Khofifah Masih Diidolakan, Gus Ipul Tak Ingin Calon Tunggal

0
103
Khofifah satu-satunya nama yang diunggulkan dan masih terus diidolakan oleh warga Jawa Timur dan dinilai layak menjadi orang nomor satu di Jatim. Hanya dia yang mampu mengimbangi Saifullah Yusuf. Saat ini tidak ada tokoh yang bisa menandingi elektabilitas mereka.

Nusantara.news, Surabaya – Ada sebelas nama kandidat yang akan diusulkan oleh DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur, untuk maju sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jawa Timur 2018. Nama Khofifah dinilai kuat dan masih menjadi idola untuk maju di bursa pemilihan Gubernur Jawa Timur.

Ke sebelas nama tersebut, selain Khofifah Indar Parawansa, adalah Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jatim; Kusnadi Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim; Budi Sulistyono Bupati Ngawi, Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya; Bambang DH Mantan Wali Kota Surabaya ; Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi; Edi Rumpoko Wali Kota Batu, Sri Untari Bisowarno Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim; Suhandoyo Anggota DPRD Jatim dan Said Abdullah Anggota DPR RI.

Ideal dan Miliki Basis Massa Riil

Masih terkait maraknya perbincangan nama-nama yang dimungkinkan dan layak maju sebagai Bacagub Jawa Timur, pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Agus Mahfud Fauzi menganggap sosok Khofifah Indar Parawansa adalah sosok ideal sebagai bakal calon gubernur Jawa Timur di Pilkada 2018 mendatang.

Menurut Agus, satu-satunya nama yang diunggulkan dan masih terus diidolakan oleh warga Jawa Timur dan dinilai layak adalah Khofifah yang saat ini menjabat Menteri Sosial RI.

“Satu-satunya yang bisa mengimbangi Saifullah Yusuf hanya Khofifah. Saat ini tidak ada tokoh yang bisa menandingi elektabilitas mereka,” kata Agus.

Agus juga menyebut, jika Presiden Joko Widodo mengizinkan Khofifah maju di Pilgub Jawa Timur maka peta persaingan akan semakin sengit.

Kemudian, peneliti dari Lembaga Survei Regional (Lusera) Mufti Mubarok menyebut Khofifah yang merupakan Ketua Umum PP Muslimat NU, punya basis massa yang riil di Jawa Timur.

“Sudah terbukti pada pertarungan Pilgub periode lalu suara Khofifah utuh,” kata Mufti.

Dari 11 kader internal dan eksternal partai masuk dalam penjaringan Bakal Calon Gubernur Jawa Timur yang digelar DPD PDIP Jawa Timur. Salah satunya adalah Khofifah Indar Parawansa.

“Sebagaian besar kader internal partai, orang luarnya hanya Gus Ipul dan Khofifah,” kata sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari.

Dia mengatakan, sebelas kader yang lolos penjaringan tersebut adalah hasil usulan 38 DPC kabupaten/kota di Jawa Timur. Dan, nama Khofifah terus menjadi perbincangan, selain memiliki popularitas tinggi juga memiliki basis massa pendukung yang kuat di berbagai wilayah di Jawa Timur.

“Ini adalah sebuah demokrasi, biarlah DPC memberikan usulannya,” tambah dia.

Dalam waktu dekat, rangkaian proses penjaringan dan pendaftaran Bacagub Jawa Timur tersebut dilaporkan ke DPP PDI Perjuangan termasuk ke Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Nanti setelah pengembalian formulir pendaftaran semua rangkaian akan dilaporkan ke DPP. Dan, semua keputusan ada di DPP PDI Perjuangan,” jelasnya

Tahapan berikutnya usai menerima nama pendaftar, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menunggu instruksi dari DPP PDI Perjuangan, untuk menentukan kepastian dukungan untuk Pilgub Jawa Timur 2018.

“Kita serahkan ke DPP dan masih menunggu instruksi,” kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari, Kamis (29/6/2017).

