Kebangkitan Pelajar AS dan Masyarakat yang Terbelah

0
209
Pelajar AS yang bangkit menuntut Kontrol Senjata menghadapi kejamnya bully dan pembunuhan karakter di tengah masyarakat yang terbelah/ Foto Fox

Nusantara.news, Parkland – Penggerak demonstrasi pelajar Amerika Serikat (AS) – David Hogg (17) – di Twitter menghimbau 611 ribu pengikutnya menghubungi 12 pengiklan memboikot acara FOX News yang diasuh oleh Laura Ingraham. FOX News – televisi berita – pesaing CNN pun – kelimpungan dan pembawa beritanya pun minta maaf.

David Hogg pantas kesal. Presenter FOX News Laura Ingraham itu menuding penggerak demonstran yang juga masih pelajar SMA itu merengek karena ditolak masuk oleh empat Universitas. Maka dengan kekuatan “kehendak umum” yang sedang berpihak kepada dirinya, Hogg menyerukan pemasang iklan di FOX News memboikot acara yang diasuh Ingraham.

Permintaan maaf itu sebagai gambaran betapa terbelahnya masyarakat Amerika paska kemenangan Trump dan dipertajam dengan kasus penembakan di SMA Majory Stoneman Douglas yang menewaskan 17 orang. Di satu sisi para korban – termasuk David Hogg dan kawan-kawannya – menuntut kontrol senjata. Di sisi lain sekelompok masyarakat atas nama Amandemen ke-2 Konstitusi AS mencoba bertahan dengan kondisi status-quo yang ada.

David Hogg dan Laura yang akhirnya minta maaf kepada Hogg

Pendukung amandemen ke-2 umumnya direpresentasikan Partai Republik, Asosiasi Senjata Api Nasional, pendukung proteksionisme, dan kelompok “sayap kanan” AS yang bergabung dalam organisasi-organisasi supremasi kulit putih. Sedangkan kontrol senjata direpresentasikan Partai Demokrat, pembela hak-hak sipil dan minoritas, pendukung globalisasi, liberal dan yang selama ini berseberangan dengan Presiden Donald J Trump.

Demonstran pelajar yang menuntut kontrol senjata api sebenarnya tidak melibatkan diri dalam kelompok yang terbelah itu. Namun gerakannya yang ditumpangi Partai Demokrat untuk Pemilu Sela November 2018 dianggap merugikan kandidat Republik. Sejak itu bully dan pembunuhan karakter secara massif menyerang David Hogg dan kawan-kawan.

Permintaan Maaf

Setelah empat perusahaan berkomitmen menarik iklannya, Laura Ingraham lewat akun Twitter miliknya meminta maaf kepada Hogg. Sebab selain ejekan presenter FOX News, remaja 17 tahun itu memang menjadi sasaran bully di media sosial setelah sukses menggerakkan 800 ribu warga AS menentang kepemilikan senjata api di Washington, AS.

Twitter pribadi David Hogg

Lewat akun Twitter miliknya, pada Rabu (28/3) kemarin lusa Ingraham memposting: “David Hogg ditolak oleh empat perguruan tinggi … dan merengek tentang itu.” David yang Sabtu lusa berpidato di depan rekan-rekannya dalam demonstrasi rutin Sabtu sore menuntut pengendalian kepemilikan senjata, membalas kicauan Ingraham: “Soooo @IngrahamAgle siapa pengiklan terbesar Anda … meminta teman #BoycottIngramAdverts”.

Selanjutnya David Hogg memposting nama-nama 12 perusahaan dan mendorong 611.000 pengikut Twitter pribadinya menghubungi ke-12 perusahaan itu. Gayung pun bersambut. Satu di antara perusahaan – Nutrish – membalas kicauannya, berjanji untuk menghapus iklannya dari program acara televisi yang dipandu oleh Ingraham Angel.

Selain Nurtrish tercatat juga nama perusahaan Wayfair – pengecer peralatan rumah tangga – dan TripAdvisor – situs web perjalanan – juga berkomiten menarik iklannya dari acara Fox. Juru bicara TripAdvisor mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa komentar Ingraham telah “melewati batas kesopanan”.

WayFair mengatakan: “Keputusan seorang dewasa untuk secara pribadi mengkritik seorang pelajar SMA yang telah kehilangan teman-teman sekolahnya dalam tragedy yang tak terkatakan tidak konsisten dengan nilai-nilai kita.”

Kamis (29/3) kemarin, presenter FOX itu membuat nada damai dan memuji kepedulian David Hogg yang masih muda dan peduli kepada bangsanya. “Pada refleksi, dalam semangat ‘Pekan Suci’ saya minta maaf atas tweet saya yang menyebabkan kesal dan sakit hati dia atau salah satu korban pemberani Parkland.”

Bukan itu saja, Ingraham juga mengundangnya tampil di acara yang diasuhnya “untuk diskusi yang produktif”, mengatakan komentarnya itu berdasarkan ungkapan Hogg yang menyebutkan dirinya “siap menghadapi hal-hal yang tragis” dalam sebuah wawancara dengan TMZ pada Selasa (27/3) yang lalu.  Dalam wawancara itu David mengatakan kepada situs “gossip selebritis” itu bahwa dia telah berpaling dari empat perguruan tinggi di California.

