Kejari Surabaya Periksa Pejabat Pemberi Izin Marvell City Mall

0
291
Marvel City Surabaya

Nusantara.news, Surabaya – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya merespon cepat dalam mengungkap skandal hilangnya dua dari sebelas aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, yakni Waduk Wiyung dan Jalan Upa Jiwa yang kini dikuasai supermall Marvell City.

Janji Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi untuk segera memeriksa sejumlah pihak terkait dugaan keterlibatan skandal korupsi hilangnya aset kota Surabaya akhirnya terbukti. Lanjutnya, penyidik akan memeriksa sejumlah pejabat aktif maupun non aktif (pensiun) terkait pemberian ijin Marvell City yang dikuasai pengembang, yakni PT Assa Land.

Sebenarnya ada 11 aset Pemkot Surabaya yang terancam lepas ke pihak swasta. Selain Waduk Wiyung dan aset Jl Upa Jiwa, ada aset lain yang dalam sengketa. Yakni, aset PDAM Jl Basuki Rahmat 119-121 Surabaya dan aset PDAM Jl Prof Dr Moestopo No 2, Surabaya.

emudian, Gedung Gelora Pancasila Jl Indragiri No 6 Surabaya; Kolam Renang Brantas Jl Irian Barat No 37-39, PT Sasana Taruna Aneka Ria (STAR) yang mengelola aset Taman Remaja Surabaya, Jl Ngagel 153-157 (PT IGLAS), Taman Makam Pahlawan 10 November Jl Mayjen Sungkono, Permasalahan Gedung Kantor Satpol PP, PT Abbatoir Surya Jaya.

Namun Kejari Surabaya memfokuskan untuk mengungkap dugaan korupsi pelepasan dua aset lebih dulu, yakni Jl Upa Jiwa diserobot Marvell City dan Waduk Wiyung. Dua kasus ini muncul di masa Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Namun, pelepasan dua aset tersebut diduga sudah terjadi sebelum Risma menjabat. Sedang kasus lainnya ada yang terjadi di masa Walikota Bambang Dwi Hartono.

Sebelumnya, Kejari telah mengeluarkan dua surat perintah penyelidikan (Sprinlid), Rabu (29/3/2017) lalu. Dua surat perintah penyelidikan (Sprinlid) dugaan korupsi ini bermula adanya laporan dari Pemkot Surabaya. Setelah dilakukan pemaparan atau ekspose, tim penyelidik Pidus Kejari Surabaya mencium adanya aroma korupsi atas lepasnya beberapa aset milik Pemkot Surabaya. “Sehari setelah kita keluarkan sprinlid, tim sudah langsung bekerja dan telah memeriksa bidang hukum Pemkot Surabaya,” terang Didik, Senin (3/4/2017).

Terkait dugaan Marvell City, sejumlah pejabat yang akan diperiksa yakni, Lurah Ngagel, Camat Wonokromo, Kepala Badan Pengelolahan Tanah, Kepala Dinas Cipta Karya, Kepala Dinas Bina Marga dan Kepala Dinas Perhubungan. Selain pejabat Pemkot Surabaya, BPN Surabaya I juga ikut diperiksa. Mereka juga akan di BAP.

“Semua pejabat yang terkait pemberian ijin Marvel City Mall kita periksa hari ini. BPN juga kita panggil dan mintai keterangan, termasuk penjual dan pembeli lahan Marvel City Mall,” tambah Jaksa asal Bojonegoro.

untuk kasus Waduk Wiyung, tambah Didik, mengaku jika akan melakukan pemeriksaan bersamaan dengan kasus Marvell City. Namun demikian, Didik masih tutup mulut kepada para wartawan di Surabaya siapa pejabat yang terseret dugaan korupsi hilangnya Waduk Wiyung. “Kita lihat perkembangan penyelidikannya,” ujarnya.

Untuk diketahui bahwa ada 11 aset yang lepas tangan Pemkot Surabaya. Aset tersebut terdiri dari Kantor PDAM Surya Sembada di Jalan Prof Dr Moestopo Surabaya, Taman Makam Pahlawan di Jalan May Jend Sungkono Surabaya, Gedung Gelora Pancasila di jalan Indragiri Surabaya, Kolam Renang Berantas di jalan Irian Barat Surabaya, Marvel City Mall di jalan Upa Jiwa Surabaya, Gedung Sasana Taruna Aneka Star (THR) di jalan Kusuma Bangsa Surbaya, Kantor Satpol PP Surabaya dan PT Abbatoir Suryajaya di jalan Banjarsugihan-Tandes Surabaya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here