Kekurangan Tenaga Pengajar, Kualitas Pendidikan Kota Batu Terancam

0
216
Ilustrasi Guru (Sumber: Korpri)

Nusantara.news, Kota Batu –  Kondisi Pendidikan di Kota Batu kini mengalami sedikit kemunduran. Hal ini yang harus menjadi perhatian bagi pemerintah setempat untuk mendongkrak sektor tersebut. Karena sejatinya pendidikan menjadi roh bagi suatu bangsa guna menciptakan masyarakat yang berbudi luhur.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi kemunduran sektor pendidikan di Kota Batu. beberapa di antaranya yakni: kekurangan tenaga pengajar serta peranan ekonomi sektoral di bidang pendidikan yang menurun.

Pertengahan hingga akhir 2017 nanti akan terjadi masa pensiun besar-besaran tenaga pengajar ‘Guru’ yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Batu.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu, Mistin menjelaskan, pada tahun ini jumlah guru yang memasuki pensiun diperkirakan akan bertambah. Mengingat jumlah guru yang pensiun akan lebih banyak lagi.

Ia menambahkan, pada umumnya guru yang pensiun secara bersamaan tahun ini hingga tahun 2020 mendatang merupakan guru yang diangkat melalui Inpres tahun 1974/75. “Oleh karenannya, masa pensiun dari para guru tersebut tahunnya hampir bersamaan,” jelasnya, Jum’at (21/7/2017).

“Rata-rata guru yang diterima pada tahun 1982-1983 akan memasuki masa pensiun di tahun-tahun ini,” imbuh Mistin.

Berdasarkan data Dindik Kota Batu, saat ini ada sekitar ±2.829 guru PNS untuk jenjang pendidikan di Kota Batu. Jumlah tersebut dinilai belum mecukupi, mengingat jumlah sekolah yang mencapai 130 lembaga dan memiliki klasifikasi kebutuhan yang berbeda.

Melihat gejala tersebut, pihaknya kemudian dalam beberapa bulan ke depan akan menggalakan rekrutmen tenaga pengajar non PNS, untuk mengantisipasi sementara akan terjadinya gejala pensiun secara besar-besaran.

Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pendidikan (Dindik) terlihat belum sepenuhnya mempersiapkan akan gejala ini. Melihat antisipasi yang dilakukan belum dapat secara langsung menyelesaikan akan gejala yang terjadi. Sejauh ini, pihak Pemerintah Kota Batu belum membuka rekrutmen CPNS, khususnya dalam hal ini pada penerimaan guru PNS.

Pengamat pendidikan Kota Batu, Zein Abdurrahman mengungkapkan pandangannya terkait gejala di Kota Batu dalam beberapa tahun mendatang akan mengalami kekurangan guru.

“Harusnya apabila pemerintah memperhitungkan dan memperhatikan dengan jeli, bisa mempersiapkan pembukaan guru PNS dari beberapa tahun lalu, jadi tidak mengalami kekosongan tenaga pengajar apabila akan ada gejala pensiun secara besar-besaran seperti ini,” ungkapnya kepada Nusantara.news, Sabtu (22/7/2017).

Zein menjelaskan, sudah ada upaya untuk mengantisipasi gejala pensiun besar-besaran tersebut, meskipun belum secara maksimal atau terkesan terlambat.

“Melalui rekrutmen tenaga pengajar non PNS, memang sudah dapat mengantisipasi jumlah personil guru. Namun, belum secara efisien menggantikan kualitas dalam mengajar. Mengingat masih baru direkrut dalam beberapa bulan ke depan,” tegas Zein.

Karena mengajar tidak hanya menyampaikan materi secara verbal namun juga harus memperhatikan sosio-psikologis murid tersebut. Hal tersebut membutuhkan waktu dan proses, tidak secara langsung dan instan setelah perekrutan.

Sektor Jasa Pendidikan Kota Batu yang semakin Menurun

Berkurangnya tenaga pengajar akan memengaruhi sistem dan kualitas pendidikan. Hal tersebut akan secara langsung berpengaruh pada lembaga/instansi pendidikan, di mana jasa pendidikan di suatu daerah tersebut akan terjadi penurunan.

Melihat pada tahun sebelumnya,  pada data terakhir yang terdapat dalam dokumen Analisis situasi pembangunan manusia (ASPM) 2016 Kota Batu. Peranan ekonomi sektoral di bidang jasa pendidikan, yang menurun hampir 2 kali lipat dari angka konstan sebelumnya.

Analisis Situasi Pembangunan Manusia Kota Batu 2016 (Sumber: BPS)

Berdasar data tersebut, terlihat penurunan peranan ekonomi sektoral di bidang jasa pendidikan dari angka konstan sebelumnya sebesar 9.36 di tahun 2013, kemudian 7.10 pada 2014 kemudian turun lagi menjadi 4.15 di tahun 2015. Hal ini menandakan terjadinya kemunduran secara signifikan dalam bidang jasa pendidikan yang semakin meredup dalam 2 tahun terakhir.

Banyak faktor yang mempengaruhi menurunnya peranan ekonomi sektoral di bidang jasa pendidikan; antara lain, minimnya jumlah tenaga pengajar, pemerataan pendidikan, pemenuhan fasilitas sarana prasarana, akses keterjangkauan pendidikan, serta tingkat angka partisipasi sekolah (APS) di suatu wilayah.

Apabila kita melihat  dalam kurun tahun 2017-2020 mendatang, akan ada banyak gelombang pensiunan besar-besaran, maka peranan ekonomi sektoral di bidang jasa pendidikan di tahun 2017-2020 nantinya di perkirakan akan semakin menurun, jika pemerintah tidak tanggap dan serius menangani hal ini.

Ini menjadikan PR bagi Pemerintah Kota Batu, untuk mendongkrak kembali peranan ekonomi sektoral bidang pendidikan. Mengingat, pendidikan merupakan salah satu sektor yang sangat fundamen bagi suatu bangsa. Apabila hal ini diabaikan maka akan dapat mempengaruhi tingkat kualitas pendidikan di Kota Batu.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here