KH Hasyim Muzadi, Tokoh Besar NU Dijenguk Presiden dan Pejabat Negara

0
147

Nusantara.news, Kota Malang –Siapa yang tak kenal KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum PBNU (1999-2010). Terpilihnya ulama kelahiran Tuban 8 Agustus 1944 ini sebagai orang terrtinggi di Tanfidziyah NU, sudah menyiratkan bahwa dia bukan orang sembarangan. Sebab, dari sekian juta ulama warga nahdliyin, tak banyak yang dipercaya menduduki jabatan setinggi itu di NU. Sejak NU berdiri pada 31 Januari 1926, baru lima orang ulama yang pernah mengemban jabatan tersebut, dan Hasyim adalah orang keempat.

Ketika Abah Hasyim, demikian dia biasa disapa, jatuh sakit dan dirawat di di RS. Lavalette, Malang, berduyun-duyun orang berdatangan, termasuk para pejabat dan tokoh-tokoh terkemuka, untuk menjenguk dan mendoakan kesembuhan pendiri Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang tersebut. Termasuk Presiden Joko Widodo, yang Rabu pagi (15/3/2017), juga datang  menyambangi Abah Hasyim ke Ponpes Al-Hikam. Beberapa waktu lalu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Desa dan PDT Eko Sandjojo telah menjenguk di RS. Lavalette.

Jokowi datang didamping Ibu Iriana, dan juga anaknya Kaesang Pangarep. Turut juga Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Walikota Malang, HM Anton. Presiden datang ke Ponpes Al-Hikam dengan kawalan ketat sekitar pukul 09.57 WIB. “Kami menengok KH Hasyim Muzadi, berdoa semuanya agar beliau cepat diberikan kesembuhan,” ujar Presiden.

Meski cukup lama di kediaman Hasyim, Jokowi tak memberikan komentarnya terlalu banyak. Kepada awak media, ia hanya berharap Abah Hasyim, yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini, segera sembuh. “Semoga kiai segera diberikan kesembuhan secepatnya,” tandasnya.

Dr. Hariadi, Tim Dokter RS Lavalette yang menagani KH Hasyim Muzadi, mengungkapkan Hasyim mengalami sesak nafas karena dahak tidak bisa keluar. Kami memberi oksigen, infus dan makanan lewat slang. Tekanan darahnya baik, nadi bagus, jantungnya bagus, tapi karena jarang dahar (makan), daya tahan turun dan akhirnya drop, sehingga harus dilarikan ke RS mengingat juga usianya yang sepuh,” jelas Dokter Spesialis Penyakit Dalam tersebut.

Selanjutnya Tim Doktor RS Lavalette, akan rapat dengan Tim Dokeor Kepresidenan, untuk membicarakan kebutuhan alat tambahan, sekiranya diperlukan nanti akan dibantu oleh presiden.

Sementara itu, juru bicara keluarga yakni Abdul Hakim, mengatakan bahwa sudah stabil, dan sudah bisa dibawa kerumah “Alhamdulillah sudah membaik, dan bisa dirawat dirumah, sekitar ba’da magrib kemarin dipulangkan dan rawat jalan di rumah kediaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi kini, masih beristirahat dan rawat jalan dirumah. “masih diberi asupan nutrisi makanan, melalu infus,” ujar putra pertama KH Hasyim yang akrab dipanggil Gus Hakim ini.

Pihaknya meminta maaf mengenai sikap keluarga yang tidak mau berkomentar dan mengizinkan kepada media dan pers untuk meliput. “Kami mohon maaf, beberapa hari lalu pihak keluarga tidak mau diwawancarai, karena munculnya berita hoax tersebut sangat meresahkan pihak kami juga,” ujarnya.

“Kami memohon untuk bersama-sama mendoakan semoga KH Hasyim Muzadi diberikan kesembuhan dan kesehatan, untuk bisa terus momong umat,” harapnya.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here