Kenapa Calon Menaker Pilihan Trump Dibatalkan?

0
53
Sejumlah pekerja mendemo calon Menaker Andrew Puzder. (Foto: BBC)

Nusantara.news, Washington – Andrew Puzder kandidat calon menteri tenaga kerja pilihan Donal Trump menambah daftar orang-orang di lingkaran presiden baru Amerika Serikat yang gagal melanjutkan kerja bersama tim Donald Trump. Sebelumnya, Michael Lynn, penasihat keamanan nasional Trump mengundurkan diri (atau dipecat). Hingga saat ini kemunduran ‘orang dekat’ Trump itu masih meninggalkan banyak pertanyaan.

Kenapa Andrew Puzder sang calon Menaker batal meraih kursi di dalam kabinet Trump?

Setelah melalui sidang dengar pendapat yang cukup panjang, pencalonan Andrew Pudzer akhirnya dibatalkan. Puzder merupakan calon menteri Trump pertama yang gagal memperoleh persetujuan dari Senat. Hingga berita ini ditulis, sudah 16 nama dari 22 calon anggota kabinet yang sudah mendapat konfirmasi Senat.

Andrew Puzder kehilangan dukungan sejumlah senator dari Partai Republik setelah dia mengaku mempekerjakan ‘pendatang gelap’ sebagai pembantu di rumahnya.

Miliarder makanan cepat saji itu juga dikecam karena ucapan-ucapannya yang kerap melecehkan  perempuan dan karyawan di restoran miliknya.

Mantan istri Puzder, Liza Fierstein, mendadak muncul dengan identitas yang dilindungi, sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga dalam acara Oprah Winfrey berjudul ‘High Class Battered Women tahun 1990’.

Puzder dan istrinya berpisah pada tahun 1987, tapi demi kesepakatan hak asuh anak, Lisa Ferstein pun mencabut kasus dugaan KDRT yang dialaminya itu.

Namun dalam surat yang dikirimkan mantan istri untuk sidang komite Senat tanggal 18 Januari yang dimaksudkan untuk penetapan pencalonan Puzder, Fierstein mengatakan, “Andy tidak pernah dan tidak kasar atau melakukan kekerasan.”

Meski begitu, Susan Collins, salah satu senator dari Partai Republik yang ikut menarik dukungan untuk Puzder, menyebut rekaman wawancara mantan istrinya itu sebagai pertimbangannya.

“Saya menonton acara Oprah Winfrey selama satu jam dimana mantan istrinya muncul dan saya mengkaji pula informasi-informasi lain,” kata Susan di hadapan para wartawan Senin (13/2) sebagaimana dilaporkan CNN.

Rekaman wawancara itu kemudian dihadirkan di depan para anggota panel Senat.

Sejumlah karyawan yang bekerja di restoran cepat saji burger seperti Carl Jr dan Hardee juga mengaku menjadi korban pelecehan seksual dan pemotongan upah di tempat kerja.

“Bagaimana mungkin dia bisa tampil dan membela para pekerja?” kata Richard Trumka, presiden serikat AFL-CIO, yang menuding Puzder tidak melindungi karyawan yang menentang industrinya sendiri.

Pengakuan Puzder tidak membayar pajak pembantu rumah tangganya hingga lima tahun karena merupakan pendatang yang tak berdokumen, adalah yang paling fatal, saat itulah citranya langsung jatuh.

Meskipun Puzder kemudian kembali membayar pajak setelah dicalonkan sebagai menteri oleh Trump.

“Saya mendukung sepenuhnya presiden dan timnya yang sangat berkualitas,” kata Puzder dalam sebuah pernyataan pada Rabu (15/2), saat ia menegaskan pengunduran dirinya dari calon menteri.

Gagalnya Puzder sebagai Menaker meninggalkan catatan tersendiri tentang tim transisi Donald Trump. Mereka dinilai tidak melakukan pemeriksaan dengan baik terhadap calon-calon pembantu Presiden Trump.

Sebelumnya, Vincent Viola mengundurkan diri dari calon menteri Anggkatan Darat AS sebelum menghadapi uji kelayakan di senat.

Jika saja McConnell dari Partai Republik bukanlah pemimpin mayoritas yang efektif, dan Partai Republik tidak memiliki 52 kursi, mungkin saja para calon menteri yang lain juga mendapatkan penolakan. Mundurnya Michael Flynn, adalah hal lain yang menunjukkan adanya problem di dalam tim transisi Donald Trump.

Hal tersebut juga menunjukkan bahwa Trump telah secara sembrono menunjuk para pembantunya. Puzder adalah contoh dimana Trump melakukan sebuah kesalahan, dia menunjuk calon menteri tenaga kerja yang tidak punya pengalaman di bidang pelayanan publik, hal ini tidak pernah terjadi di Amerika sejak pemerintahan Ronald Reagan.

Kasus gagalnya Puzder di Senat juga menunjukkan gaya kepemimpinan Trump yang dinilai selalu ingin ‘cuci tangan’ dari hal-hal yang mencerminkan keburukan pada dirinya. Dia dianggap selalu berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa.

Lalu siapa yang akan menggantikan Puzder?

Seorang pejabat Gedung Putih sebagaimana dilansir Bloomberg mengatakan, mungkin penggantinya adalah mantan anggota Dewan Hubungan Tenaga Kerja Nasional Peter Kirsanow dan R. Alexander Acosta atau bisa juga Joseph Guzman, seorang asisten profesor di Michigan State University, dan Catherine Templeton, mantan kepala Departemen Tenaga Kerja Carolina Selatan. [ ]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here