KH Hasyim Muzadi di Mata Bupati Jombang

0
82

Nusantara.news, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya ulama besar KH Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikam, Malang, Jawa Timur, Kamis (16/03/2017) pukul 06.05 WIB.

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menyatakan, Indonesia telah kehilangan sosok ulama besar pengawal kebhinekaan. Tak hanya ulama pejuang, KH Hasyim juga seorang pejuang ulama di Indonesia serta guru bangsa, ulama yang peduli akan perdamainan.

“Saya turut berduka atas meninggalnya guru bangsa KH Hasyim Muzadi. Kami masyarakat Kabupaten Jombang ikut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya,” katanya, usai menggelar shalat ghaib bersama para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Jombang di Pendopo.

Ditambahkan pria yang juga termasuk Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur ini, KH Hasyim adalah sosok panutan, tak hanya seorang ulama saja, Dia adalah tokoh intelektual yang wawasan kenegaraan dan politiknya sangat luas. Pengalaman yang tak pernah dilupakan Nyono saat mengenang KH Hasyim Muzadi adalah tausiyah-tausiyahnya bagaimana menjaga negeri tercinta ini agar damai dan selalu menghormati perbedaan.

Nyono bercerita banyak soal kenangannya bersama dengan KH Hasyim Muzadi. Sekitar tahun 2013 Hasyim Muzadi berjunjung ke  Jombang. Saat itu, Nyono yang masih sebagai anggota DPRD Jombang, diminta menghadap KH Hasyim di sebuah warung sate.  Nyono  kurang paham maksud  KH Hasyim memanggilnya. Tapi karena yang memanggil adalah ulama besar yang sangat dihormatinya, tanpa pikir panjang Nyono langsung  bergegas datang. Di warung itu Pak Hasyim, yang didampingi beberapa santrinya, menyantap sate kambing sambil mengobrol gayeng. Tiba-tiba, KH Hasyim Muzadi berpesan kepada Nyono, agar menjadi bupati yang amanah.

“Insya Allah kamu jadi Bupati Jombang. Kamu akan menjadi Bupati yang amanah. Saya doakan Jombang kondusif menjadi semakin baik meskipun sudah baik,” kata Nyono menirutkan ucapan Hasyim.

Nyono kaget bukan kepalang. Mengapa KH Hasyim Muzadi menyampaikan pesannya itu kepada dirinya. “Padahal waktu itu ada beberapa calon bupati. Saya juga heran kok hanya saya yang dipanggil oleh beliau waktu itu,” katanya.

Setelah menjabat sebagai Bupati, Nyono kerap bertemu Hasyim Muzadi dalan berbagai kegiatan. “Saya beberapa kali mengundang beliau untuk memberikan tausiyah. Terakhir pada saat hari ulang tahun Partai Golkar ke 52 kemarin, beliau menyampaikan hadir untuk memberikan tausiyah, walau sebenarnya beliau kurang enak badan. Ini yang membuat saya mengingat terus beliau. Saya berdoa semoga amal baktinya diterima  Allah SWT,” pungkas Nyono. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here