Khofifah: Manfaatkan Teknologi untuk Membangun Negeri

0
42
Mensos dihadapan warga Muslimat NU di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (8/4/2017)

Nusantara.news, Pasuruan – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tak memungkiri bahwa persaingan pasar bebas memaksa bangsa Indonesia untuk lebih mawas diri, terutama dengan masuknya berbagai macam teknologi modern yang bisa menggerus persatuan dan kesatuan NKRI.

Menurutnya, kemajuan teknologi saat ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik secara positif terutama dalam menangkal segala macam bentuk yang bisa mengakibatkan krisis nasional. Dan janganlah menjadikan teknologi modern sebagai alat untuk memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Kemajuan teknologi yang sangat cepat membuat kita dihadapkan pada dua sisi mata uang. Ada sisi positif dan ada sisi negatif. Ada orang belajar merakit senjata dan bom via internet, ada yang memanfaatkan untuk prostitusi online. Ini adalah contoh yang negatif. Padahal masih banyak cara positif memanfaatkan kemajuan teknologi,” papar Mensos di hadapan warga Muslimat NU di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (8/4/2017).

Tidak hanya itu, lanjut Khofifah, bahwa manfaat teknologi dalam perkembangan kehidupan sehari hari sangat banyak. Terutama untuk pendidikan, industri, bisnis, organisasi, bahkan dalam konteks membangun bangsa dan negara demi terciptanya rasa aman dan berkeailan sosial.

Khofifah di hadapan sekitar 3000 ibu-ibu Muslimat NU yang hadir dalam rangka HUT ke – 71 Muslimat NU Kabupaten Pasuruan

Ia menyontohkan Kementerian Sosial telah memanfaatkan teknologi untuk penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) secara nontunai dengan memanfaatkan teknologi perbankan. Pada Maret lalu, Presiden juga meluncurkan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang memungkinkan penerima bantuan sosial membeli bahan pokok menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di e-Warung Gotong Royong.

“Bayangkan kalau kita mau berpikir dan bertindak positif memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa ini. Semakin banyak masyarakat yang akan tertolong dan terangkat kondisi ekonominya,” ujar Khofifah antusias.

Perempuan nomor satu di Muslimat NU ini menyemangati ibu-ibu Muslimat untuk perperan memanfaatkan kemajuan teknologi, misalnya dalam bidang organisasi. Sekarang rapat-rapat dapat dilakukan jarak jauh karena sudah terkoneksi dalam grup whatsaap di gawai masing-masing. Informasi terbaru tentang kegiatan organisasi atau dakwah juga dapat disampaikan dengan secepatnya melalui beragam aplikasi pesan.

“Maka sekarang pilihannya kembali kepada kita sendiri. Apakah akan membiarkan diri kita menjadi korban kemajuan teknologi atau menjadi pelaku perubahan dengan memanfaatkannya secara positif,” tambah Khofifah.

Di hadapan sekitar 3000 ibu-ibu Muslimat NU yang hadir dalam rangka HUT ke – 71 Muslimat NU Kabupaten Pasuruan, dengan mengambil tema Satukan Langkah Membangun Negeri Menjaga NKRI, Khofifah berpesan agar anak-anak juga senantiasa dipantau. Generasi penerus bangsa ini harus dikawal dengan sungguh-sungguh dan dibimbing agar pesatnya perubahan zaman dan perkembangan teknologi makin memperkuat kecintaan mereka terhadap NKRI.

“Ajarkan anak-anak mengenal Al Quran, mengenalkan doa sebelum beraktifitas, membangun kebiasaan dan perilaku terpuji. Membangun akhlak yang terpuji. Maka dengan benteng yang kokoh ini, diharapkan sekuat apapun terpaan perubahan zaman Insya Allah anak-anak mampu melewatinya dengan baik,” demikian Khofifah.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here