Khofifah Langsung Lewat DPP PPP, Fandi Digadang Jadi Wakil

0
77

Nusantara.news, Surabaya – Setelah sebelumnya mendaftar lewat DPD Partai Demokrat (PD) Jatim di Surabaya, sebagai bakal calon Gubernur Jatim. Khofifah Indar Parawansa juga mendaftar langsung ke DPP Partai Persatuan pembangunan (PPP), di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Wakil Sekretaris DPP PPP Achmad Baidhowi mengatakan, setelah resmi sebagai bakal calon yang didukung, di internal Partai Ka’bah tersebut muncul dua nama yang menjadi bahasan, dipandang sebagai calon wakil gubernur yang cocok mendampingi Khofifah, Fandi Utomo dan Musyafak Noer.

“Di internal PPP ada dua nama yang akan diusulkan menjadi pendamping Khofifah sebagai bakal calon wakil gubernur. Pertama, Ketua DPW PPP Jatim Musyafak Noer dari jalur internal. Sementara dari jalur eksternal muncul nama Fandi Utomo yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI. Dua nama itu terus menjadi bahasan,” terang Ahmad Baidhowi, Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Madura Raya, Kamis (19/10/2017).

Kedua nama itu terus digodok di DPP PPP, lanjutnya. Karena, kewenangan untuk Pilgub ada ditingkat pusat. Pria yang akrab disapa Awi itu menambahkan, nama Musyafak Noer merupakan representasi dari kader PPP dan Fandi Utomo representasi dari kalangan nasionalis.

Rekam jejak Fandi Utomo dan sebagai legislator Partai Demokrat banyak bersentuhan dengan kalangan nasionalis itu dinilai sebagai sosok ideal mendampingi Khofifah. Selain sebagai aktivis GMNI, Fandi Utomo juga dikenal dekat dengan kalangan Nahdliyyin.

“Fandi Utomo pernah menjabat sebagai Mustasyar PCNU Surabaya. Artinya, dari kalangan nasionalis, Fandi Utomo sangat tepat untuk mendampingi Khofifah. Jawa Timur harus dipimpin oleh kombinasi nasionalis-santri. Karena ini merepresentasikan kultur di Jawa Timur,” terangnya.

Kemudian, soal basis, untuk kawasan Mataraman yang kental dengan penganut nasionalis dinilai sangat menentukan munculnya kepemimpinan di Jatim untuk lima tahun ke depan.

“Fandi Utomo yang lahir di Mojokerto. Tentu memiliki jaringan yang cukup luas di kawasan Mataraman,” tambahnya.

Masih kata Awi, arah dukungan PPP ke Khofifah sangat tepat dan jelas. Meski sebelumnya Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga mendaftar di DPW PPP Jatim, sebagai bakal calon gubernur, yang saat itu diantar sejumlah pengurus DPW PKB Jatim. Dalam perjalanannya, Gus Ipul kemudian bersama Abdullah Azwar Anas dari PDIP. Pasangan Gus Ipul-Anas kemudian dikukuhkan oleh DPP PDIP resmi sebagai pasangan Cagub dan Cawagub Jatim 2018.

“Khofifah telah resmi mendaftar di PPP sebagai cagub. Namun untuk wakilnya belum, untuk itu kami mengusulkan dari internal dan eksternal,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya pencalonan Khofifah sebagai bakal calon Gubernur Jatim terus kebanjiran dukungan. Sejumlah partai politik telah menyatakan mendukung dan siap memenangkan Khofifah. Selain Partai Golkar, Partai NasDem dan Partai Hanura juga mendukung. Tidak tertutup kemungkinan sejumlah partai lainnya, seperti PAN serta PKS, yang hingga saat ini belum menentukan pilihan.