Ada dua tahapan yang sudah dilakukan DPD PDI Perjungan Jawa Timur dalam rangkaian Pilgub Jawa Timur. Selain telah membuka pendaftaran bakal calon, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga menerima usulan dari DPC terkait sosok kandidat yang disusulkan layak maju sebagai Bacagub Jawa Timur di rangkaian Pilkada serentak 2018.

“Seluruh rangkaian dan proses politik itu semua akan kita laporkan ke DPP,” tambahnya.

Penjaringan tersebut adalah usulan dari 38 DPC kabupaten/kota di Jawa Timur. Selain dilakukan melalui penjaringan, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga membuka pendaftaran Bacagub dan Bacawagub Jawa Timur.

 

Gus Ipul Tidak Ingin Calon Tunggal

Sementara, Bacagub Jawa Timur Saifullah Yusuf yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menyambut baik munculnya calon lain untuk maju di Pilgub Jawa Timur 2018.

Gus Ipul menilai calon-calon yang akan muncul di Pilgub Jawa Timur, dinilai sama kuat. Termasuk Khofifah Indar Parawansa dan La Nyalla Mattaliti juga nama lainnya.

“Semua kuat, jadi tidak ada yang tidak kuat, siapa pun yang akan mencalonkan diri itu kuat,” ujar Gus Ipul menjawab pertanyaan wartawan usai mengembalikan formulir pendaftaran Bacagub Jawa Timur di DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Senin (3/7/2017).

Menurutnya, untuk wacana calon tunggal tidak perlu ditafsirkan dengan memborong partai.

“Jadi tidak perlu lagi ditafsirkan memborong partai dan calon tunggal, karena sulit untuk menyamakan sembilan partai dalam satu kesepakatan. Saya sekali lagi tidak pernah berandai-andai untuk calon tunggal, karena setiap partai punya kepentingan dan mikanisme internal,” terangnya.

Gus Ipul juga berharap di Pilgub Jawa Timur 2018 mendatang, banyak muncul calon lain selain dirinya agar ada kompetisi yang baik.

“Kami sendiri berandai-andai untuk kompetisi sebagaimana mestinya, ada kompetisi ada calon lain juga,” lanjutnya.

Bacagub Jatim Ditentukan Kongres dan Ketum Megawati Soekarnoputri

Untuk diketahui, pendaftaran Bacagub Jawa Timur sudah di tutup 10 Juni 2017 lalu. Sementara bagi bakal calon yang menyusul bisa mendaftar lewat DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Dan, waktu pendaftarannya juga tidak ada batas akhir, bisa dilakukan kapan saja.

“Saya tidak tahu siapa yang akan daftar di DPP. Pendaftaran di pengurus pusat tidak memberi batas waktu. Kalau di DPD (DPD PDIP Jatim) ada batasnya. Semua mekanisme yang memutuskan DPP, khususnya ibu ketua umum, karena pemilihan gubernur berada di wilayah privat,” ujar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno di Surabaya, Senin (3/7/2017).

Soal pendaftar Bacagub Jawa Timur, lanjut Untari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tidak punya kewenangan untuk memilih dan memutuskannya. DPD PDI Perjuangan Jawa Timur hanya menyodorkan nama-nama pendaftar. Penentuan calon ada di Kongres yang digelar oleh DPP PDI Perjuangan.

“DPP juga punya lembaga survei dan punya jaringan. Nama-nama yang ada diajukan lewat Kongres DPP, kemudian ke Ibu Ketua Umum, Megawati,” jelasnya.

Mekanismenya, DPP dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan yang akan memutuskan sesuai hasil kongres partai. Dengan melewati tahapan-tahapan yang telah menjadi ketentuan, termasuk hasil survei dan fit and proper test.

“Semuanya yang menggodok DPP, kami tidak tahu bagaimana pemikiran Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Kami hanya mengumpulkan bahan,” pungkas Untari yang juga anggota DPRD Jawa Timur.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here