Khofifah: Berkat Doa Kiai, SDA Jatim Terus Melimpah

0
111
Khofifah "Saya ingin matur ke panjenengan para Kiai, Bu Nyai dan jamiyah yang hadir. Saya melihat, saat para pemain minyak berkumpul dan mereka mengaku sangat kaget serta kagum. Ternyata semakin tahun, kandungan sumber daya alam di Jatim terus melimpah, yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh satelit. Termasuk deposit kandungan minyak, gas dan juga emas. Itu, oleh mereka disebut karena istiqotsah dan doa-doa para kiai NU, santri dan masyarakat yang dilakukan terus menerus" (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Dari sederet materi pidato yang disampaikan dan diulas  oleh Khofifah Indar Parawansa di acara Reuni Akbar Alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, yang dihadiri ratusan jamaah digelar di Nginggas, Waru, Sidoarjo, Minggu (21/1/2018), ada hal penting yang disampaikan oleh Mantan Menteri Sosial itu, utamanya soal melimpahnya kandungan sumber daya alam di Jawa Timur. Menurutnya, hal tersebut berkat doa terus-menerus serta istighotsah para kiai Nahdlatul Ulama (NU) bersama santrinya yang diijabah oleh Allah.

“Saya ingin matur ke panjenengan para kiai dan jamiyah yang hadir, tahun 2007, saat saya masih di Komisi VII DPR RI, saya pernah diajak melihat tayangan video empat dimensi. Yang saat itu diputar para pemain minyak yang tengah berkumpul dan mereka mengaku sangat kaget. Ternyata semakin tahun, kandungan sumber daya alam di Jatim terus melimpah, yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh satelit. Termasuk, deposit kandungan minyak, gas dan juga emas yang semakin melimpah. Kandungan alam yang semakin melimpah di Jatim itu, oleh mereka disebutkan karena istiqotsah dan doa-doa para kiai NU, santri dan masyarakatnya yang dilakukan terus menerus. Namun, perlu kita pahami bersama kalau memang sumber daya manusia warga NU, perlu ditingkatkan untuk mampu mengelola itu semua,” urai Khofifah, disambut tepuk tangan gembira para kiai serta jamiyah undangan yang hadir di acara itu.

Baca juga: Tidak Penting Puti Trah Soekarno

Khofifah menyebut, di dalam sebuah pertemuan para pemain minyak di suatu acara yang diikutinya, saat itu disampaikan kalau hasil foto udara empat dimensi memperlihatkan kandungan sumber daya alam di wilayah Jatim terus melimpah, itu sangat luar biasa jika bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Dan, tidak ada kata terlambat, sejak saat ini harus mulai di iventarisir untuk menuju kemakmuran dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. Saatnya NU bangkit untuk menuju masyarakat Jawa Timur yang lebih baik,” tegasnya sambil menekankan umat Islam saatnya mempelajari berbagai disiplin ilmu, guna bekal kemampuan diri.

Khofifah: “Black Campaign tidak perlu ditanggapi”

Sementara, usai memberikan tauziah, menjawab pertanyaan wartawan yang mencegat dan menanyakan soal ‘meme’ (ejekan) bernada nyinyir yang oleh banyak pihak disebut menyudutkan dirinya, Khofifah menanggapinya santun. Dengan rendah hati dia menyebut bisa saja itu (meme yang tersebar antar WA) adalah perilaku usil pihak lain, bukan oleh kompetitor. Sebaliknya, Ketua Muslimat NU itu mengajak semua elemen yang ada di jalurnya atau pendukung dirinya untuk tidak bereaksi berlebihan.

“Saya tidak ngerti lho, memang banyak yang menanyakan ke saya, termasuk juga Kiai Asep soal saya yang dibikin meme (foto dirinya yang disandingkan dengan tikus). Saya selalu menyampaikan termasuk ke teman-teman relawan, untuk tidak usah ditanggapi kalau itu berkaitan dengan black campaign. Tetapi, jika ada yang menyampaikannya ke Polda Jatim, itu bagian dari mereka yang memang ingin ada penegakan UU ITE, sesuai aturan,” urai Khofifah.

Khofifah “Tidak ada kata terlambat, sejak saat ini harus mulai di iventarisir menuju kemakmuran dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur, saatnya NU bangkit”

Bakal calon Gubernur Jatim yang berpasangan dengan Emil Elistianto Dardak itu mengajak semua pihak untuk ikut menjaga kondusifitas wilayah termasuk berkaitan pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jatim, yang digelar 27 Juni 2018.

