Kembali Tegang dengan Korut, Korsel – AS Latihan Militer Rutin Skala Besar

0
199
Polisi dan tentara Korsel berjaga di lapangan golf milik Lotte di Seongju, Korsel (1/3). Foto: Reuters

Nusantara.news, Seoul – Korea Selatan dan pasukan Amerika Serikat mulai melakukan latihan militer gabungan skala besar pada Rabu (1/3), latihan yang rutin dilakukan setiap tahun itu untuk menguji kesiapan pertahanan mereka terhadap ancaman dari Korea Utara. Latihan juga bisa dianggap sebagai persiapan perang melawan Korut.

Latihan yang disebut ‘Foal Eagle’, muncul di tengah ketegangan Korea Utara menyusul uji peluncuran rudal balistik terbaru oleh Korea Utara pada 12 Februari lalu.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan dan militer AS yang berbasis di Selatan mengkorfirmasi bahwa latihan tersebut akan dimulai hari Rabu, dan akan berlanjut sampai akhir April 2017, tapi baik Korsel maupun AS belum memberi rincian lebih lanjut mengenai latihan gabungan tersebut.

Latihan gabungan AS-Korsel tahun lalu melibatkan sekitar 17.000 tentara Amerika dan lebih dari 300.000 warga Korea Selatan.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis berbicara melalui telepon dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan Han Min-Koo pada Rabu pagi mengatakan, Amerika Serikat tetap teguh dalam komitmen untuk membela sekutunya (Korsel).

Mattis menyambut kesepakatan yang ditandatangani oleh Korea Selatan dengan konglomerat Lotte Group minggu ini untuk mengamankan lahan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), sebuah sistem pertahanan rudal yang terletak di Selatan.

Korea Selatan dan AS tahun lalu memutuskan untuk membuat sistem pertahanan rudal bersama dalam menanggapi ancaman rudal Korea Utara, dan diperkirakan akan beroperasi pada akhir tahun ini.

Han mengatakan, dalam pembicaraan telepon dengan Mattis, latihan bersama tahun ini akan dilakukan dalam skala besar, sama seperti tahun lalu. Saat itu Kementerian Pertahanan Korsel menyebut latihan gabungan AS-Korsel sebagai terbesar yang pernah dilakukan oleh sekutu.

Kantor berita resmi Korea Utara KCNA, mengatakan sebelumnya pada hari Rabu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melakukan inspeksi ke markas besar unit militer dan memberikan arahan untuk melakukan peningkatan kesiapan tempur.

Amerika Serikat mengecam keras uji coba rudal balistik terbaru yang dilakukan oleh Korea Utara, yang menurut klaim Korea Utara tengah diuji terus menerus agar dapat menjangkau Washington.

AS beberapa hari lalu menekan Cina agar bisa mengendalikan Korea Utara, meskipun Cina merespon dengan nada yang acuh tak acuh. Cina bilang, urusan Korea Utara perlu kesepakatan Washington dan Pyongyang. Cina sendiri mengaku sudah melakukan sejumlah peringatan terhadap Korea Utara. Apakah persoalan Korea Utara bisa mengakibatkan kembali ketegangan AS – Cina, dan mengganggu upaya diplomasi soal pembicaraan kerja sama bilateral antar keduanya yang tak kunjung dimulai? []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here