Keamanan Papua Sedang Tak Kondusif Untuk Bisnis

0
52
Anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Egianus Kogoya diduga memimpin pembantaian 29 karyawan PT Istaka Karya dan dua orang aparat di Kabupaten Nduga, Papua.

Nusantara.news, Jakarta – Peristiwa penembakan terhadap 31 pekerja PT Istaka Karya dan dua aparat benar-benar menghenyakkan keheningan Papua. Presiden Jokowi sedang fokus membangun jalur Trans Papua, tapi para petugas yang sedang membangun mulai diserang oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

Penembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap para pekerja proyek PT Istaka Karya pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT. Penembakan tersebut terjadi di Kali Yigi dan Kali Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga,

Ke-31 karyawan PT Istaka Karya ditembaki oleh KKSB, mayoritas dari mereka mati. Sementara beberapa di antara korban pura-pura mati, ketika para pasukan KKSB mulai meninggalkan lokasi pembangunan, tiga diantaranya berhasil dikejar dan digorok. Sementara empat diantaranya selamat setelah berlindung di pos TNI setempat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berpendapat lokasi tersebut bukanlah daerah rawan kelompok bersenjata. Untuk itu, dia mengaku tak menyangka terjadi kasus penembakan.

“Yang di kawasan Istaka ada KM 103, Kali Yigi Aurak itu sebenarnya sudah aman. Sosialisasi pekerjaan Istaka sangat baik, sehingga menyatu, mereka menyatu dengan warga setempat. Bahkan informasi yang saya terima dari Kepala Balai, warga menjamin pegawai pekerja Istaka itu,” kata Basuki di kantornya.

Proyek pekerjaan jalan Trans Papua di ruas Wamena-Mamugu akhirnya disetop sementara waktu. Sejatinya, jalan Trans Papua di ruas tersebut sudah tersambung alias ditembus seluruhnya. Namun adanya sungai yang dilalui, membuat ruas ini juga harus dilengkapi jembatan.

Sebanyak 35 jembatan dibangun di ruas ini. Jembatan itu dibangun oleh dua BUMN karya, masing-masing PT Istaka Karya sebanyak 11 jembatan dan PT Brantas Abipraya sebanyak 24 jembatan.

“Atas kejadian ini seluruh pekerjaan kita hentikan, yang di ruas dari Mamugu ke Wamena sambil menunggu kondisi sesuai rekomendasi Bapak Pangdam dan Kapolda,” Kata Basuki.

Proyek Trans Papua dibangun sepanjang ruas Segmen 5.278 Km antara Wamena-Habema, Kenyam, Mamugu, Batas Batu. “Jembatan yang dibangun Istaka Karya dianggap daerah aman, ternyata Kali Yigi terjadi,” sambungnya.

Meski dihentikan sementara, Basuki mengatakan pembangunan Trans Papua terus berlanjut dan akan tersambung tahun depan. “Tetap jalan terus, karena Trans Papua tidak hanya di Wamena-Habema saja 278 Km dari 3.900 Km. Yang lain tetap jalan,” tutupnya.

Tentu saja jika proyek Trans Jakarta sudah tuntas diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi setempat. Mengingat lalu lintas menjadi lancar dan kegiatan ekonomi ikut terangkat.

Hanya saja sempat terjadi simpang siur mengenai jumlah korban, awalnya dikatakan 31 korban jiwa plus dua aparat. Namun belakangan diketahui empat karyawan berhasil menyelamatkan diri, namun memang diakui tetap banyak jumlah korban yang tewas, sedikitnya 29 orang.

Sempat juga beredar spekulasi soal Kabupaten Nduga, Papua, adalah daerah yang aman? Ada yang mengatakan itu adalah daerah zona merah, artinya rawan terkait keamanan.

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen M. Iqbal mengatakan daerah Papua hingga Papua Barat adalah daerah aman terkendali. Kecuali Nduga yang masih rawan. Hanya saja Bupati Nduga Yarius Gwijangge tidak terima daerahnya dinyatakan daerah rawan.

“Kalau ada yang bilang Nduga daerah tidak aman adalah hoax, tidak percaya silakan datang,” tegas Yarius

Yarius agak gusar dengan stempel Nduga daerah rawan. Menurutnya, siapapun orangnya, jangan mengomentari soal keamanan di Kabupaten Nduga kalau belum datang dan melihat secara langsung apa sebenarnya yang terjadi di Kabupaten Nduga.

