Khofifah: Peningkatan Peran Lembaga Pendidikan NU Bisa Pangkas Kesenjangan

0
117
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Haflah Akhirus Sanah yang digelar Yayasan Pendidikan Ma’arif NU Hidauatus Salam di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Kamis (6/7/2017).

Nusantara.news, Gresik – Disparitas di segala lini, terutama ekonomi, sosial dan politik berdampak besar pada umat Islam yang mayoritas di Indonesia. Apalagi sebagian besar merupakan warga Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu, peningkatan peran Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU bisa jadi salah satu solusi untuk memangkas kesenjangan itu.

Hal itu diungkap Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Haflah Akhirus Sanah yang digelar Yayasan Pendidikan Ma’arif NU Hidauatus Salam di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Kamis (6/7/2017). Menurut dia, para pengajar di lingkup keagamaan, khususnya di lingkungan NU, hendaknya terus meningkatkan kualitasnya karena hal itu sangat mempengaruhi mutu anak didik. “Dengan kualitas yang bagus, maka hasil lulusan yang dihasilkan juga bagus,” ujarnya.

Acara yang dirangkai dengan Halal bi Halal, Silaturahim PC Muslimat NU Gresik serta peletakan batu pertama pembangunan gedung Islamic Boarding School, turut dihadiri Bupati Gresik Sambari Halim Rudianto, beberapa anggota DPRD setempat serta Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar.

Menurut Mensos, NU merupakan organisasi yang memberikan kontribusi sangat signifikan dalam proses pembangunan bangsa melalui pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU. “Saat ini kualitas pendidikan harus lebih ditingkatkan. Sehingga, output-nya memiliki daya saing yang tinggi di era kompetisi seperti sekarang,” kata wanita yang juga menjabat Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.

LP Ma’arif NU, lanjutnya, harus didorong agar daya saingnya berhimpit dengan kemampuan lembaga pendidikan lainnya. Jika tidak dibangun akan ada disparitas sosial, politik serta disparitas kota dan desa.

“Saya kira intelektual NU sangat mumpuni membangun hal ini. Ketika yang pintar itu orang NU, tentu akan membawa dampak besar pada negara. Karena di NU selain harus intelek, juga diajarkan cinta tanah air, toleran dan menjaga keseimbangan,” paparnya.

Terlebih dalam era globalisasi seperti saat ini, sambungnya, Indonesia harus siap bersaing dengan negara lain. Profesionalisme dan daya saing di beberapa hal harus segera didorong dan digenjot.

“Presiden meminta agar Perguruan Tinggi kita bisa masuk 500 besar di dunia, seperti Jurusan Seni di ITB yang sudah masuk,” katanya mencontohkan.

Bahkan Presiden Joko Widodo, sambung Mensos, menyampaikan bila diperlukan akan memangil dosen-dosen unggulan dari luar negeri untuk meningkatkan daya saing. “Jika dibutuhkan, presiden akan undang dosen terbaik di dunia untuk membantu meningkat daya saing dan kemajuan pendidikan di Indonesia,” tandasnya.

Sementara Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto berterima kasih atas kontribusi yang diberikan Mensos di pendidikan Ma’arif NU. “Ini sangat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di kabupaten Gresik,” paparnya.

Dia menambahkan, terkait dengan ini Pemkab Gresik selalu memberikan perhatian serius bagi pendidikan. Sebab, pendidikan adalah prioritas utama bagi Pemkab Gresik guna menunjang kesejahteraan masyarakat. “Selama ini pendidikan sembilan tahun sudah digratiskan. Langkah ini diambil dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here