang, Jawa Tengah)
105. Kurniawan Junaedhie (Serpong, Banten)
106. L.K. Ara (Jakarta)
107. Larasati Sahara (Lhokseumawe)
108. Lintang Ismaya (Tasikmalaya, Jawa Barat)
109. M. Anton Sulistyo (Jakarta)
110. M. Enthieh Mudakir (Tegal, Jawa Tengah)
111. Mahbub Junaedi (Brebes, Jawa Tengah)
112. Maman S. Mahayana (Bogor, Jawa Barat)
113. Maria Th. Roslin S. Lana (Kupang, Nusa Tenggara Timur)
114. Marlin Dinamikanto (Palembang, Sumatera Selatan)
115. Martin da Silva (Jakarta)
116. Mohamad Firdaus (Purwokerto, Jawa Tengah)
117. Muhammad Asqalani Eneste (Pekanbaru, Riau)
118. Muhammad Daffa (Banjarbaru, Kalimantan Selatan)
119. Muhammad de Putra (Pekanbaru, Riau)
120. Muhammad Lefand (Jember, Jawa Timur)
121. Muhammad Nur Taufiq (Bondowoso, Jawa Timur)
122. Mukti Sutarman Espe (Kudus, Jawa Tengah)
123. Nanang Suryadi (Malang, Jawa Timur)
124. Naning Pranoto (Bogor, Jawa Barat)
125. Nella S. Wulan (Bandung, Jawa Barat)
126. Ni Putu Putri Suastini (Jakarta)
127. Ni Wayan Idawati (Denpasar, Bali)
128. Nia Samsihono (Dad Murniah, Bekasi, Jawa Barat)
129. Nila Hapsari (Bekasi, Jawa Barat)
130. Nongka Marahim (Kendal, Jawa Tengah)
131. Norham Abdul Wahab (Magetan, Jawa Timur)
132. Novy Noorhayati Syahfina (Tangerang, Jawa Barat)
133. Nuriman N. Bayan (Ternate, Maluku Utara)
134. Oei Sien Tjwan (Pekalongan, Jawa Tengah)
135. Ons Untoro (Yogyakarta)
136. Pipie J. Egbert (Surabaya, Jawa Timur)
137. Prasetyohadi Prayitno (Jakarta)
138. Prijono Tjiptoherijanto (Jakarta)
139. Pringadi Adi Surya (Jakarta)
140. Profijesarino Ubud D. (Bandung, Jawa Barat)
141. Putu Gede Pradipta (Denpasar, Bali)
142. R.D. Kedum (Lubuk Linggau, Bengkulu)
143. Rahmat Ali (Jakarta)
144. Ratu Ayu Neni Saputra (Bandung, Jawa Barat)
145. Refdinal Muzan (Agam, Sumatera Barat)
146. Riduan Hamzah (Pandeglang, Banten)
147. Rini Fardhiah (Jakarta)
148. Rini Febriani Hauri (Jambi)
149. Rini Intama (Tangerang, Banten)
150. Riri Tirtonegoro (Chesire, United Kingdom)
151. Risfan Munir (Jakarta)
152. Rismudji Rahardjo (Yogyakarta)
153. Rofiki Asral (Sumenep, Madura, Jawa Timur)
154. Rohani Din (Singapura)
155. Roso Titi Sarkoro (Temanggung, Jawa Tengah)
156. Roymon Lemosol (Ambon, Maluku)
157. Roz Zaki (Bangkalan, Madura, Jawa Timur)
158. Rut Retno Astuti (Bandung, Jawa Barat)
159. S.P. Budi Santoso (Bogor, Jawa Barat)
160. Salama Elmie (Yogyakarta)
161. Salimi Ahmad (Tangerang, Banten)
162. Salman Yoga S. (Takengon, Aceh)
163. Sami’an Adib (Jember, Jawa Timur)
164. Sartika Sari (Medan, Sumatera Utara)
165. Setyo Bardono (Depok, Jawa Barat)
166. Shantined (Purwokerto, Jawa Tengah)
167. Shinta Miranda (Bogor, Jawa Barat)
168. Soni Farid Maulana (Ciamis, Jawa Barat)
169. Suaidah (Kudus, Jawa Tengah)
170. Sukma Putra Permana (Yogyakarta)
171. Sulis Bambang (Semarang, Jawa Tengah)
172. Sus S. Hardjono (Sragen, Jawa Tengah)
173. Sutirman Eka Ardhana (Yogyakarta)
174. Suyitno Ethex (Mojokerto, Jawa Timur)
175. Syaifuddin Gani (Kendari, Sulawesi Tenggara)
176. Syarifuddin Arifin (Padang, Sumatera Barat)
177. Syihabul Furqon (Sumedang Jawa Barat)
178. Tadjuddin Noor Ganie (Banjarbaru, Kalimantan Selatan)
179. Tjahjono Widarmanto (Ngawi, Jawa Timur)
180. Tri Astoto Kodarie (Pare-Pare, Sulawesi Selatan)
181. Trisa (Yogyakarta)
182. Trisia Chandra (Banjarbaru, Kalimantan Selatan)
183. Tsi Taura (Tengku Suhaemi, Medan, Sumatera Utara)
184. Ummi Rissa (Bekasi, Jawa Barat)
185. W. Haryanto (Blitar, Jawa Timur)
186. Wans Sabang (Bogor, Jawa Barat)
187. Weni Suryandari (Bekasi, Jawa Barat)
188. Windu Setyaningsih (Purbalingga, Jawa Tengah)
189. Yahya Andi Saputra (Jakarta)
190. Yamin Azhari (Jakarta)
191. Yanti S. Sastro Prayitno (Semarang, Jawa Tengah)
192. Yosea Arga Pramudita (Depok, Jawa Barat)
193. Yoseph Yapi Taum (Yogyakarta)
194. Yulia Sugiarti Achdris (Garut, Jawa Barat)
195. Yusran Arifin (Tasikmalaya, Jawa Barat)
196. Zaenal Abdi (Tegal, Jawa Tengah)
197. Zaeni Boli (Flores, NTT)
198. Zam’sta (Mohamad Tikzam) (Sumenep, Madura, Jatim)
199. Zham Sastera (Pandeglang, Banten)

Demikianlah, hasil proses kurasi. Direncanakan buku terbit bulan April 2018 dan diluncurkan di kota Tegal Bahari, dalam rangka Hari Pendidikan Nasional dan Hari Puisi Chairil Anwar, di “Sehari di Negeri Bahari” sekaligus merayakan 25 tahun DARI NEGERI POCI (Maret 1993 – 2018)

Jakarta, 18 Februari 2018
Komunitas Radja Ketjil/Negeri Poci

Tertanda

Prijono Tjiptoherijanto
Handrawan Nadesul
Adri Darmadji Woko
Kurniawan Junaedhie. []

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here