Kerja Sama Perdagangan AS: Jepang dan Jerman Aman, Meksiko Masih Berat

0
115
Presiden Trump mendengarkan PM Jepang Shinzo Abe berbicara selama konferensi bersama di Ruang Timur Gedung Putih, di Washington, Jumat 10 Februari 2017. (AP)

Nusantara.news, Washington – Pada saat Presiden Donald Trump “mengamuk” tentang praktik perdagangan yang tidak adil, dia selalu mengarahkan kemarahannya pada Cina dan Meksiko. Kedua negara itu dianggap tidak memberi keuntungan dalam kerja sama dagang dengan Amerika.

Hal ini dapat dimengert, sebab defisit perdagangan barang AS dengan China tahun lalu senilai USD 347 miliar, lima kali lebih besar dibanding dengan negara-negara lain.

Defisit perdagangan AS dengan Meksiko senilai USD 63,2 miliar, masih lebih kecil ketimbang dengan Jepang (USD 68,9 miliar) dan Jerman (USD 64,9 miliar).

Kenapa Trump marah kepada Meksiko, tapi kepada Jepang dan Jerman tidak?

“Sebab, meskipun defisitnya lebih kecil tapi volume perdagangan dengan Meksiko tiga kali lipat lebih tinggi,” demikian kata Gary Hufbauer, pengamat senior di Peterson Institute for International Economics, sebagaimana dikutip AP (12/2).

Bagaimana dengan Jepang? Baru-baru ini, PM Jepang Shinzo Abe menggunakan diplomasi golf, olahraga yang disenangi Donald Trump, untuk membicarakan kerja sama perdagangan dengan Presiden AS yang baru itu.

Dalam sebuah konferensi pers Jumat (10/2) sebagaimana dilansir AP, Abe juga menyatakan kekagumannya kepada Trump, dengan mengatakan bahwa presiden Amerika itu adalah pegolf yang unggul.

Jepang sejak awal memang sudah melakukan upaya-upaya “diplomasi” untuk mendapatkan sisi baik dari Presiden Trump. Upaya itu sudah dimulai sejak kurang dari sebulan setelah pemilihan. Ketika itu, miliarder teknologi dari Jepang Masayoshi Son berjanji untuk menginvestasikan USD 50 miliar dan menciptakan 50.000 pekerjaan di Amerika.

Namun, Jepang sempat marah ketika Presiden Trump, saat memutuskan untuk mundur dari kerja sama perdagangan Trans Pasifik (TPP) yang terdiri dari 12 negara termasuk AS dan Jepang. Presiden Trump sebelumnya juga pernah menuduh Jepang memanipulasi mata uangnya untuk mendapatkan keuntungan harga bagi para eksportir. Tapi agaknya pertemuan terakhir antara Trump dan Abe Jumat lalu telah mencairkan semua ketegangan.

Bagaimana hubungan perdagangan AS dengan Jerman? Bulan lalu, Peter Navarro, direktur perdagangan dan kebijakan industri Gedung Putih mengeluh kepada koran Financial Times bahwa Jerman mengeksploitasi euro undervalued untuk meningkatkan ekspor. Artinya, hubungan perdagangan dengan negara tersebut tidak mulus-mulus amat.

Tapi dibanding dengan Meksiko, hubungan perdagangan AS dengan Jepang dan Jerman pada pemerintahan Donald Trump ini lebih memiliki prospek.

Berbeda dengan PM Jepang Shinzo Abe yang kedatangannya disambut hangat Presiden Trump di Gedung Putih, Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto bulan lalu membatalkan pertemuan yang direncanakan dengan presiden Amerika yang baru itu.

Mengapa dalam kerja sama perdagangan, Meksiko menanggung kemarahan Trump, sementara Jerman dan Jepang bisa melewati polemik?

Ketegangan dengan Meksiko bisa diduga gara-gara masalah imigran ilegal, isu yang memanas di antara para pendukung inti Donald Trump. Banyak orang yang memilih Trump percaya bahwa orang Meksiko mengambil pekerjaan warga AS, sebagai akibat dari kebijakan perdagangan dan imigrasi ilegal yang tidak menguntungkan AS.

Dalam pandangan para pemilih Trump, Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) antara AS, Meksiko dan Kanada, menguntungkan buruh berupah rendah di Meksiko. Orang-orang Meksiko juga telah melintasi perbatasan AS secara ilegal dan melakukan pekerjaan di AS dengan upah rendah.

Untuk itu, Presiden Trump telah berjanji untuk menegosiasikan kembali atau menarik diri dari NAFTA dan telah mengancam untuk memungut pajak impor dari Meksiko. Trump juga telah bersumpah untuk membangun dinding perbatasan antara Meksiko dan AS untuk mencegah imigran ilegal yang datang dari negara halaman belakang itu.

Jepang dan Jerman

Sementara itu, tiga dekade lalu, Jepang telah menemukan cara untuk menenangkan kemarahan AS atas melonjaknya impor dari Jepang dengan memindahkan pabrik ke Amerika dan mempekerjakan orang Amerika.

Jadi, Honda sekarang membangun Accords dan Acuras di Ohio, Toyota membuat Camry di Kentucky, Nissan, Pathfinder dan kendaraan lainnya di Tennessee.

Jerman juga demikian, membuat pabrik di Amerika. Volkswagen memproduksi Passats di Tennessee, BMW membuat sedan di Carolina Selatan, dan Siemens membangun turbin di North Carolina.

Menurut sebuah organisasi untuk Investasi Internasional, secara keseluruhan, pada 2014 Jepang telah menginvestasikan USD 373 miliar di Amerika Jerman juga berinvestasi sebanyak USD 224 miliar. Bandingkan dengan Meksiko yang hanya berinvestasi sebesar USD 18 miliar.

Investasi dan perekrutan tenaga kerja AS oleh Jepang dan Jerman yang signifikan, telah menyelamatkan kedua negara itu dari kritik Donald Trump terkait kerja sama perdagangan yang adil dan menguntungkan.

Jadi, dapat diprediksi sejauh ini kerja sama perdagangan antara AS dengan Jepang dan Jerman ke depan akan berjalan mulus, sementara dengan Meksiko tampaknya masih akan berat dan banyak kendala. [ ]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here