Ketua DPD Golkar Jatim Silaturahim ke Rumah Dinas Khofifah di Jakarta

0
155
Ketua DPD I Partai Golkar Jatim Nyono Suharly (kiri) bersama Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (tengah) saat bersilaturahim ke kediaman Mensos Khofifah Indar Parawansa di Jakarta, Senin (5/6/2017) malam.

Nusantara.news, Jakarta – Di saat Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berusaha “memborong” partai politik (parpol) untuk mencalonkan dirinya maju sebagai bacagub di Pilgub Jatim 2018, Ketua DPD I Partai Golkar Jatim Nyono Suharly justru memilih bersilaturahim ke kediaman kandidat lainnya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di kompleks perumahan menteri di Jl Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (5/6/2017) malam.

Nyono bertandang ke rumah dinas Khofifah usai menghadiri buka bersama (bukber) di kediaman Ketua DPP Partai Golkar yang juga Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov). Nyono yang juga Bupati Jombang itu tak datang sendirian. Dia bersama Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP).

Kehadiran Nyono dan MKP disambut hangat dan ramah oleh Khofifah yang didampingi dua staf khusus Mensos, Prof Mas’ud Said dan Dwi Aryadi Kusuma. Mereka terlibat perbincangan akrab selama hampir dua jam. Dalam perjamuan, tampak sesekali mereka saling melontarkan joke-joke segar khas Jawa Timur-an.

Ditanya terkait kehadirannya bersama MKP yang malam-malam apakah untuk meminta Khofifah maju sebagai Cagub di Pilgub Jatim 2018, Nyono mengatakan, “Itu tadi hanya silaturahim saja,” katanya usai pertemuan.

“Beliau-beliau ini silaturahim,” timpal Khofifah yang juga ketua umum PP Muslimat NU.

Namun Nyono tak memungkiri kalau Partai Golkar berharap bisa mengusung Khofifah. Termasuk ketika ditanya soal statement Ketua DPP Partai Golkar melalui Zainuddin Amali yang menyebut Setnov punya komitmen dengan almarhum KH Hasyim Muzadi untuk mencalonkan Khofifah.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan Pak Zainuddin itu bukan atas nama pribadi, tapi juga atas nama DPP Partai Golkar,” tandas Nyono.

Sebab, katanya, keputusan mengusung bakal Cagub Jatim menjadi kewenangan DPP. “Kita masih menunggu petunjuk dari DPP yang masih melakukan survei dan sebagainya dengan batasan (penjaringan bakal calon) sampai Agustus nanti.”

Perihal arah politik di Pilgub Jatim, tambah Nyono, Golkar tidak terburu-buru dalam mengusung bakal calon, “Tidak terburu-buru karena yang didukung Golkar calon yang menang.” Tidak takut ketinggalan Parpol lain yang justru terlihat terburu-buru? “Hehehe… Golkar mengusung calon yang menang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Nyono juga menegaskan bahwa kehadirannya bersama MKP ke kediaman Khofifah juga tidak direncanakan. “Kebetulan saja bareng, tadi kami kan juga diundang Pak Ketua DPR (Setnov) untuk buka puasa bersama,” ujarnya.

Sementara MKP tidak banyak komentar. Hanya saja dia menegaskan jika dirinya siap ‘bertarung’. “Kalau saya pokoknya siap tarung tok ae, ” katanya tanpa basa-basi.

Ketika dipertegas apakah kehadirannya untuk mendukung Khofifah di Pilgub Jatim 2018? “Lho iya, saya siap tarung, tok,” tandasnya.

Seperti diketahui, meski sebagian partai sudah mulai menunjukan langkah politiknya terkait Pilgub Jatim, namun Partai Golkar hingga saat ini masih belum menentukan arah politiknya. Hal itu ditegaskan langsung oleh Setnov saat bersilaturahmi dengan Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) Gresik di Pendopo Kabupaten Gresik, beberapa waktu lalu.

Menurut Setnov, Golkar masih mengevaluasi hasil survei internal partai sehingga bisa menjadi rujukkan untuk menentukan arah politik, sebab Golkar tidak ingin berspekulasi terlalu tinggi. Setidaknya calon yang didukung secara kalkulasi politik berpeluang besar memenangkan kontestasi. Selain itu, Golkar juga berharap calon yang diusung merupakan figur terbaik dan mampu memberi manfaat yang bagi masyarakat di Jatim.

“Golkar terus melihat perkembangan, kita lihat survai yang sekarang terus adanya perubahan-perubahan dan kita evaluasi terus mana yang terbaik dan tentu kita lihat dalam waktu dekat ini,” ujar Setnov. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here