Keberlanjutan Dinasti Politik Kota Batu

0
115
Dewanti Rumpoko-Punjul Santoso mengikuti pelantikan serta sumpah jabatan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu 2017-2022 di Grahadi Surabaya. (Sumber: Humas Pemkot Batu)

Nusantara.news, Kota Batu – Keberlanjutan politik kekeluargaan atau sering disebut ‘Dinasti Politik’ di Kota Batu bergulir, seiring dilantiknya Walikota Batu yang baru periode masa jabatan 2017-2022.

Kota Batu, yang merupakan sebuah kota kecil yang diapit wilayah Malang Raya ini berlanjut dipimpin oleh keluarga Rumpoko. Setelah dua periode Kota Batu di pimpin oleh Eddy Rumpoko yang kini tersangkut kasus suap di KPK. Kini masa jabatannya dilanjutkan oleh istrinya, Dewanti Rumpoko yang terpilih dalam Pilkada Kota Bau 2017.

Dewanti Rumpuko-Punjul Santoso, sah menjadi Walikota dan Wakil Walikota Batu periode 2017-2022 setelah Gubernur Jatim, Soekarwo melantik dan sumpah jabatan di Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (27/12/2017) kemarin.

Kepala Biro Administrasi Pemerintahan, Anom Surahno yang bertugas membacakan surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 131.35-3173 tentang pengesahan pengangkatan Dewanti Rumpoko sebagai Wali Kota Batu masa jabatan 2017-2022.

Dalam agenda pelantikan tersebut turut hadir sebagai saksi dalam momen bersejarah tersebut, Forkopimda Kota Batu. Seperti Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, Kajari Kota Batu Nur Chusniah, dan Dandim 0818 Letkol (Inf) Ferry Muzawwad.

Dalam sambutannya, Gubernur Soekarwo mengucapkan selamat kepada Walikota dan Wakil Walikota Batu terpilih. “Selamat kepada Walikota dan Wakil Walikota Batu, Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso. Saya berharap kedepan agar seluruh pihak diajak bicara bersama merumuskan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pembangunan daerah,” tuturnya.

Pengamat Politik Kota Batu, Irsyad Hudan menjelaskan terpilihnya Walikota Batu yang baru berbau politik keberlanjutan keluarga atau Dinasti Politik. “Terpilihnya kembali Walikota Batu yang masih satu ruang lingkup keluarga tersebut terkesan seprti Dinasti Politik di Kota Batu,” jelas dia.

Ia menjelaskan terkait arah kedepan terkait keberlanjutan sistim politik dinasti jika, di terus-menerus bergulir. “Pastinya birokrasi negara terihat kurang sehat, begitupun juga stabilitas politik dominasi di masyarakat akan timpang,” pungkas Irsyad.

Kecenderungan dan kebesaran keluarga disuatu wilayah akan menjadi jamur dan seakan menggunakan sisitim kerajaan, yang diterapkan beratus tahun-tahun lalu. Potensi terjadinya KKN pun akan besar kemungkinan terjadi.

“Dengan memanfaatkan keluguan masyarakat, keacuhan masyarakat yang kemudian tingkat kesadaran politik pemerintahan dan birokrasi negara lemah sehingga kurang mampu membaca kinerja pemerintah,” tandasnya.

Baca: Gurita Korupsi di Kota Batu dan Fenomena Kapitalisme Negara

Dapat dilihat beberapa catatan Malang Corruption Wacth (MCW) yang menyoroti beberapa temuan indikasi korupsi di Kota Batu. Beberapa diantarannya pun terkuak, alhasil Walikota Batu sebelumnya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus suap proyek Pemerintah Kota Batu. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here