Khofifah dan Saifullah Resmi Calon Gubernur Jatim

0
50

Nusantara.news, Surabaya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menetapkan dua pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur resmi maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur, yang terjadwal digelar 27 Juli 2018. Pengesahan dua pasangan calon, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, dilakukan hari ini, Selasa (13/2/2018).

“Sesuai hasil rapat pleno KPU Jawa Timur, pasal 48 ayat 1 bahwa berdasarkan hasil perbaikan registrasi dan dokumen perbaikan persyaratan calon KPU Jatim menetapkan dua bakal Cagub dan Cawagub yang memenuhi syarat sebagai berikut. Khofifah Indar Parawansa berpasangan dengan Emil Elistianto Dardak dan Saifullah Yusuf berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno,” terang Ketua KPU Jatim Eko Sasmito saat mengumumkan hasil repat pleno terbuka pengumuman pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018, Senin (12/2/2018).

Penetapan kedua Paslon, tertuang dalam  surat pengumuman bernomor 100/PL. 02-2,SD/06/KPU/I/2028  yang ditandatangani oleh ketua KPU Jatim Eko Sasmito.

Hasil dari dokumen perbaikan dan persyaratan calon yang telah mendaftar nama Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak status memenuhi semua persyaratan, juga untuk pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno status memenuhi syarat.

Kemudian, setelah kedua pasangan calon dinyatakan sah oleh KPU Jawa Timur, sejumlah berkas pengumuman pencalonan itu diberikan kepada kedua tim pemenangan yang hadir dalam acara itu. Selain menerima berkas pencalonan, hari ini tim kampanye juga akan mengikuti rapat dengan komisioner KPU Jawa Timur untuk mengikuti pengundian pengambilan nomor urut.

“Kami meminta agar kedua kandidat membawa pendukung sesuai dengan yang sudah ditetapkan,” kata komisioner KPU Jatim Muhammad Arbayanto.

Sementara, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur Muhammad Amin mengatakan, setelah ditetapkan KPU Jatim, kedua kandidat punya hak dan kewajiban melekat sebagai pasangan calon Gubernur Jatim dan Wakil Gubernur Jatim untuk maju di kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2017.

Diharapkan agar kedua kandidat dan tim pemenangan bisa memahami ketentuan untuk dilaksanakan sebaik-baiknya. Agar tidak ada kegiatan yang dilakukan baik oleh pasangan atau tim pengusungnya yang melanggar ketentuan sesuai undang-undang yang berlaku.

“Harapan kamu semua pasangan calon menahan diri tidak melakukan aktifitas yang dilarang undang undang,” pintanya.

Khofifah – Emil Sapa Pendukung Perempuan Lintas Partai

“Ini bagian dari mengukir sejarah, saatnya perempuan memimpin Jatim” (Foto: Tudji)

Sesaat setelah resmi ditetapkan sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, pasangan Khofifah-Emil menghadiri dan mengkukuhkan Deklarasi Koalisi Perempuan Pemenangan Khofifah-Emil di Hotel Garden Palace Surabaya, kemarin siang.

Di hadapan para Srikandi pendukungnya dari semua partai pendukung pasangan Khofifah-Emil, keduanya berkesempatan menyapa dan memberikan motifasi untuk menggapai kemenangan di Pilgub Jatim. Para perempuan itu adalah kader- kader handal dari partai pendukung, seperti perempuan Golkar, perempuan PAN, Malahayati dari Partai NasDem, PPP, Hanura dan PKPI.

Dikesempatan itu, di depan ratusan perempuan pendukungnya, usai memberikan pidato menyemangati gerakan perempuan lintas partai untuk memenangkan Pilgub Jatim. Emil dengan suara merdunya memainkan piano dan bernyanyi menghibur mereka. Sontak seisi ruangan hotel khususnya para perempuan itu ikut hanyut dalam alunan lagu Ibu Kita Kartini yang menyemangati perjuangan perempuan. Saling rebut dan cari kesempatan untuk berfoto dengan Emil pun ikut mewarnai suasana itu.

“Sudah saatnya perempuan menunjukkan keberadaannya. Kita tidak lagi membicarakan tentang kesertaraan gender dan perempuan. Tapi saatnya berbicara tentang  keunggulan perempuan untuk memajukan Jawa Timur,” kata Emil Dardak usai menyanyi, yang disambut riuh tepuk tangan perempuan pendukungnya.

Emil berharap semua perempuan di Jawa Timur bahu membahu untuk turut membangun negeri.

“Ini bukan untuk melawan khodrat, tetapi turut membangun peradaban, menjadikan Jawa Timur menjadi lebih baik,” ajaknya.

Emil kemudian menyebut dan memberikan contoh, kalau pebisnis besar seperti Jack Ma. Usahanya menjadi sukses dan besar karena separuh tenaga kerjanya adalah perempuan.

“Nah, di Jawa Timur, perempuan sangat penting karena punya keunggulan. Di pasar para perempuan bisa menggerakkan perekonomian dan itu harus terus kita lanjutkan,” terang suami Arumi Bachsin ini.

Saatnya Perempuan Pimpin Jatim

Senada dengan Emil, Khofifah pun ingin mengukir sejarah di Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, dia mengatakan dan mengajak perempuan di Jatim untuk ikut berkiprah mensukseskan Pilgub Jatim, dan saatnya perempuan juga bisa tampil mengukir sukses.

