Khofifah Bentuk Laskar Antinarkoba Muslimat NU.

0
44
Ketua Umum Muslimat Khofifah Indar Parawansa meresmikan Laskar Anrinarkoba Muslimat NU.

Nusantara.news, Mojokerto – Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa membentuk Laskar Antinarkoba Muslimat NU sebagai bagian dari perang melawan narkoba di Indonesia.

Khohifah berharap kader Muslimat di seluruh Indonesia jadi benteng terdepan sebagai pencetak generasi penerus bangsa. Agar tidak terkungkung dalam masyarakat, Khofifah bahkan beberkan jenis sabu baru yang dikenal bernama Crocodile. “Jenis ini sangat jahat karena efeknya lebih merusak. Saya berharap kader Muslimat di manapun harus ikut waspada jangan sampai anggota keluarganya ikut terjebak peredaran narkoba jenis ini,” terangnya ketika mengukuhkan Laskar Antinarkoba Muslimat NU sekaligus memperingati .Harlah Muslimat NU ke 71 di Desa Medali, Kabupaten Mojokerto, Minggu (14/5/2017).

Crocodile diketahui sudah masuk masuk ke Indonesia sejak 4 tahun terakhir. Kalau dikonsumsi dalam jangka lama, daging akan rontok dimulai dari ruas jari. Kondisi ini terus berlangsung hingga daging di tangannya ikut rontok. “Ruas jari dan kulit, menghitam lalu mrotoli  kayak lepra tetapi wajah dan rambutnya utuh. Tulangnya mrotol belakangan,” terang Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.

Karenanya, sebagai benteng awal keluarga, Khofifah mengimbau kader Muslimat untuk ikut menjaga dari pengaruh narkoba ini. “Kami meminta pada para orang tua harus selalu memantau anaknya. Sesibuk apapun orang tua harus mengawal dan mendoakan anaknya supaya terhindar dari hal-hal yang negatif seperti narkoba. Sebab narkoba sangat berbahaya dan bisa merusak generasi bangsa,” tandasnya

Puluhan kader Muslimat NU yang rata-rata sudah berusia sepuh, berhamburan ke depan panggung ketika Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membagi-bagikan hadiah sebagai apresiasi peringatan Hari Lansia (lanjut usia) yang diperingati setiap 14 Mei. Antusiasme ini menunjukkan jika Muslimat NU punya kader potensial di setiap daerah dalam memerangi persoalan bangsa. Termasuk peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

Khofifah menyebutkan, angka masyarakat yang ketergantungan terhadap narkoba di Indonesia cukup tinggi. Dimana jumlahnya mencapai 5,8 juta orang. Uang yang dihabiskan untuk membeli narkoba juga cukup besar, mencapai Rp72 triliun pada 2016.

Tanpa peran aktif masyarakat atau Muslimat khususnya, perang melawan narkoba ini cukup sulit dimenangkan. Apalagi di tengah kondisi global yang menuntut Indonesia harus punya daya saing untuk sejajar kesejahterannya dengan negara-negara lain. “Selama ini kita memang sudah bekerja, tetapi masih belum sepenuhnya. Oleh karena itu, marilah bekerja sama dengan baik supaya bangsa Indonesia memiliki daya saing yang bagus,” katanya.

Ia mengemukakan saat ini yang perlu dilakukan adalah bagaimana menjalin kerja sama tersebut supaya indeks kebahagiaan ini menjadi sangat penting. “Salah satunya adalah dengan membangun suasana yang kondusif, suasana yang harmoni di segala lini dan akan menjadi bagian sampai dengan tingkat cabang,” katanya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here