Khofifah Idola Pemilih Muda Zaman Now

0
262
CEO IPOL Indonesia Petrus Hariyanto (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mendatang, pemilih milenial atau generasi muda yang akrab dengan gadget, media sosial dan aplikasi internet akan menjadi kunci pemenangan di pemilihan kepala daerah 2018. Itu diulas dan disampaikan oleh IPOL Indonesia, dengan menyajikan berbagai data, peta dan fakta potensi generasi kekinian atau yang kini biasa disebut jaman Now.

Keberadaannya menjadi potensi untuk mendulang sukses kandidat yang jeli menggandeng mereka, generasi yang lahir antara tahun 1981-1994. Dalam catatan IPOL Indonesia, nama Khofifah Indar Parawansa menempati urutan tertinggi. Menteri Sosial itu paling banyak diminati oleh generasi kekinian, yakni sebanyak 2804.

CEO IPOL Indonesia Petrus Hariyanto menegaskan, untuk dapat memenangi pemilihan kepala daerah, termasuk di Pilgub Jatim, kandidat harus merangkul dan mendekati generasi pemilih pemula yang jumlahnya mencapai 14.506.800 tersebut. Tentu, langkah yang harus di tempuh oleh kandidat tidak hanya menjual atau hanya pintar mengobral janji-janji manis saat berkampanye, tetapi harus bisa memberikan keyakinan sebagai daya tarik untuk menuju perubahan.

“Data statistik mencatat, bonus demografi Jawa Timur adalah 43,97 persen dari total penduduk yang mencapai 38,85 juta jiwa. Itu artinya ada sekitar 17,1 juta kelompok usia produktif yang masuk kategori pemilih rasional,” urai Petrus dalam paparannya tentang Hasil Riset SIPOL Indonesia di Hotel Aria Centra Surabaya, Rabu (1/11/2017).

Dari jumlah itu, generasi milenial atau generasi Y jumlahnya mencapai 37,68 persen, yang merupakan kaum muda yang mencapai 14,5 juta. Secara umum, dengan jumlah yang signifikan tidak mustahil mereka akan menjadi target dalam kampanye kandidat dalam menyampaikan pesan atau viral. Dibeberkan, karakteristik pemilih milenial antara lain, mereka lebih percaya terhadap user generated content. Artinya content yang dipublish oleh tim sukses melalui media massa tidak serta merta mempengaruhi keputusan pemilih.

Simulasi Tiga Pasangan di Pilgub Jatim

IPOL Indonesia

SIPOL Indonesia juga menyampaikan dari data yang didapat selama tiga bulan terakhir antara 1 Agustus hingga 31 Oktober 2017, dengan cara melakukan simulasi tiga pasangan bakal calon Gubernur Jatim, yakni Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Khofifah Indar Parawansa, La Nyalla Mattaliti. Hasilnya, ada 29.806 postingan tentang Khofifah, disusul Saifullah Yusuf sebanyak 16.151 dan La Nyalla sebanyak 4.413 share post. Postingan terbanyak yang membicarakan Pilgub Jatim adalah warganet yang berumur 18-35 tahun. Gus Ipul dibicarakan oleh sebanyak 51,3 persen, Khofifah 50,5 persen, dan La Nyalla 55,9 persen.

Dalam paparannya IPOL Indonesia tidak berkutat pada nilai elektabilitas atau nilai-nilai yang lain pada pasangan kandidat. Namun, lebih melihat pada karakter pemilih untuk menentukan cara terbaik dalam berkampanye.

“Setinggi apa pun nilai kandidat bisa dilampaui oleh pesaingnya dengan mengetahui teknik pendekatan berkampanye, khususnya kemampuan mendekati kaum muda,” imbuhnya.

Rekam Jejak Dilakukan oleh Pemilih Milenial

SIPOL Indonesia, Emil berpotensi dampingi Khofifah

Catatan lainnya, sebagai pemilih rasional, kelompok milenial cenderung lebih cerdas dengan melakukan analisa yang berdasarkan pertimbangan komentar publik.