“Sudah agak menjengkelkan harus berurusan dengan itu dan segala sesuatu yang telah terjadi tetapi pada titik ini, Anda tahu, kami mengubah dunia,” komentar David di situs selebritis itu yang kemudian dimaknai sebagai keluhan oleh Ingraham di akun Twitternya.

“Saya pikir ada banyak orang luar biasa yang tidak bisa kuliah bukan hanya disebabkan oleh seperti yang saya lakukan, melainkan karena suara mereka tidak terdengar seperti tsunami bagi orang-orang dan berlangsung setiap tahun sebagai dampak dari sistem pendidikan kita di Amerika  – di mana orang harus berhutang banyak hanya untuk kuliah dan mendapatkan pendidikan.”

David Hogg juga mengatakan memiliki nilai rata-rata indeks prestasi komulatif (IPK) 4,2 dari maksimal 5,0 – kalau sistem penilaian prestasi akademis di Indonesia IPK maksimal 4,0 – dan mencetak 1270 pada SAT untuk ujian penempatan perguruan tinggi kunci. Kedua skor yang dimiliki Hogg adalah di atas rata-rata pelajar AS.

Pembelaan Hogg

Harvey Levin – guru pembimbingnya – yang melakukan wawancara untuk TMZ – telah men-tweet ke akun @IngrahamAngel dan menegaskan “David tidak merengek”. Bahkan Harvey menegaskan: “Dia tidak merasa kasihan pada dirinya sendiri sedikit pun … Apakah kamu menonton video itu?”

Di Twitter beberapa pengguna lainnya membela Hogg.

“Apakah kamu benar-benar memilih seorang remaja yang baru saja menyaksikan teman-teman sekelasnya meninggal dalam genangan darah mereka kurang dari dua bulan yang lalu,” posting seorang pengguna membela David.

Adik David Hogg sendiri – Lauren Hogg (14) – yang juga sekolah di SMA Marjory Stoneman Douglas dan menjadi saksi penembakan juga membela kakaknya. “Seberapa rendah peringkat (karakter) Anda @IngrahamAngle bahwa Anda harus mulai menyerang nilai (sekolah) kakak saya untuk mendapat perhatian?.”

“Jika kamu bertanya padaku, dia jauh lebih pandai berbicara ketimbang kamu dan memiliki karakter yang jauh lebih baik”. Demikian nukilan tweet remaja 14 tahun yang geram kakaknya mendapatkan bully dari presenter televisi besar – bukan oleh analis dotkom-dotkom pinggiran yang memang digerakkan oleh ideologi kanan habisnya untuk membunuh karakternya.

Bahkan Laura juga  minta First Lady Melania Trump – yang sebelumnya rajin berbicara tentang bullying by online – bukan hanya mengomentari bullying terhadap suaminya yang kerap menjadi korban bully – melainkan juga berkomentar tentang bullying yang dihadapi oleh kakaknya itu yang benar-benar menjadi korban “Cyberbullied”.

Ideologis dan Pragmatis

Setting sosial di Amerika Serikat memang sedang terbelah – bukan hanya antara Republikan Vs Demokrat, atau Proteksionisme Vs Globalis, melainkan juga bangkitnya kelompok sayap kanan habis yang diwakili oleh Trump, NRA dan bahkan sempalan yang paling radikal seperti aktor individu penembakan massal Nikolas Cruz, juga antara “yang“ingin hidup normal jauh dari kebisingan politik” Vs “kelompok-kelompok yang galau oleh keadaan” – baik kelompok pendukung maupun penentang Donald Trump.

Maka tidak mengherankan, tampilnya anak-anak muda yang mencoba lebih waras untuk mengubah masa depan AS itu ditanggapi negative – baik oleh kelompok ideologis, maupun kelompok-kelompok pragmatis seperti raksasa bisnis Asosiasi Senjata-api Nasional (NRA) dan kandidat-kandidat Republikan yang citranya sedang jeblok menjelang Pemilu Sela November nanti.

Di tengah setting sosial yang terbelah itu, wajar pula apabila putra tokoh sayap kanan habis Alex Jones – pengelola situs InfoWars – yang juga masih berusia remaja menantang David Hogg untuk berdebat. Di samping juga munculnya video-video rekayasa yang bertujuan membunuh karakter tokoh-tokoh pelajar yang terlibat dalam isu kontrol senjata.

Sebelumnya, Kamis (29/3) kemarin, saudara lelaki pembantai 17 orang di Farkland Nikolas Cruz yang bernama Zachary Cruz – dijatuhi hukuman percobaan enam bulan setelah ditangkap Satpam SMA Marjory Stoneman Douglas karena didapati masuk ke areal sekolah tanpa izin. Tidak jelas benar apa tujuan remaja itu memasuki sekolah tempat kakaknya membunuh 17 orang pada 14 Februari lalu.

Memang, pelajar-pelajar SMA Marjory yang dianggap tokoh penggerak demonstrasi rutin Sabtu Sore yang sukses menggerakkan 800 ribu massa di Washington Februari lalu, satu per satu mendapatkan serangan bully dan intimidasi oleh kelompok sayap kanan Amerika yang menjadi pendukung utama Presiden AS Donald J Trump.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here