Kejari Duga Ada Aroma Korupsi Dibalik Hilangnya Aset Pemkot Surabaya

0
51

Nusantara.news, Surabaya – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menilai ada aroma dugaan korupsi terkait hilangnya beberapa aset Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Surabaya. Sampai saat ini terdapat 11 aset milik Pemkot yang kepemilikannya jatuh ke swasta atau pribadi.

Sejumlah aset tersebut di antaranya adalah Kantor PDAM Surya Sembada di Jalan Prof Dr Moestopo, Taman Makam Pahlawan di Jalan May Jend Sungkono, Gedung Gelora Pancasila di jalan Indragiri, Kolam Renang Berantas di jalan Irian Barat, Marvel City Mall di jalan Upa Jiwa, Gedung Sasana Taruna Aneka Star (THR) di jalan Kusuma Bangsa, Kantor Satpol PP dan PT Abbatoir Suryajaya di jalan Banjarsugihan-Tandes.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi mengungkapkan untuk membuktikan aroma dugaan tersebut pihaknya sudah mengeluarkan dua surat perintah penyelidikan (sprindik). Guna melancarkan pengusutan tersebut, Kajari membentuk dua tim yang terdiri dari 11 orang.

“Dari hasỉl pemamparan itulah kami menyimpulkan ada aroma korupsi pada hilangnya aset Pemkot, Yang pertama untuk pengususutan waduk Wiyung dan sprindik kedua untuk Marvel Mall City di Jalan Upa Jiwa Surabaya,” jelasnya, Rabu (29/3/2017).

Ketua DPRD Surabaya Armuji menyatakan bahwa Pemkot Surabaya harus segera mengambil tindakan tegas terkait kasus hukum yang menyebabkan kekalahan beruntun dalam persidangan perkara perdata terkait mempertahankan aset negara berupa cagar budaya. Menurutnya, Pemkot harus segera mengevaluasi tim hukumnya agar memiliki kekuatan baru dalam melakukan pembelaan.

“Kalau perlu tim hukum yang selama ini menangani perkara yang melibatkan pemkot, diganti. Kekalahan berkali-kali yang dialami Pemkot Surabaya harusnya menjadi pelajaran agar tidak kalah lagi dalam proses selanjutnya. Pemkot Surabaya tidak perlu ragu mengeluarkan dana karena nilai aset yang dipertahankan juga tidak sedikit,” tegasnya.

Politisi asal PDI Perjuangan ini juga mendukung upaya Pemkot Surabaya untuk terus mempertahankan aset-aset yang sedang dalam proses perkara dengan berbagai pihak. “Saya harap aset-aset lainnya segera diamankan sebelum terjadi sengketa dengan pihak lain lagi,” tambahnya.

Senada, anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius menyarankan agar pemkot berjuang keras mempertahankan seluruh asetnya. Salah satunya dengan cara memakai kuasa hukum yang berkompeten di bidangnya dengan kelas nasional yang plus, meskipun risikonya harus mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit.

Pihaknya tidak bermaksud merendahkan kualitas kuasa hukum pemkot selama ini, tapi kasus sengketa tanah itu bukan perkara perdata biasa. Menurutnya, ini memerlukan penanganan khusus, dan memerlukan praktisi hukum yang khusus pula.

“Maka saya sarankan untuk memakai jasa pengacara yang kompeten di bidang sengketa lahan dengan kelas nasional, yang tentu didukung oleh track record jelas, berapapun nilai jasanya, saya kira masih bisa dipertanggungjawabkan,” ujar dia.

Pria yang kerap disapa Awey ini pun mendorong Pemkot Surabaya agar mulai mendata secara rinci seluruh aset yang tercatat. Terutama soal kronologis kepemilikan dan kekuatan hukumnya, agar kesiapannya maksimal jika sewaktu-waktu mendapatkan gugatan dari pihak ketiga. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here