Khofifah, Menteri “Sendal Jepit” nan Merakyat

0
237
Khofifah bersandal jepit memberikan ceramah di hadapan lima ribuan warga Muslimat NU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (8/4/2017)

Nusantara.news, Nganjuk – Penampilannya kalem ditambah lagi dengan sifat ramah dan murah senyum kepada siapa pun, tak heran jika hal itu membuat Mensos Khofifah Indar Parawansa dianggap sebagai sosok Menteri yang rendah hati. Berbeda dengan sosok seorang pejabat tinggi negara pada umumnya yang identik dengan tampilan yang serba `wah` lengkap dengan pengamanan yang superketat, namun, Khofifah justru terkesan sederhana dan jauh dari kesan angker.

Pribadi yang menyenangkan dan sopan kepada setiap orang, tak heran jika hal itu membuat sosok Khofifah mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat, terutama di provinsi Jawa Timur khususnya kaum muslimat NU yang selama dibimbingnya untuk lebih baik lagi. Bahkan berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan sejumlah lembaga survey nasional, Khofifah berada di posisi ke 3 besar jajaran Menteri Terbaik Kabinet Kerja.

Sifat murah senyum, sederhana dan bersahaja juga ditampilkan Khofifah saat menghadiri segala kegiatan baik resmi maupun tak resmi. Baik di Jawa Timur maupun di luar Jawa Timur sebagai seorang Mensos maupun sebagai pribadi sendiri. Seperti saat meninjau lokasi bencana longsor yang terjadi di Ponorogo, Mensos Khofifah rela untuk dibonceng sepeda motor trail demi melihat kondisi titik longsor dan up-date terkini. Meski pada saat yang bersamaan Wagub Jatim Saifullah Yusuf lebih memilih naik Helikopter saat meninjau lokasi bencana di Ponorogo.

Kejadian serupa juga terjadi saat meninjau lokasi bencana longsor di kabupaten Nganjuk, Senin (10/4/2017) tak ada pengawalan berlebihan seperti halnya diberikan kepada pejabat negara. Dengan dibonceng sepeda motor trail oleh aparat, Khofifah menaiki perbukitan untuk memberikan santunan kepada ahli waris korban bencana longsor Nganjuk, dan rela membaur bersama masyarakat berdoa bersama-sama untuk memanjatkan doa kepada korban yang terkena musibah.

Meninjau langsung lokasi bencana.

Penampilan sederhana dan merakyat lagi-lagi tersaji saat Khofifah bersandal jepit memberikan ceramah di hadapan lima ribuan warga Muslimat NU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (8/4/2017). Ikhwal ‘sandal jepit’ berawal ketika pembawa acara mempersilakan Khofifah memberi ceramah pada puncak peringatan Harlah ke-71 Muslimat NU yang digelar PC Muslimat NU Kabupaten Pasuruan, sekaligus peresmian kantor yang berada di kompleks gedung PCNU.

Seperti biasa, Menteri Sosial (Mensos) yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu paling ‘alergi’ berpidato di atas mimbar. Dia lebih memilih turun melantai, membaur bersama hadirin. Entah saat acara Muslimat NU maupun ketika kunjungan kerja sebagai Mensos. Nah, saat turun dari panggung itulah, Khofifah tak memilih mengenakan kembali sepatu kerjanya melainkan sandal jepit.

Sejenak, ribuan jamaah termasuk para tokoh dan pejabat yang hadir — di antaranya Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dan Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar — terperanjat dengan ‘gaya’ merakyat Khofifah. Namun Khofifah tak peduli, dia hanya ingin membaur dengan warganya yang sehari-hari menggunakan sandal jepit dalam menjalankan aktivitas.

“Saya sangat terkesan dengan Bunda (panggilan akrab Mensos Khofifah), tak hanya ramah dan sopan, beliau seorang muslimat terpelajar dan sangat mengerti kondisi yang dialami oleh masyarakat yang tak mampu. Cocok sekali kalau Bunda memegang jabatan sebagai seorang Menteri Sosial, sangat cocok dengan karakternya yang selalu peduli kepada masyarakat kecil pedesaan. Bunda seorang yang peka dan kami semua sebagai warga Jawa Timur sangat merindukan beliau untuk kembali memimpin Jatim. Ini saat yang tepat baginya untuk mendedikasikan semua kepada warga Jatim,” jelas Emi Kusminarni Ketua PCMNU Kabupaten Jember kepada Nusantara.news, Selasa (11/4/2017).

Tak hanya Emi saja yang punya pengalaman pribadi saat bertemu dengan Khofifah. Rektor Universitas Banyuwangi Teguh Sumarno punya pandangan lain terhadap sosok Khofifah. Menurutnya, Mensos yang satu ini bisa dikatakan sebagai Menteri yang fenomenal, bagaimna tidak, meski sudah kalah dua kali dalam pertarungan di Pilgub Jatim oleh pasangan KarSa (Soekarwo – Saifullah) namun pribadinya yang santun masih melekat erat dalam diri para muslimat NU se-Jatim. Tak heran sampai saat ini Khofifah didapuk sebagai Ketua Muslimat Jatim.

“Luar biasa ibu Menteri yang satu ini, penampilannya sangat sederhana, ramah dan murah senyum, sama sekali tidak ada kesan wah dari penampilan beliau, bahkan kalau boleh jujur penampilan Khofifah sebagai seorang Menteri justru kalah wah dari pejabat eselon II bahkan eselon III, sosok Khofifah layak menjadi teladan bagi kita semua. Mudah-mudahan kedepannya seluruh pejabat khususnya di daerah bisa meneladani kesederhanaan beliau,” ucap Teguh Sumarno.

Tak hanya sederhana, lanjut Teguh, bahwa perempuan tangguh dan murah senyum yang satu ini bukan nama yang asing di jagat perpolitikan di Indonesia. Khofifah Indar Parawansa pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1999 hingga 2001.

Ibu empat orang anak ini menghabiskan hampir seluruh masa studinya di Surabaya, dari SD, SMP, SMA, hingga kuliah di Universitas Airlangga (1984-1991) dan S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Surabaya (1984-1989). Sampai kemudian, ia hijrah ke Jakarta untuk menempuh program Strata II di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1993-1997).

Karier politik wanita asli Surabaya kelahiran 19 Mei 1965 ini sangat panjang. Dari menjabat sebagai pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997), Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995-1997), Anggota Komisi II DPR RI (1997-1998), hingga Wakil Ketua DPR RI (1999).

Khofifah Indar Parawansa juga pernah menjadi Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI (1999), Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999-2001), Ketua Komisi VII DPR RI (2004-2006), Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004- 2006), Anggota Komisi VII DPR RI (2006), dan kini kembali ke kabinet sebagai Menteri Sosial di Kabinet Kerja Jokowi-JK untuk periode 2014 sampai 2019.

“Semoga kedepan Ibu Mensos semakin sukses. Toh, jika nanti ingin mencalonkan kembali di Pilgub Jatim 2018, kami seluruh warga nadhliyin siap untuk mendukungnya. Kami rindu Khofifah kembali ke Jatim,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here