Ketegangan Cina-Korsel: Sejumlah Penerbangan Dihentikan

0
143

Nusantara.news, Seoul – Ketegangan semakin memuncak antara Cina dan Korea Selatan (Korsel) pasca-Korsel menyebar sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik AS di Seoul. Cina mengancam untuk menghentikan sejumlah penerbangan dari Korsel maupun sebaliknya. Sejumlah operator sudah menangguhkan layanan penerbangan antar-kedua negara.

Eastar Jet, sebuah maskapai penerbangan Korsel, sebagaimana dilansir Bloomberg (10/3) mengatakan di situsnya bahwa penerbangan Harbin, Ningbo dan Jinjiang Cina akan dihentikan sementara mulai 15 Maret hingga 28 Oktober 2017 karena “hubungan memburuk” antara pemerintah Cina dan Korsel.

Jin Air yang berbasis di Seoul, sebuah unit bisnis dari Korean Air Lines Co, mengatakan sedang mengkaji penerbangannya dari Jeju ke Shanghai dan Xian, serta pemesanan awal dibatasi untuk menghindari adanya gangguan.

Spring Airlines Co, operator terbesar di Cina, membatalkan penerbangan dari Ningbo ke Jeju pada 15 hingga 26 Maret. Seorang juru bicara perusahaan tersebut berkilah, itu karena “perubahan kondisi pasar”.

Jeju Air, operator penerbangan murah berbasis di Korea mengatakan permintaannya untuk penerbangan charter pada Maret ke Ordos di Mongolia ditolak oleh otoritas Cina.

Pembatasan perjalanan yang diberlakukan Cina pada sejumlah rencana liburan ke Korsel cenderung memotong pendapatan perusahaan penerbangan, agen perjalanan, operator paket wisata dan kapal pesiar, jumlahnya sekitar USD 5 miliar menurut perkiraan Goldman Sachs Group Inc.

Menurut Organisasi Pariwisata Korea, departemen pariwisata Cina secara lisan telah memerintahkan agen-agen perjalanan lokal untuk menghentikan penjualan tur ke Korsel mulai 15 Maret.

Lebih dari 8 juta orang Cina mengunjungi Korsel tahun 2016 lalu dan Cina menyumbang 85% wisatawan ke pulau Jeju.

Sejumlah operator kapal pesiar juga membatalkan sejumlah perjalanan ke Korea. Royal Caribbean Cruises Ltd., Kamis lalu di website Cina membatalkan kunjungan ke Korsel dan mengganti rute perjalanan ke beberapa wilayah di Jepang pada 17 Maret nanti. Costa Cruises, yang dikendalikan Carnival Corp, juga membatalkan kunjungan ke Korsel dan mengubah rute mereka ke Jepang.

Cina mengkhawatirkan sistem anti-rudal AS THAAD yang disebar di Seoul bakal mengubah keseimbangan kekuasaan di kawasan itu. Lotte Group, konglomerat Korea yang menawarkan lahan bagi THAAD, telah mengumumkan bahwa sebanyak 55 toko ritel Lotte di Cina ditutup.

Militer AS mengatakan, sistem anti-rudal THAAD ditujukan semata-mata untuk melindungi Seoul terhadap potensi serangan rudal Korut.

Menyikapi penutupan bisnis Lotte Mart di Cina, kementerian luar negeri Cina di Beijing berkilah bahwa pemerintah menyambut investasi dan operasi perusahaan asing serta melindungi hak dan kepentingan mereka sesuai hukum, asalkan bisnis mereka mematuhi undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Menteri Perdagangan Korsel Joo Hyung-hwan mengatakan, pihaknya sangat prihatin tentang dengan langkah-langkah yang diambil Cina, “Pemerintah akan mencari jalan lain lewat hukum internasional karena Cina melanggar komitmen perdagangan,” katanya.

Di tengah ketegangan pemerintah Cina dan Korsel terkait sistem anti-rudal THAAD Amerika yang disebar di Seoul, Presiden Korsel Park Geun-hye dimakzulkan Mahkamah Konstitusi negara itu Jumat (10/3) karena terlibat skandal korupsi. Hal ini tentu menambah ketegangan situasi politik di Korsel. []

Baca juga:

Cina “Senang” Presiden Korsel Dimakzulkan

Akhirnya Presiden Korsel Resmi Dipecat MK Karena Skandal

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here