“Saya sebagai Bupati Nduga tidak keluar kemana-mana saya masih tetap berada di Nduga dan situasi kami disini aman-aman saja,” ungkap Bupati Nduga.

Yarius mengungkapkan, TNI/Polri bersama pemerintah kini telah mengambil langkah-langkah persuasif guna menghilangkan rasa trauma masyarakat pascapenembakan dan pembantaian satu keluarga yang dilakukan oleh KKSB beberapa waktu.

“Harapan kami, para pelaku dalam hal KKSB harus segera ditangkap sehingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan jalur hukum,” tuturnya.

Bupati Nduga juga mengimbau kepada seluruh aparat sipil negara (ASN) Kabupaten Nduga untuk agar segera melaksanakan aktivitas pemerintahan seperti biasanya guna memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Cenderawasih (Uncen), Marinus Yaung, mengutuk keras kasus kekerasan yang menewaskan 31 pekerja infrastruktur di Kabupaten Nduga. Ia juga menyesalkan tak adanya antisipasi pihak keamanan, baik TNI maupun Polri dalam kasus ini.

“Sebab daerah Kabupaten Nduga selama ini sudah diketahui daerah tak aman. Bahkan kabupaten ini dan sekitarnya jelas daerah yang sering terjadi kasus penembakan. Ada risiko taruhan nyawa di sana ketika pembangunan infrastruktur yang dilakukan di sana,” demikian ungkap Marinus.

Menurut Marinus, daerah Nduga dan sekitarnya merupakan daerah yang memiliki persoalan masa lalu yang belum selesai, baik masyarakat dan juga adanya Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) yang masih punya dendam dengan negara dan aparat keamanan Indonesia.

Sehingga pihak aparat keamanan baik TNI dan Polri tak boleh lengah, tak boleh khilaf, dan tak boleh tak waspada dalam mengawasi setiap pekerja yang melakukan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nduga.

Marinus juga mengatakan, pihaknya meminta ketegasan kepada Panglima Kodam XVII Cenderawasih dan Kapolda Papua, kalau memang ada persoalan pengamanan dalam membiayai pengamanan para pekerja di lapangan dari perusahan yang tak mencukupi.

“Tolong di back-up operasi pengamanannya, khususnya di Kabupaten Nduga dan Kabupaten Puncak Jaya,” katanya.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut 154 personel gabungan dari TNI dan Polri telah dikirim untuk mengamankan lokasi penembakan pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua. Moeldoko ingin masyarakat setempat merasa aman.

Selain itu, Moeldoko meminta setiap proyek yang dikerjakan di daerah rawan di Papua dijaga aparat keamanan. Hal ini agar pengerjaan proyek tidak terganggu.

“Pembangunan tetep berjalan perlu dikawal di daerah yang tidak aman. Perusahaan kontraktor atau BUMN perlu pengawalan TNI-Polri agar pembangunan tetap berjalan dengan baik,” kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, pembangunan di Papua tidak boleh berhenti. Hal ini sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk pembangunan Papua.

“Upaya pemerintah Jokowi untuk segera samakan kondisi pemerataan pembangunan ini tidak kenal situasi. Walau kita diganggu, ini kebutuhan besar masyarakat Papua,” kata Moeldoko.

Tentu saja penembakan 29 pekerja oleh kelompok KKSB sangat disayangkan terjadi. Tapi aparat TNI dan Polri sudah mendeteksi pelakunya berasal dari kelompok Egianus Kogoya.

Meski demikian suasana mencekam masih dirasakan para pekerja Trans Papua sehingga pembangunan dihentikan sementara. Untuk mereduksi adanya gangguan keamanan tidak ada salahnya jika anggota TNI dipekerjakan dalam proyek Trans Papua, tentu saja dengan penjagaan yang ketat dan dilengkapi persenjataan yang layak.

Dengan demikian, kesan bahwa Papua sedang tidak aman untuk kegiatan pembangunan, kegiatan bisnis, bisa ditepis dengan meminimalisir jumlah korban. Atau bila perlu dibelakukan konsep zero accident. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here