Kebijakan Proteksionis Trump Ditentang China dan Korsel

0
116
Cina menuding pertumbuhannya yang serba cepat di sektor surya menjadikannya "target proteksionisme"

Nusantara.news, Jakarta – Kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump yang mengenakan tarif impor hingga 50 persen atas mesin cuci dan panel surya membuat China dan Korea Selatan benar-benar kelabakan. Namun pemerintah China dan Korea Selatan (Korsel) telah berjanji akan mempertahankan kepentingannya.

Pengenaan tarif 50 persen itu memang akan berpengaruh kepada kedua negara itu. Selama ini China dan Korsel beserta Meksiko dikenal sebagai pemasok utama kebutuhan mesin cuci. Sedangkan China adalah pemasok utama panel surya. Namun dengan adanya kebijakan proteksionis itu kini kepentingan ketiga negara terancam.

Korsel sudah ancang-ancang mengadukan tindakan proteksionis Presiden Donald Trump itu ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO/World Trade Organization).

China selaku produsen panel surya terbesar di dunia juga tidak akan berdiam diri. Mereka mengatakan, tindakan proteksionis itu sebagai “reaksi berlebihan” dan pihaknya berjanji akan bekerja sama dengan anggota WTO lainnya untuk secara tegas mempertahankan kepentingannya yang sah.

Perdana Menteri India Narendra Modi juga berjanji akan menentang tarif di Forum Ekonomi Dunia (WEF/World Economic Forum) di Davos, Swiss, yang juga akan dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan ini. Kendati menentang tindakan proteksionis AS, anehnya Kementerian Keuangan India sendiri sudah merencakan tarif 70 persen untuk panel surya buatan China.

“Pasukan proteksionis mengangkat kepala mereka melawan globalisasi. Tujuan mereka bukan hanya untuk menghindari globalisasi sendiri tapi juga ingin membalikkan aliran alaminya,” ujar Modi.

Sumber BBC

Samsung, perusahaan elektronik asal Korsel justru mengingatkan konsumen AS akan terpengaruh secara negatif atas kebijakan itu. “Para konsumen AS akan membayar dengan harga lebih mahal dan pilihan barang yang lebih sedikit,” kecam Samsung lewat siaran pers yang dikirim ke sejumlah media.

LG Elektronik yang juga berasal dari Korsel merasa terancam dengan kebijakan proteksionis Trump. Paling tidak tindakan pemerintah AS akan membahayakan prospek usaha di sejumlah pabrik barunya.

Meksiko yang juga pemasok mesin cuci ke AS juga menyesalkan tindakan pemerintah AS. Mereka pun akan berjuang di WTO dengan “menggunakan semua sumber hukum yang memungkinkan untuk melawan tindakan proteksionis AS.

Di AS sendiri, Asosiasi Industri Energi Matahari justru menentang keputusan pemerintahnya sendiri. Kebijakan proteksionis AS, sebutnya, diperkirakan akan menghilangkan 23 ribu pekerjaan di negaranya. Asosiasi ini percaya, produsen AS akan keteteran memenuhi permintaan panel yang berarti akan ada sedikit pekerjaan untuk mereka yang memproduksi beragam teknologi dan perlengkapan.

American First

Kebijakan perdagangan luar negeri yang lebih ketat telah disetujui oleh Presiden Trump setelah Komisi Perdagangan Internasional (ITC/ International Trade Commission) AS menemukan fakta produksi lokal sulit bersaing dengan produk impor yang harganya lebih murah.

Perusahaan manufaktur Whirlpool, pembuat mesin cuci yang berbasis di AS dan perusahaan panel surya Suniva and Solar World America telah mengadukan ketidak-mampuannya bersaing kepada ITC yang menuding China telah menjual komponen panel surya dengan harga rendah ke AS karena dibantu oleh subsidi negara.

Sejak berkantor di Gedung Putih satu tahun lalu Trump sudah berjanji melindungi perusahaan dalam negerinya. Dalam pidato pelantikannya setahun lalu, Trump berjanji melindungi perbatasan AS dari ancaman negara lain. “Mereka telah membuat produk kami, mencuri perusahaan kami dan menghancurkan pekerjaan kami,” seru Trump.

