Kerahkan Personil, Pemprov Jatim Normalisasi Infrastruktur Pacitan

0
139

Nusantara.news, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jatim langsung bergerak cepat melakukan normalisasi beberapa infrastruktur yang rusak akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pacitan. Khususnya perbaikan jalan menjadi prioritas yang merupakan penghubung antar wilayah, termasuk antara Kabupaten Ponorogo menuju ke Kabuparen Pacitan yang terputus akibat longsor dan banjir.

“Normalisasi dilakukan oleh UPT DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur,” terang Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Benny Sampir Wanto, dihubungi Nusantara.news, Rabu (29/11/2016).

Benny menyebut, normalisasi yang dilakukan merupakan bentuk peduli dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jatim dengan terjadinya musibah yang melanda wilayah tersebut.

Lanjut Benny, bantuan kepada masyarakat dan perbaikan-perbaikan akibat terdampak bencana itu segera dilakukan, itu bertujuan untuk menormalkan kembali jalan penghubung antar wilayah serta untuk normalisasi roda perekonomian agar dapat tetap berjalan.

”Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Pak Sudarmawan bersama timnya tadi malam meluncur, tetapi terhenti di Ponorogo karena akses ke Pacitan tertutup. Oleh karena itu, beliau menangani banjir Ponorogo dulu, ada 22 KK atau 80 jiwa mengungsi,” ujarnya.

Pagi tadi, lanjutnya, BPBD Jatim dan BPBD kabupaten di wilayah Baperwil di Madiun menuju ke Pacitan karena akses jalan Wonogiri-Pacitan yang sudah dapat dilalui. Sementara soal logistik untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan ketersediaan pangan, sejak kemarin (28/11), telah dipenuhi dari buffer stock yang ada di Pacitan.

“Kebutuhan-kebutuhan dasar bagi korban bencana, seperti selimut, makanan siap saji, genset, family kid, alat konunikasi, perahu karet, telah disiapkan bersamaan dengan kedatangan BPDB Jatim dan rombongan,” ujar Benny.

Beberapa jalur menuju Pacitan saat ini yang terputus karena longsor, yakni Ponorogo-Pacitan terputus di Slahung,  jalur Ponorogo-Ngrayun-Tulakan-Jalur Lintas Selatan (JLS) karena longsor di Desa Ngadirojo, untuk ruas Ponorogo-Gemaharjo (Pacitan), dan Purwantoro (Jaeng) putus jembatan di Kecamatan Nawangan. Serta akibat banjir, putus di Ponorogo- Ngadirojo (Wonogiri)-Pacitan.

“Sebagian besar wilayah masih dilakukan pemadaman listrik, sehingga komunikasi dengan tenaga teknis di Kabupaten Pacitan ada gangguan,” tambahnya.

Ditambahkan, untuk lokasi pengungsian sementara di Pacitan, masih kata Benny, dipusatkan di GOR Pacitan dan Masjid Sinorboyo.

Secara prinsip, terang Benny Pemprov Jatim dan Pemkab Pacitan hadir di masyarakat, apalagi saat masyarakat membutuhkan seperti saat ini.

“Sesuai arahan Pak Presiden, negara hadir di masyarakat,” tegasnya.

Itu dibuktikan dengan kehadiran para petugas dan bantuan yang dibawa BPBD Jatim dan kabupaten se-Baperwil Jatim di Madiun. Untuk kemudian disalurkan ke warga yang memang membutuhkan pasokan makanan.

Terkait dengan apakah korban diberikan santunan atau termasuk rumah dan tunjangan hidup seperti penanganan bencana di Ponorogo beberapa waktu lalu, Benny menjelaskan tergantung dari laporan Kepala BPD dan Bupati Pacitan kepada Gubernur Jatim.

“Kita yakinlah bahwa Pak Gubernur sangat peduli terhadap masyarakat,” ujarnya.

Korban Banjir dan Longsor, 6 Meninggal

Akibat bencana longsor dan banjir di Kabupaten Pacitan, Benny menyebut tercatat 6 orang dinyatakan meninggal. Sementara itu, masih dalam pencarian, ada 6 warga yang dinyatakan hilang.

“Data tersebut dilaporkan pertanggal 29 Nopember 2017, pukul 02.00 WIB,” ujarnya.

Ini Korban Teridentifikasi

Korban jiwa yang sudah berhasil diidentifikasi karena tanah longsor yaitu Fitri (3 tahun), Temu (57 tahun), Siti Kalimah (22 tahun) dan Darto. Sementara, korban banjir yakni Maryati warga Desa Kayen dan Mujiono warga Desa Sukoharjo.

Dan, ada 6 orang yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan, untuk korban tanah longsor yaitu Parno (73 tahun), Kasih (70 tahun), Rozak (17 tahun) dan Katemi. Sedangkan, korban banjir yang belum ditemukan yaitu, Eko dan Amri.

Kemudian, terkait banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, yakni di Kecamatan Porong, Kecamatan Tanggulangin, dan Kecamatan Candi, dijelaskan juru bicara Pemprov Jatim ini, telah tertangani dengan baik.

“Hasil rapat antara Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jatim, penanganan untuk masyarakat terdampak banjir dapat dihandle oleh Pemkab Sidoarjo,” pungkasnya.[]

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here