Khofifah-Emil Siap Berlaga, Menangi Pilgub Jatim 2018

0
124
"Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak resmi sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di Pilkada 2018"

Nusantara.news, Surabaya – Di hari terakhir, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur, yang dijadwalkan digelar 27 Juni 2018.  Pasangan Khofifah-Emil diantar oleh ratusan pendukung hingga di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim di Jalan Tenggilis No. 1, Surabaya, Rabu (10/1/2018).

Pimpinan partai politik pengusung Khofifah-Emil secara bergantian menunjukkan keabsahan surat dukungan, di antaranya Partai Demokrat yang dihadiri Ketua DPW Demokrat Jatim Soekarwo, dari Partai Golkar tampak Sekretaris DPD Golkar Sahat Tua Simanjuntak, sementara Ketua DPD Golkar Jatim, Nyono Suharli tidak hadir karena ada kegiatan yang sama untuk Pilbup Kabupaten Jombang. Serta tambahan dukungan dari PAN yang dihadiri ketua dan sekretaris. Serta dari PPP terlihat ada Ketua PPP Jatim Musyafak Noer dan sekretaris, dari NasDem dihadiri sekretaris karena ketua Rendra Kresna tengah ada kegiatan di Jakarta. Dari Hanura, terlihat Ketua Kelana Aprilianto dan sekretaris.

Baca Juga: Siapa pun Wakilnya, Cagubnya Tetap Gus Ipul

Diantar Kiai, Parpol, Relawan dan Warga Khofifah-Emil Berangkat dari Ponpes Amanatul Ummah

“Pimpinan partai politik pengusung Khofifah-Emil secara bergantian menunjukkan keabsahan surat dukungan” (Foto: Tudji)

Menuju KPU Jatim, Khofifah-Emil berkumpul dan berangkat dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah di kawasan Jalan Siwalankerto Surabaya. Di kesempatan itu, Emil selain memohon restu kepada para kiai di Jatim, juga meminta masyarakat Jatim untuk mengantarkan sukses koalisi besar untuk menuju Jatim yang lebih baik.

“Saya meminta izin dan restu para kiai serta seluruh masyarakat Jatim. Dengan bergabungnya kekuatan besar ini, kita harapkan akan terwujud Jawa Timur yang semakin mantap dan menjadi provinsi yang kuat secara kepemimpinan,” ucap Emil.

Dengan menumpang kendaraan yang dihias burung dengan latar belakang warna-warni, pasangan Khofifah-Emil berdiri dengan melambaikan tangan menyapa warga yang mengelu-elukan di sepanjang jalan yang dilalui, menuju ke KPU Jatim. Di tepi jalan sepanjang rute yang dilalui, telah tertata rapi gambar pasangan Khofifah-Emil.

“Hidup Khofifah-Emil, hidup Jawa Timur,” teriak massa pendukung yang mengiringi.

Khofifah – Emil Resmi Sebagai Pasangan Cagub 2018 

“Pasangan Khofifah-Emil diharapkan mampu mewujud Jawa Timur yang semakin mantap dan menjadi provinsi yang kuat secara kepemimpinan” (Foto: Tudji)

Setelah dilakukan pemeriksaan berkas-berkas yang dikumpulkan, petugas memberikan catatan misalnya ada tanda tangan yang belum dilakukan, segera diminta untuk dilengkapi. Termasuk surat keterangan yang harus disertakan, jika yang bersangkutan tidak ikut hadir. Namun, berkas surat keterangan tersebut kemudian terpenuhi setelah surat yang dikirim diterima KPU Jatim, melalui email. Setelah semua berkas dinyatakan selesai dan ditandatangani, dilanjutkan dengan penandatanganan penerimaan berkas. Dalam rangkaiannya pasangan bakal calon dan pimpinan partai kemudian berkesempatan berpose bersama dengan ketua dan petugas KPU Jatim.

“Persyaratan yang diwajibkan sesuai ketentuan telah terpenuhi, dan sah,” ujar Eko Sasmito.

Baca Juga: Beredar Rekaman ‘Mahar Politik’ Partai Gerindra

Tim Pemenangan Optimis Usung Khofifah-Emil ke Kursi Gubernur

“Kami tidak pernah melihat dan berpikir siapa lawan yang berkompetisi dengan kami. Kami akan terus turun ke bawah menyampaikan ke masyarakat dalam waktu yang relatif pendek ini. Itu dilakukan parsial, partai akan jalan dan bergerak sesuai wilayah masing-masing” (Foto: Tudji)

Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Khofifah-Emil, Renville Antonio menegaskan strategi pemenangan yang akan dilakukan tidak berubah seperti yang telah dirumuskan, sejak awal. Pihaknya juga mengaku optimistis untuk memenangi pemilihan, tidak terpengaruh dengan bergantinya pasangan lawan. Dan, selalu siap mengantar Khofifah-Emil menuju kursi gubernur dan wakil gubernur. Tidak ada pembagian tugas khusus, partai koalisi sudah pasti akan jalan menggerakkan mesin partainya di semua daerah.