Tindakan proteksionis Presiden Trump yang diumumkan pekan ini adalah langkah awal Presiden yang sangat penting sejak keputusannya untuk menarik AS keluar dari kesepakatan kemitraan Trans Pasifik (TPP/Trans Pacific Partnership) dan menegosiasikan kembali perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA/ North America Free Trade Agreement).

Ketentuan tarif impor yang dikenakan oleh kebijakan baru Trump adalah hingga batas 1,2 juta unit mesin cuci untuk rumah tangga yang diimpor akan dikenai tarif 20 persen dan kelebihan dari 1,2 juta unit itu akan dikenai tarif 50 persen. Pada tahun ketiga, tarif impor akan turun masing-masing 16 persen dan 40 persen.

Dalam sebuah laporan perdagangan yang diterbitkan bulan lalu, ITC menemukan fakta bahwa sebagian besar mesin cuci impor dalam negeri, dan serbuan mesin cuci impor dari China membuat mesin cuci produksi dalam negeri kalah bersaing bahkan melawan produksi Korsel.

Sedangkan kenaikan tarif pada sel surya impor dan modul di tahun pertama ditetapkan 30 persen dan akan turun menjadi 15 persen di tahun keempat, kecuali panel surya berkapasitas 2,5 gigawatts yang setara dengan 11,5 juta panel diizinkan masuk bebas tarif setiap tahunnya.

Para pemerhati lingkungan hidup berpendapat membuat panel surya memiliki resiko lebih tinggi dan berpotensi menghambat perkembangan energi terbarukan di AS.

Proteksionis Vs Globalisasi

Menteri Perdagangan Korsel Kim Hyun-chong menyebutkan, kebijakan proteksionis Trump lebih menempatkan pertimbangan politis ketimbang standar internasional.  “Tentu saja kami akan secara aktif menanggapi penyebaran tindakan proteksionis untuk membela kepentingan nasional kami,” ujarnya.

Korsel akan mengadukan proteksi AS itu kepada WTO dengan menyebutkan tarif “berlebihan” dan amat disesalkan. Sebagaimana diketahui, kedua pabrik eletronik milik Korsel dengan merk “Samsung” dan “LG” bersaing di pasar mesin cuci dengan perusahaan AS seperti Whirlpool. Samsung bahkan menyebut tarif “pajak atas setiap konsumen AS yang ingin membeli mesin cuci.”

Artinya konsumen AS akan mendapatkan harga barang yang lebih mahal dengan pilihan yang makin sedikit. Proteksi itu akan menyengsarakan konsumen AS itu sendiri.

Adapun Wang Hejun dari Kementerian Perdagangan China menuding keputusan untuk mengenakan tarif adalah “penyalahgunaan langkah-langkah perbaikan perdagangan, dan China menyatakan ketidakpuasannya yang kuat mengenai hal itu.”

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menyebutkan pertumbuhan negaranya yang begitu cepat di sektor tenaga surya telah menjadikannya sebagai “sasaran proteksionisme”.

Namun pembuat peralatan air Whirlpool yang sudah bertahun-tahun meminta perlindungan dari pemerintahnya atas gempuran barang murah asal China, Korsel dan Meksiko menyambut gembira kebijakan proteksionisme negaranya.

“Pengumuman ini telah kami harapkan hampir satu dekade proses pengadilan dan akan menghasilkan pekerjaan manufaktur baru di Ohio, Kentucky, South Carolina dan Tennessee,” sambut Ketua ITC Jeff Fettig dalam sebuah pernyataan.

Dengan diumumkannya kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump, saham Whirlpool naik 2,5 persen dan perusahaan itu akan mempekerjakan lebih dari 200 orang. Saham produsen panel surya buatan AS juga naik.

Tentu saja kebijakan proteksionis AS itu akan menjadi isu menarik dalam Forum Ekonomi Dunia yang diselenggarakan di Davos, Swiss, akhir pekan ini. Di situ akan terjadi pertarungan yang seru antara rezim proteksionis dan rezim globalisasi. Siapa pemenangnya? Kita lihat nanti.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here