Petakan Kekuatan, Optimis dapat Tambahan Parpol

Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi (Foto: Tudji Martudji)

Sementara, ditemui di kantornya, Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi mengaku optimistis jagonya akan mendapat tambahan dukungan partai politik lainnya. Minimal tiga partai politik akan merapat, mendukung pasangan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dengan Abdullah Azwar Anas. Gus Ipul-Anas yang diusung koalisi PKB-PDIP untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, 2018 itu pun terus melakukan pemetaan wilayah. Namun, partai mana saja yang memastikan mendukung pasangan itu, Kusnadi mengaku belum bisa memberikan kepastian partai mana saja yang dimaksud.

“Ada tiga parpol dan mungkin bisa lebih, tapi belum bisa saya katakan, karena masih omong-omong, baik dengan saya juga dengan Ibu Untari (Sekretaris DPD),” ujar Kusnadi usai menerima Saifullah Yusuf di kantor DPD PDIP di Surabaya, Rabu (18/10/2017), malam.

Dikatakan, sejumlah partai politik memang terus melakukan komunikasi dengan pihaknya, termasuk juga ada yang berkomunikasi dengan para calon. Menurutnya, itu merupakan wujud komunikasi yang baik, terus dijalin dan merupakan harapan untuk menambah dukungan memperkuat pasangan Gus Ipul-Anas.

Menurutnya, partai politik yang masih belum menentukan sikap sangat dimungkinkan akan bergabung, karena mereka telah mengetahui pasangan yang diusung sudah pasti, daripada menunggu yang belum pasti dan masih wacana.

Yang pasti, kata Kusnadi, mereka melihat fenomena politik, dan mereka akan lebih sreg jika bergabung dengan PDIP. Perkembangan terbaru, lanjut Kusnadi, PDIP terus melakukan pemetaan dan survei, hasilnya akan dilakukan kajian bersama, dilaksanakan dua minggu lagi. Sementara, untuk target suara pihaknya belum bisa menyebut.

“Dari hasil survei, September lalu, pasangan Gus Ipul-Anas 58 persen, itu dilakukan Indo Barometer tanggal 17 sampai 23 September 2017 yang lalu,” kata Kusnadi.

Malam itu, lanjut Kusnadi, pertemuan dengan Gus Ipul dilakukan untuk membahas sejumlah agenda. Termasuk, untuk membicarakan dan melihat kondisi wilayah Jatim, secara keseluruhan. Untuk kantung-kantung politik yang menjadi basis PDIP, akan dikerjakan oleh kader PDIP, selebihnya pasangan juga diajak untuk memetakan kekuatan masing-masing wilayah.

Rangcang Deklarasi 10 Ribu Massa

Untuk deklarasi pasangan Gus Ipul-Anas, dengan mempertimbangkan efisiensi rencananya akan digelar di satu tempat, meski diakui sejumlah usulan juga dipertimbangkan untuk dilaksanakan di sejumlah tempat.

“Kita masih bicarakan itu, ada usulan dilakukan di satu tempat dengan mengundang 10 ribu orang. Tetapi di wilayah-wilayah lain juga akan diteruskan dengan sosialisasi,” kata Kusnadi kepada wartawan yang menunggu di DPD PDIP, malam itu.

Dalam pertemuan itu, masih kata Kusnadi pihaknya melakukan pembicaraan di antaranya soal memetakan wilayah. Misalnya, untuk daerah yang menjadi basis kekuatan PDIP, menjadi tanggung jawab partai. Sebaliknya, jika dirasa masih kurang untuk para calon akan dilakukan pembagian kewenangan dengan menggandeng partai lain.

“Rapat malam ini mempersiapkan teknis gerakan-gerakan partai. Misalnya tadi Gus Ipul memberikan tambahan masukan. Termasuk wilayah-wilayah yang menjadi basis partai, kami (partai) yang menggarap,” terangnya.

Melakukan itu, PDIP juga mengacu pada hasil survei, yang malam itu juga dipaparkan kepada Gus Ipul. Finalnya, dua minggu lagi hasil dari bahasan tersebut dilanjutkan dengan dilakukan pemetaan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here