“Setelah ditetapkan sebagai calon, ini event pertama yang saya kunjungi. Saatnya ada gubernur perempuan. Ini sedang membangun sejarah, selama perjalanan gubernur di Provinsi Jatim, sudah saatnya melahirkan gubernur perempuan,” ujar Khofifah yang kemudian disambut sorak sorai.

Gus Ipul Simak Suara Pedagang

Berbeda dengan pasangan Khofifah-Emil, Saifullah Yusuf yang maju Pilgub Jawa Timur berpasangan dengan Puti Guntur ternyata mengisi satu hari menunggu pengesahan dengan mengunjungi Pasar Wonokromo.

Di sana, Gus Ipul berjalan dan mendatangi satu lapak ke lapak yang lain, dua berusaha menyimak penjelasan para pedagang dan pembeli, itu disebutnya dilakukan dengan secara mendadak. Itu dilakukan beberapa jam sebelum penetalan dirinya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur.

Dari lapak telur, penjual daging, padagang beras, pejual bumbu-bumbuan, penjual krupuk, penjual daging ayam, toko pakaian, dan banyak lapak lain pedagang sembako, muncul rasa bahagia. Mereka dapat berjualan dengan tenang karena harga stabil.

Pertama-tama yang menggelitik rasa ingin tahunya adalah perkembangan seputar harga cabe yang belakangan jadi persoalan kareba harganya yang baik turun. Tetapi Gus Ipul tampak senang begitu bertemu langsung dengan padagang cabe.

Ia memperoleh informasi langsung dari pedagang cabe yang sudah tahunan berkegiatan di pasar tersebut. Bu Salma, pedagang itu, mengaku belum lama ini harga cabe membuatnya sempat akan beralih ke komoditas lain karena harganya melambung.

“Gimana harga cabai, sekarang. Apa masih naik ?” tanya Gus Ipul. “Allhamdulillah sudah tidak naik lagi. Sudah stabil, Gus,” jawab sang pedagang yang sehari-harinya ditemani suami ya. Naiknya harga belum lama ini telah membuat komoditas ini jadi isu nasional.

“Jadi harganya sudah sgah stabil ya,” tanya Gus Ipul meneguhkan. Berjalan bebarapa langkah, mantan Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Ansor ini berhenti di lapak penjual daging ayan. “Kalau daging ayam gimana. Harga masih stabil kan,” tanyanya.

Pedagang menjawab, “Alhamdulillah tetap stabil, Gus,” jawab pedagang daging ayam. Meski demikian ia mengatakan beberapa waktu lalu harga daging ayam mengalami kenaikan.

“Stabil, Gus. Naik sih iya. Tapi cepet turunnya dari pada bahan lain,” katanya.

Saat bertanya apakah ayam-ayam potong itu dibeli dari daerah lain seperti dari Kediri, misalnya, mereka menjawab tidak. “Ini ngambil di Kediri ya?,” Tanya Gus Ipul. “Tidak, Gus. kejauhan (kalau dari sana), mahal di uang ongkos,” jawabnya.

Puti Guntur berkeliling ke sejumlah daerah di Jatim”

Sambil menyampaikan terima kasih kepada beberapa pedagang, Gus ipul menegaskan bahwa Jawa Timur bisa menjadi seperti sekarang karena para pegiat di pasar.

“Jatim maju perekonomiannya seperti sekarang, ya berkat beliau-beliau ini, para pedagang,” jelas Gus Ipul.

Kunjungan diakhiri dengan menemui sejumlah tukang becak. Dengan gayanya, dia berangkulan dengam mereka, dan minta didoakan agar tetap kuat memegang amanah.

Sementara, Puti Guntur di sebuah kesempatan meminta kekuatan PDI Perjuangan semakin kencang bergerak. Yakni, mengamankan pemilih PDIP dan memperluas suara ke semua elemen masyarakat.

“Amankan pemilih PDI Perjuangan. Kemudian memperluas dukungan kepada segmen-segmen masyarakat lain,” kata Puti Guntur di Surabaya.

Untuk menggerakkan kekuatan PDIP, cucu Bung Karno itu semakin sering turun ke daerah-daerah. Akhir pekan kemarin Puti bertemu ribuan pengurus PDIP di Kabupaten Kediri. Sebelumnya di Nganjuk, Ngawi, Trenggalek, Surabaya, Jombang, Bangkalan dan Banyuwangi.

Puti mengutip pesan ayahnya, Guntur Soekarno, bahwa di Jawa Timur begitu banyak kaum nasionalis. Mereka hidup berdampingan dengan kaum Nahdliyin. “Di provinsi ini begitu banyak Marhaenis atau Soekarnois,” katanya.

Pasangan yang menyebut dari Nahdliyin dan Nasionalis itu menyatakan tekad untuk bekerja keras, memajukan Jawa Timur.

“Harus disyukuri ada dukungan besar dari kalangan ulama. PDI Perjuangan harus all out, lebih kencang bergerak untuk memenangkan Pilkada Jawa Timur,” kata dia.

Sebelumnya, setelah nama Abdullah Azwar Anas resmi mundur, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memutuskan Puti Guntur Soekarno sebagai Cawagub, seluruh kekuatan PDIP di Jatim diminta bergerak, memenangkan pasangan itu.

“Semua harus turun. Simpatisan, kader, pengurus, anggota DPRD, dan petugas partai lain harus bergerak ke warga,” katanya.

Salah satu semangat yang disuarakan diantaranya, pada diri Puti Guntur ada warisan Bung Karno. Kemenangan Pilkada Jatim akan memberi kesempatan untuk menjalankan dan meneruskan ajaran Bung Karno, khususnya di Jawa Timur.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here