“Kami tidak pernah melihat dan berpikir siapa lawan yang berkompetisi dengan kami. Kami akan terus turun ke bawah menyampaikan ke masyarakat dalam waktu yang relatif pendek ini. Itu dilakukan parsial, partai akan jalan dan bergerak sesuai wilayah masing-masing. Kita akan kerja bareng dengan partai pengusung lainnya dan Tim Kamda (kampanye daerah) untuk tempat berkoordinasi,” terang Renville.

Posko Relawan Khofifah-Emil di Seluruh Jatim

“Kami berkhimat kepada guru yang berjuang bagi kemashalatan umat. Mendukung pasangan Khofifah-Emil karena sami’na wa ato’na sama Gus Sholah” (Foto: Tudji)

Kemudian, untuk memudahkan koordinasi termasuk berbagai elemen lainnya yang juga bekerja mengantarkan pasangan Khofifah-Emil memenangi Pilkada Jatim, KH Salahuddin Wahid mendirikan Posko Pemenangan KIP-Emil yang diberi nama Tim Baguss, di Graha Astranawa di Jalan Gayungsari Surabaya.

“Sekretariat ini untuk memudahkan kerja tim Baguss, baik untuk melakukan koordinasi internal maupun eksternal. Dipilihnya tempat ini karena memang sangat strategis,” terang Wakil Ketua Baguss, Roisuddin Bakri.

Posko-posko serupa dibentuk hingga ke desa-desa di seluruh Jatim. Itu untuk memudahkan sosialisasi dan koordinasi tim di berbagai daerah yang mendukung dan mensosialisasikan Khofifah-Emil ke masyarakat.

Roisuddin menambahkan, Baguss telah bekerja dan melakukan koordinasi dengan membentuk tim kerja mulai dari tingkat ranting dipelopori oleh mayoritas alumni Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

“Visi dan misi kita sama, yakni berkhimat kepada guru yang berjuang bagi kemashalatan umat. Mendukung pasangan Khofifah-Emil karena sami’na wa ato’na sama Gus Sholah. Apalagi beliau punya visi yang jelas dalam memilih pemimpin,” tambahnya.

Ini Kekuatan Partai Pengusung Khofifah-Emil

“Koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, NasDem, Hanura siap antar Khofifah-Emuil menuju Kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim” (Foto: Tudji)

Pihaknya mengaku tidak ada sedikit pun keraguan atas pilihan Gus Solah, yakni pasangan Khofifah yang telah teruji kemampuan, kepemimpinan dan keberhasilan kinerjanya. Serta pasangannya yakni, Emil sebagai sosok muda, cerdas dan memiliki kemampuan untuk mewujudkan Jatim yang lebih baik, dari saat ini. Selain dimotori banyak kader NU, lingkungan pondok pesantren serta kehadiran banyak kiai, cita-cita pasangan Khofifah-Emil diyakini akan terwujud.

“Kami di luar struktur NU. Namun, dalam jiwa kami semua ada semangat juang KH Hasyim Asy’ari. Ruh berjuang beliau yang perlu dibangkitkan kembali. Seperti delegasi hijaz ketika ada masalah internasional maupun resolusi jihad di Surabaya,” tegasnya.

Baca Juga: Adu Cerdik Mega, SBY, Prabowo, dan Gonjang-Ganjing Pilgub Jatim

Untuk diketahui, pasangan Khofifah-Emil ini maju di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur didukung koalisi partai politik, yakni Demokrat (13 kursi) dan Partai Golkar (11 kursi), PAN (7 kursi), PPP (5 kursi) dan NasDem (4 kursi), Hanura (2 kursi), total ada sebanyak 42 kursi.

Total dukungan partai politik ada 42 kursi, kekuatan juga bertambah untuk mendukung pasangan Khofifah-Emil setelah di detik-detik terakhir PAN kemudian juga bergabung memberikan dukungan. “Kita mendapat tambahan dukungan, dari PAN,” kata Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil, KH M Roziqi.

Sementara, untuk pasangan Saifullah Yusuf dijadwalkan juga akan segera mendaftar ke KPU Jatim berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno, yang sebelumnya Gus Ipul telah lebih dulu berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas, yang kemudian mundur setelah diterpa beredarnya foto syur seorang lelaki mirip Anas bersama seorang perempuan. Pasangan ini, diusung oleh PKB (20 kursi) dan PDI Perjuangan (19 kursi), dan PKS (6 kursi).

Jika dilihat dari peta dukungan partai politik, pasangan Khofifah-Emil memiliki keunggulan jumlah suara kursi dibanding jumlah suara dukungan yang dimiliki oleh pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. Namun, semua kembali ke pemilih, siapa yang dipercaya untuk merubah atau menjadikan Provinsi Jatim menjadi lebih baik. Kekuasaan bukan semata untuk kepentingan golongan dan segelintir orang. Mampu mewujudkan keberpihakan kepada rakyat kecil, mampu menyelesaikan masih tingginya angka kemiskinan, dan mengatasi pengangguran.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here