“Mereka bersosialisasi secara word of mouth atau dengan cara getok tular dalam bersosialisasi membicarakan Pilgub Jatim. Mereka juga cenderung kritis terhadap kandidat, serta langsung menganalisa rekam jejak kandidat. Menariknya, semua itu dilakukan lewat akses mobile internet,” terangnya.

Saat ini di Jatim terdapat sekitar 13 juta pengguna facebook atau sosial media. Dari data tersebut rentan usia paling aktif adalah 15-35 tahun. Generasi Y ini aktif memantau informasi melalui akun facebook, kemudian membicarakan kandidat secara intens serta membandingkan apa saja yang dilakukan oleh kandidat termasuk rekam jejak dan prestasi yang diraih.

Rekam jejak menjadi kata kunci dan penilaian yang dilakukan terhadap kandidat. Jadi, ini pengingat kepada para kandidat jangan berharap para pemilih milenial akan terpesona dengan janji-janji manis yang ditawarkan.

“Karena, sebagai pemilih rasional, kaum milenial lebih cerdas dalam menentukan pilihannya,” lanjut Petrus.

Artinya, jika kandidat mampu mengambil hati pemilih milenial atau generasi Y, tentu sangat menguntungkan. Jika kandidatnya berusia tua maka idealnya kandidat harus mampu merepresentasikan diri agar bisa diterima di kalangan muda, misalnya berpikir smart, visioner, dan selalu peka terhadap jaman dan lain-lain.

Pemilih milenial sebagai motor viral informasi adalah kunci kemenangan bagi kandidat, asalkan kandidat juga timnya punya cara khusus untuk mengelola isu maka, kemenangan bisa diraih.

Media juga Pegang Peran di Pilkada

Petrus Hariyanto CEO IPOL Indonesia (Foto: Tudji)

Selain mengelompokkan karakter pemilih, IPOL Indonesia juga menyampaikan hasil meneliti berbagai pemberitaan soal pasangan kandidat yang akan maju di Pilkada Jatim. Pemberitaan disebutkan juga ikut memegang peran penting terhadap pengelolaan isu-isu, serta memunculkan berbagai isu baru dan muncul akibat pemberitaan media sebelumnya.

Artinya, selain punya peran penting dalam mempengaruhi calon pemilih. Lembaga tersebut juga menyebut bisa melihat media mana saja yang efektif untuk kelompok tertentu, termasuk jika melakukan pemihakan.

“Kita juga menganalisa media mana saja yang efektif untuk kelompok tertentu,” katanya.

Dalam sebulan terakhir, ekspos terhadap kandidat bakal calon Gubernur Jatim yang marak diberitakan adalah Khofifah. IPOL Indonesia merekamnya, nama Menteri Sosial RI Khofifah menempati urutan tertinggi yakni, 2804. Kemudian di bawahnya menyusul nama Saifullah Yusuf diangka 2558. Nama Emil Dardak tercatat meraup angka 555, La Nyalla 501.

Sehari sebelumnya, masih soal Pilgub Jatim, Ketua DPD Demokrat Jatim Soekarwo mengakui kalau nama Khofifah terus melejit dan banyak diminati. Sebaliknya, meski selama dua periode menjadi pendampingnya, Pakde Karwo enggan memberikan komentar saat ditanya tentang sosok Saifullah Yusuf di Pilgub Jatim yang juga maju sebagai bakal calon. Lalu, ke mana arah dukungan Pakde Karwo di Pilgub Jatim, karena sebelumnya saat menjadi pembicara di kampus ITS, dia menegaskan suksesi kepemimpinan untuk Gubernur Jatim adalah yang bisa melanjutkan program yang telah dikerjakan oleh dirinya.

Dan, untuk Khofifah hingga saat ini masih terus menjadi tanda tanya siapa sosok yang akan mendampingi dirinya sebagai wakil untuk maju di Pilgub Jatim. Sementara, tim 9 yang bertugas melakukan survei terhadap delapan nama yang masuk daftar penjaringan, hasilnya akan diumumkan 5 Nopember 2017, mendatang. Setelah itu dikomunikasikan dengan partai pengusung dan juga kepada Khofifah yang mendapat kewenangan untuk memilih.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here