KH Hasyim Muzadi Ulama Pejuang dan Pejuang Ulama

0
424
KH Hasyim Muzadi ketika berdialog dengan Pemimpin Umum Nusantara.news, Sigid Haryo Wibisono dan pemimpin Ponpes Tebu Ireng KH Salahuddin Wahid

Nusantara.news, Surabaya –”Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kullu nafsin dzaiqotul maut. Lahu ma akhodz wa lahu ma a’tho. Telah wafat KH Ahmad Hasyim Muzadi, ghafarallahu lahu, pada pagi ini, hari kamis, 16 Maret 2017 pada pukul 6.15 WIB,” kata Yusron Shidqi, putra Kyai Hasyim dalam pesan WhatsApp-nya yang diterima Nusantara.news.

KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum PBNU (1999-2010), berpulang ke Rahmatullah di kediaman pribadinya jalan Cengger, Malang, Jawa Timur di usia 73 tahun. KH Hasyim Muzadi lahir di Bangilan, Tuban pada 8 Agustus 1944. Beliau adalah tokoh nasional, salah satu intelektual besar Islam yang ada di Indonesia dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU dua periode 1999-2010.

Kyai besar yang pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor  dari 1956 sampai dengan 1962, dan menuntaskan pendidikan tinggi pada Institut Agama Islam Negeri Malang, Jawa Timur pada 1969. Karir organisasinya dimulai sejak beliau terpilih menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Karir politik, suami dari Hj Muthominah ini pernah menjadi anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur pada tahun 1986 lewat jalur Partai Persatuan Pembangunan. Puncak karirnya ketika mendampingi Megawati Soekarnoputri pada Pemilihan Presiden 2004, yang kemudian dikalahkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla pada putaran kedua pemilu pada saat itu.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyatakan bahwa berpulangnya anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini membuat banyak pihak kehilangan. Menurut ketua PBNU ini, KH Hasyim Muzadi adalah ulama pejuang.

“Kita kehilangan seorang ulama pejuang yang selama hidupnya tidak  pernah lelah untuk ikut memberdayakan umat…..menjaga Indonesia dan ikut dalam mewujudkan perdamaian dunia,” ujar Gus Ipul, dalam pesan WhatsApp kepada Nusantara.news, Kamis pagi.

Kepulangan dari pengasuh Ponpes Alhikam, Malang ini sangat dirasakan keluarga besar tercinta, rakyat dan ulama se Indonesia. Menurut Ridwan Hisyam, anggota DPR dari Partai Golkar, yang sangat dengan dengan Almarhum, mengungkapkan bahwa Hasyim  adalah pejuang Islam dan sosok ulama yang paham dan mengerti politik kenegaraan, sehingga sangat patut diteladani oleh para politisi. “Kiprah Pak Hasyim dapat diterima semua golongan, meski pada masa Orde Baru Hasyim adalah  kader PPP, tapi sangat dekat dengan PDIP dan Partai Golkar,” kata Ridwan kepada Nusantara.news, Kamis (16/3/2017).

Ditambahkannya,  KH Hasyim Muzadi adalah tokoh besar. Tausiyah-tausiyahnya sangat dibutuhkan oleh kaum ulama dan politisi di tengah kondisi politik nasional. “Saya mengajak seluruh bangsa Indonesia berdoa untuk kepada Almarhum. Beliau adalah salah satu tokoh politik nasional  terbaik di negeri ini,” tambahnya.

Sementara itu Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil, yang sempat menjenguk almarhum ketika sakit bersama dengan Menteri BUMN Rini Soemarno, Selasa, (14/3/2017) pagi, lalu menyatakan bahwa Indonesia kehilangan sosok Sang Pencerah. “Sang pencerah memang telah Kembali ke haribaan-Nya. Namun pikiran, pesan dan nasehatnya selalu hidup sebagai penuntun dan lentera dalam kehidupan kita.”

Dalam pesannya singkat, Arum Sabil teringat dalam sebuah pengajian pagi tanggal 19 Mei 2016, sang pencerah KH A HASYIM MUZADI dan pengasuh Pesantren Al Hikam itu telah khusus berpesan,

Anak-anakku…

Kamu harus sadar….

Rasullulah yang sehebat itu, membawa kebenaran yang sudah dijamin saja bukan berarti lolos dari himpitan dan cobaan yang membuat perjuangan itu menjadi sulit, karena kesulitan itu sudah inheren ( melekat erat ) dengan sunatullah.

Kita boleh berdo’a minta kelonggaran tetapi tidak bisa meminta kesulitan itu dihilangkan, karena justru masalah dan kesulitan itulah yang membuat kita dewasa. Kamu akan besar dengan segala kesulitan, bukan besar dengan segala kesenangan.

Kesenangan berada pada sela-sela kesulitan, dan keindahan akan ditampakkan oleh Allah di saat kamu menderita.

Sementara itu Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Dhimam Abror saat dikonfirmasi merasa kehilangan sosok ulama besar pejuang dan pengawal kebhinekaan di Indonesia. Menurutnya, KH Hasyim Muzadi adalah ulama unik, Beliau seorang Kyai dan juga politisi.

“KH Hasyim menghabiskan karir dan hidupnya untuk berkhidmat kepada bangsa mulai dari waktu sekolah dan di organisasi sampai mahasiswa. Sebagai politisi KH Hasyim Muzadi konsisten mempoerjuangkan kebhinekaan dengan mempersatukan kekuatan nasionalis dengan kekuatan agamis. Sebagai ulama KH Hasyim sangat moderat dan bisa masuk ke semua kalangan, kita turut berduka cita,” ungkapnya.

Selamat jalan Abah Hasyim…

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here