“Kalau saya selalu ingin menjaga suasana tetap kondusif, tapi mohon semua juga ikut menjaganya, jangan bikin sesuatu yang bisa membikin reaksi. Saya tidak akan menuding, bisa saja (yang membuat meme) bukan kompetitor. Karena, sangat mungkin ada orang lain yang mencoba melihat proses di Pilgub Jatim. Menurut saya, semua pihak juga harus ikut menjaga, bukan hanya yang sedang berproses di dalam Pilgub Jatim,” terangnya.

Jika kepolisian (Polda Jatim) yang bergerak? “Bagus lah, tetap harus ada pembelajaran. Menurut saya, termasuk yang menimpa Mas Anas (Abdullah Azwar Anas soal beredarnya foto syur), pihak pertama yang mengunggah tetap perlu diselidiki, supaya tidak terulang lagi. Jadi, yang menjadikan pemicu suasana tidak kondusif harus diberikan pelajaran. Saya rasa pihak kepolisian juga akan meluruskan itu,” pungkasnya.

Dukung Khofifah-Emil, Pengusaha Sidoarjo Jadi Relawan Swadaya

Sementara, masih dalam rangkaian acara Minggu siang itu, HM Masnuh tuan rumah yang juga penyelenggara reuni akbar yang dihadiri ratusan undangan, mengaku siap menjadi ‘Relawan Khofifah-Emil’ untuk memenangi Pilgub Jatim, khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Semua akan dilakukan dengan swadaya, biayai sendiri untuk berbagai keperluan menarik simpatik calon pemilih memenangkan Khofifah sebagai Gubernur Jatim.

“Kami relawan di luar partai dan di luar struktur, tetapi terus bergerak untuk memenangkan pasangan Khofifah-Emil menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Memang sudah saatnya, karena Khofifah mumpuni, pendidikan dan pengalamannya termasuk terbukti berhasil menjadi menteri. Dengan semua kemampuannya sangat layak menjadi gubernur,” terang HM Masnuh pengusaha sukses Desa Ngingas, Waru.

HM Masnuh “Kami relawan di luar partai dan di luar struktur, terus bergerak memenangkan Khofifah-Emil. Sudah saatnya, karena Khofifah mumpuni, berpengalaman termasuk berhasil menjalankan tugas menteri, dan layak menjadi gubernur” (Foto: Tudji)

Dia menyebut segera mendirikan ratusan posko relawan di seluruh wilayah Sidoarjo. Termasuk berbagai acara yang tengah disiapkan untuk meramaikan kegiatan di sekitar posko yang didirikan, bersama masyarakat sekitarnya.

“Kita akan buka Posko Pemenangan Khofifah-Emil di sejumlah titik yang terus kita matangkan, lengkap dengan berbagai kegiatan untuk meramaikannya,” sambung pengusaha yang juga pembina dan penyantun kaum difabel itu.

Baca juga: Pilkada, Mahar dan Hilangnya Budaya Santun

Untuk diketahui, HM Masnuh, selain menekuni usahanya yang dilakukan sejak 25 tahun silam itu, juga menjadi pembina difabel. Mereka yang memiliki keterbatasan fisik, baik bawaan sejak lahir atau cacat akibat kecelakaan, dirangkul dan diberikan pembinaan serta diajak bekerja. Dia mengaku, berlimpah harta meski dari hasil kerja sendiri, tidak membuat dia lupa diri. Sebagian rejeki yang di dapat sengaja disisikan, termasuk untuk kaum difabel yang ada di Sidoarjo, Surabaya dan sekitarnya. “Itu sesuai perintah Allah SWT,” tegasnya.

HM Masnuh “Pengusaha dan Pembina Difabel. Merangkul, mereka yang memiliki keterbatasan fisik bawaan sejak lahir atau cacat akibat kecelakaan. Diberikan pembinaan keterampilan dan diajak bekerja” (Foto: Tudji)

Selain diberikan bantuan kursi roda, mereka juga diberikan pembinaan ketrampilan atau diajak bekerja sesuai kemampuan masing-masing.

“Ini saya lakukan sejak 5 tahun silam, terus terang saya terharu melihat mereka (difabel), sekarang ada 65 orang difabel, dan pastinya jumlah itu akan bertambah. Sesuai kemampuannya mereka saya ajak bekerja,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here