Ketua KPUD Jakarta Akui Terima Honor dari Paslon

0
145
Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie memimpin sidang kode etik Ketua KPU Jakarta karena dianggap tidak netral..

Nusantara.news, Jakarta – Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno dan Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti mengaku menerima honor dari pasangan calon gubernur Jakarta. Honor tersebut diterima sekitar Rp 3 juta sebagai pembicara acara Ahok-Djarot atau Anies-Sandi. Hal itu terungkap dalam sidang kode etik yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Kamis (30/3/2017) hari ini. Mereka menjalani sidang kode etik karena dituduh tidak netral dalam menjalankan melaksanakan Pilkada DKI Jakarta.

Namun Sumarno berkilah, honor tersebut diterimanya karena tidak ada aturan yang melarang. “Selama ini belum ada aturan yang jelas. Besarannya masih sangat wajar. Kecuali saya menerima Rp50 juta atau Rp100 juta,” ujar Sumarno menjelaskan.

Sidang kode etik ini digelar di salah satu ruangan di  Gedung Nusantara IV yang ada di Kompleks MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta. Kantor DKPP sendiri berada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Bukan kali ini ini saja DKPP menyelenggarakan sidang etik di luar kantornya. Pada Pilpres 2014 lalu, DKPP menyidangkan KPU dan Bawasu di kantor Kemenag.

Sidang beragendakan memintai keterangan dari Sumarno dan Mimah karena dianggap tak menjalankan tugas masing-masing dengan sebaik-baiknya dalam pelaksanaa Pilkada DKI 2017. Selain Sumarno dan Mimah, anggota KPU DKI lainnya, Dahlia Umar, juga akan dimintai keterangan. Mereka terindikasi melakukan pelanggaran etik karena tiga kesalahan.

Pertama, Ketua KPUD Sumarno dan Ketua Bawaslu Jakarta Mimah dianggap tidak netral dalam pelaksanaan Pilkada DKI 2017. Kedua,  Sumarno dan Mimah dianggap partisan dengan melakukan pertemuan bersama Ahok-Djarot di salah satu hotel di Jakarta.

Ketiga, Sumarno dianggap melakukan pembiaran terhadap jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang menyebabkan masyarakat tak dapat menggunakan hak pilihnya.

Saat diminta keterangan, Sumarno menyerahkan sepenuhnya penilaian soal kode etik tersebut kepada DKPP. Sumarno menilai, sidang tersebut sekaligus untuk mengklarifikasi isu-isu yang selama ini beredar. Jika DKPP nantinya memutuskan hal yang dilaporkan terkait Sumarno tersebut melanggar kode etik, dia akan menerimanya sebagai peringatan.

Sidang DKPP akan dilanjutkan pada hari Senin (3/4), di Gedung Nusantara IV, DPR, Jakarta. Di persidangan nanti, akan dipanggil pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan laporan tersebut. Pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan paslon nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno rencananya juga akan dipanggil. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here