Kenapa Bank Jatim Boleh Lakukan Buyback Saham ?

0
129
Bank Jatim Tbk di Surabaya

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur menyetujui Langkah PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Tbk untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dalam rangka pelaksanaan insentif dalam jangka panjang alias Long Term Incentive (LTI). Alasannya, karena dengan cara itu (buyback) merupakan salah satu strategi dan solusi yang dinilai tepat untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan di masa mendatang.

Itu disampaikan Soekarwo di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank Jatim Tahun 2017 di Ruang Bromo, Lantai 5 Kantor Pusat Bank Jatim, di Jalan Basuki Rachmat Surabaya, Rabu (6/12/2017).

“Selain itu, langkah yang diambil ini agar investor di pasar bursa tidak terganggu, maka sebagian sahamnya dibeli oleh Bank Jatim,” terang Pakde Karwo, sapaan Soekarwo.

Namun, Soekarwo, yang menjabat sebagai Gubernur Jatim dua periode yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu kemudian mengingatkan, agar dalam pembelian saham dilakukan pencermatan serta ketelitian dan kehati-hatian. Untuk itu Bank Jatim diharapkan juga menerjunkan petugas Intelijen Pemasaran atau Market Intelligent (MI) yang berkompeten yang bertugas memantau dengan seksama pergerakan pasar bursa.

“Bank Jatim harus menerjunkan MI untuk melihat perkembangan pasar bursa melalui komputernya. Harus siap melek tiap malam untuk memantau, jika tidak dipantau maka harganya bisa turun,” pesan Pakde Karwo.

Baca Juga: Runtuhnya Kerajaan Jawa Pos Dahlan Iskan (1)

Gubernur Apresiasi Bupati dan Walikota

Gubernur Jatim Soekarwo (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Di kesempatan itu, Pakde Karwo juga memberi apresiasi terkait kinerja para bupati/walikota se-Jatim, yang ikut mengantar Jatim mendapat penghargaan.

“Saya ikut senang, berkat kinerja mereka Jatim berhasil meraih penghargaan Indonesia’s Atrractiveness Award 2017,” tambahnya.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman dan Direktur Utama PT. Tempo Inti Media Toriq Hadad di The Westin Kuningan Jakarta, September, lalu.

Pakde Karwo menyebut, penghargaan yang diterima Jatim karena provinsi yang dipimpinnya dinilai sebagai provinsi terbaik secara nasional di bidang pengembangan investasi, infrastruktur, pariwisata, dan pelayanan publik. Dengan mengacu penilaian yang dilakukan oleh Tempo Group.

“Penghargaan ini berkat agregat kinerjanya para bupati/walikota yang luar biasa, jadi ini pembangunan agregat, bukan kinerja pribadi gubernur,” ucap Pakde Karwo.

Ini Tiga Agenda yang Dibahas 

Sementara, Komisaris Utama Independen Bank Jatim, Heru Santoso menjelaskan, RUPS juga membahas tiga agenda pokok, yakni persetujuan rencana pembelian kembali saham atau buyback dalam rangka pelaksanaan Long Term Intencive (LTI) sesuai POJK no. 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum, perubahan buku Pedoman Kerja Direksi Perseroan, dan pemberian kuasa kepada dewan komisaris untuk menyetujui perubahan peraturan dana pensiun.

“Buyback adalah proses pembelian kembali saham yang beredar di publik atau outstanding share yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Dalam proses itu, perusahaan menginvestasikan dana yang dimiliki untuk membeli saham perusahaannya sendiri dari publik,” terang Heru Santoso.

Baca Juga: Marak Temuan Penyelewengan ADD di Kabupaten Malang

Dengan melakukan pembelian kembali saham yang beredar di publik, lanjut Heru, perusahaan dapat memperoleh keuntungan di masa yang akan datang jika jika perusahaan memutuskan untuk menjual kembali saham yang di buyback ketika harganya sudah naik.

Untuk mendukung rencana buyback dalam rangka program Long Term Incentive (LTI) ini Bank Jatim akan menyiapkan dana Rp. 1,01 miliar yang berasal dari pendapatan pengurus. Adapun buyback ini akan dimulai pada 7 Desember 2017 sampai 1 April 2018 mendatang.

Tren Positif di Nilai Saham Bank Jatim

Trend positif pertumbuhan saham Bank Jatim (Foto: Humas Provinsi Jatim)

Heru melanjutkan, nilai saham Bank Jatim dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif, hingga akhir periode Oktober 2017, harga saham Bank Jatim sebesar Rp. 695/lembar saham. Harga itu naik sebanyak 61,87 persen sejak IPO 2012 di harga Rp. 430/lembar saham.

Kemudian, lanjut Heru, kinerja keuangan periode Oktober 2017 mengalami pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Tercatat Bank Jatim membukukan laba bersih Rp. 1,13 triliun atau tumbuh 26,07 persen.

“Untuk total kredit tercatat sebesar Rp31,10 triliun atau tumbuh 4,67 persen, sedangkan dana pihak ketiga atau DPK sebesar Rp48,01 triliun atau tumbuh 16,72 persen,” terangnya.

Ditambahkan, untuk rasio keuangan Bank Jatim, pada Oktober 2017 tercatat lebih baik dibandingkan periode tahun sebelumnya, antara lain Net Interest Margin (MIN) sebesar 6,73 persen dari sebelumnya 6,72 persen, sementara Return of Asset (ROA) 3,07 persen menjadi 3,58 persen.

“Bank Jatim berhasil membukukan efisiensi pada Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional atau BOPO dari 71,07 persen menjadi 64,78 persen,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan usahanya, Bank Jatim bekerjasama dengan Disperindag Jatim meluncurkan Jatim Indag Card. Sebuah one stop card bagi pelaku usaha yang terdaftar di Disperindag. Kartu pintar ini berfungsi sebagai kartu identitas usaha, kartu ATM dan salah satu syarat formal untuk pengajuan kredit di Bank Jatim.

Tak hanya Bank Jatim konvensional saja yang menawarkan inovasi produk, Bank Jatim Syariah juga memberikan inovasi produk kepada nasabah. Dua produk syariah adalah Tabungan Barokah dan Tabungan Umrah yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga: Skandal Korupsi Bank Jatim, Empat Pejabat Didakwa Pasal Berlapis

Mengadopsi tabungan siklus bunga plus Bank Jatim konvensional, Tabungan Barokah Sejahtera juga menawarkan hadiah langsung kepada nasabah sesuai keinginan nasabah dengan prinsip bagi hasil yang kompetitif. Sedangkan bagi nasabah yang ingin beribadah ke tanah suci, Bank Jatim syariah menghadirkan Tabungan Umrah untuk mewujudkan impian dengan lebih mudah. Produk baru yang diluncurkan tersebut, diharapkan kinerja Bank Jatim semakin meningkat.

Sebagai catatan, di Mei 2017 laba bersih Bank Jatim sebesar Rp583,59 miliar atau tumbuh 22,29 persen. Bank Jatim optimis akan mencapai target laba sebesar Rp. 1,43 triliun di akhir tahun 2017. Serta dapat mempertahankan CASA diatas 65 persen selama lebih dari 14 tahun.

Sementara, rencana bisnis Bank Jatim tahun 2017, secara garis besar adalah, Peningkatan Total aset sebesar 11,42 persen; Peningkatan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga sebesar 12,57 persen; serta Peningkatan Penyaluran Kredit sebesar 11,75 persen.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here