Khofifah Imbau Masyarakat Tidak Sebarkan Foto Teror Bom Kampung Melayu

0
78
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) berdialog dengan pengungsi konflik sengketa lahan yang ditampung di Marshailling Area Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX, Ambon, Maluku, Kamis (25/5). ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan/kye/17.

Nusantara.news, Jakarta – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat tidak ikut-ikutan menyebarluaskan foto pelaku maupun korban teror bom Kampung Melayu.

“Saya mohon warga jangan memviralkan foto maupun video aksi teror yang terjadi di Kampung Melayu, karena upaya tersebut hanya akan membuat oknum yang tidak bertanggung-jawab bangga dengan perbuatannya karena sudah diviralkan,” ujar Kofifah di sela-sela kunjungannya ke perkampungan pengungsi Batu Koneng, Ambon, Maluku, Kamis (25/5/2017).

Sebab target pelaku, terang Khofifah, adalah ingin memviralkan rasa takut masyarakat. “Sementara yang harus dibangun adalah rasa aman, tenang dan penuh kedamaian,” katanya.

Kofifah mengemukakan, paska kejadian aksi teror bom sekitar pukul 21.25 WIT dirinya dapat kiriman foto, dan langsung memberikan peringatan kepada teman-teman yang kirim, karena dalam kurung waktu detik, menit bahkan sekian jam aksi tersebut viral di media sosial.

Khofifah pun menambahkan, sebagai warga bangsa hendaknya bersama ssama membangun kewaspadaan, agar segala bentuk tindak kekerasan tidak lagi terjadi.

“Bersamaan dengan menyambut Bulan Suci Ramadhan, mari bersama membangun dan meningkatkan kewaspadaan dan siaga terhadap berbagi bentuk ancaman yang menganggu kerukunan di antara warga. Segala bentuk upaya yang menjadikan rasa takut dan teror tolong jangan diviralkan melalu berbagai media, mari kita bangun kewaspadaan bersama,” pinta Khofifah.

Khofifah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing aksi teror. Terlebih ledakan bom di Kampung Melayu terjadi bersamaan malam menjelang Hari kenaikan Isa Al Masih, sekaligus menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan.

“Saya mohon jangan ada yang terpancing. Sebaiknya hentikan yang memancing. Aksi tersebut terjadi pada malam kenaikan Isa Alamasih, lalu malam salat tarawih. Kemudian besok lusa, insya Allah sudah mulai Ramadhan. Mari kita bangun kebersamaan untuk mewujudkan Indonesia tenang, aman dan damai,” kata Khofifah.

Khofifah juga menjelaskan, Kemensos telah menyalurkan santunan kepada keluarga korban bom Kampung Melayu, masing-masing untuk korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta dan biaya pengobatan bagi yang luka-luka.

“Kehilangan anggota keluarga tidak bisa diganti oleh apapun, tetapi pemerintah berupaya memberikan santunan kematian bagi korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta, hal ini berlaku di seluruh Indonesia,” pungkas Khofifah.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here