Khofifah: Isra Mi’raj Sarat Pesan untuk Perkuat Persatuan

0
75
Massa Muslimat NU

Nusantara.news, Surabaya – Hari ini, 27 Rajab dalam kalender 1438 Hijriyah Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan spirituil yang tidak masuk di nalar otak manusia, dua kejadian maha dasyat dalam Isra Mi’raj yang hanya berlangsung semalam. Yakni perjalanan sejauh 1200km dalam peristiwa Isra, dilanjutkan dengan dinaikkannya utusan Allah SWT terakhir di muka bumi tersebut ke surga untuk menerima perintah sholat lima waktu dalam kejadian Mi’raj.

Pentingnya makna dari peristiwa Isra Mi’raj kembali digaungkan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa di GOR Sidoarjo, Minggu (23/4/2017) yang sekaligus dirangkai untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-71.

Di depan puluhan ribu muslimat NU se-Sidoarjo, Khofifah menekankan umat Islam untuk mengambil hikmah dan menjadikan pelajaran dari peristiwa Isra Mi’raj. “Pesan dalam Isra adalah turunnya perintah sholat. Sedangkan Mi’raj adalah pesan agar kita memakmurkan masjid,” jelasnya.

Untuk itu Khofifah mengimbau agar umat NU dan kaum muslimat, serta umat Islam pada umumnya agar senantiasa memberi sinar keberkahan, kedamian, serta kasih sayang di setiap masjid yang dikunjunginya. “Dengan begitu, yang terbangun di masjid adalah pesan damai, kasih, dan tetesan keberkahan. Itulah substansi Ukhuwah Islamiah,” serunya.

Perbedaan visi antar ormas Islam yang kian meruncing akhir-akhir ini akibat dinamika politik, tambah Khofifah, harusnya disikapi dengan bijaksana dengan menjadikan masjid sebagai pemersatu. “Masjid kan rumah Allah SWT. Masing-masing organisasi massa (ormas) tentunya punya visi yang berbeda-beda. Semestinya kita menjadikan perbedaan itu sebagai rahmat. ‘Minal masjid ilal masjid,” tuturnya.

Untuk itu dia menekankan agar umat Islam selalu menjaga kesucian masjid sehingga di setiap aktifitas yang terjadi di dalamnya senantiasa membawa nuansa kesucian. “Jangan sampai muncul pertentangan dan perbedaan yang menjadi friksi, yang dapat memecah belah kehidupan, keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan,” sebutnya.

Menurutnya, hikmah Isra Mi’raj bisa dijadikan landasan pemikiran umat Islam di Indonesia untuk makin memperkuat kesatuan NKRI. “Sebetulnya, NU itu memberi satu pemikiran dan doktrin sangat komprehensif. Bagaimana membangun ukhuwah wathaniyah, semangat kebangsaan,” pungkasnya.

Pesan Khofifah menyentil semangat kebangsaan yang harus tetap dijaga utuh dan bersinergi dengan persaudaraan antarumat Islam maupun antarumat manusia. Sehingga, NKRI dengan Bhineka Tunggal Ika-nya, pondasinya semakin kokoh. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here