Khofifah, Risma dan Sejumlah Nama Tenar Panaskan Bursa Pilgub Jatim

0
584

Nusantara.news, Surabaya – Pemilihan Gubernur Jawa Tmur (Pilgub Jatim) baru akan digelar pertengahan 2018. Namun jagat politik Jatim sudah panas oleh munculnya sejumlah nama tenar bakal calon. Nama nama yang sudah muncul meliputi Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial RI),  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Abdul Halim Iskandar (kakak Ikandar Muhaimin), Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jatim), Irjen Pol (Purnawirawan) Anton Setiadji mantan Kapolda Jawa Timur, Ketua Partai Golkar Jawa Timur yang juga Bupati Jombang Nyono Suharli, isteri Gubernur Jawa Timur Nina Soekarwo Hasan Aminuddin, Muhammad Azwar Anas dan lain sebagainya. Nama-nama ini berambisi menggantikan Sukarwo yang tidak bisa lagi mencalonkan diri karena sudah menjabat Gubernur Jatim dua periode.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Kusnadi menyebut Risma akan menjadi jago kuat dan diyakini akan memenangi pilgub. “Peluangnya besar,” kata Kusnadi.

PDIP sebelumnya telah menggulirkan survei internal, dan berhasil menjaring 12 nama yang masuk radar penjaringan partai berlambang kepala banteng moncong putih. Dari 12 nama juga muncul nama Khofifah Indar Parawansa, yang disebut memiliki kans kuat. “Tapi semua keputusan nanti ada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarboputri,” lanjutnya di Surabaya, Jumat (21/1/2017).

Sementara Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Nyono Suharli dalam sebuah acara halalbihalal belum lama ini mengatakan, Partai Golkar jauh hari juga telah melakukan survei untuk mengetahui dan menjaring nama-nama yang dinilai layak diusung di pemilihan gubernur. Tidak hanya dari kader internal, tetapi juga dari lingkaran luar Partai Golkar.

“Yang sudah muncul dan dinilai layak maju sebagai calon gubernur, di antaranya Khofifah Indar Parawansa, Halim Iskandar dan sejumlah nama lainnya, termasuk nama mantan Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji,” ungkap Nyono.

Masih soal perhelatan Pilgub Jatim, di Madura, Pemuda Bangkalan membuat ikrar mendukung Hasan Aminuddin dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). Nama Hasan didukung dan disebut layak bertarung di Pilgub Jatim. Mantan Bupati Probolinggo dua periode ini dinilai punya modal pengalaman di pemerintahan dan saat ini menjadi anggota DPR RI.

“Jadi beliau tak perlu diragukan lagi, sudah punya pengalaman,” kata Deklarator Taretan Hasan Aminuddin Wilayah Madura, Abdul Manab.

Ditambahkan, Kaum Muda Pembaharu Jawa Timur Kabupaten Bangkalan dan Madura Raya sepakat mendukung Tretan Hasan Aminuddin. Dukungan diwujudkan dengan menggalang kekuatan, melalui wadah bernama ‘Tretan Hasan’ yang terus bekerja hingga ke tingkat kecamatan dan kantung-kantung yang dipastikan bisa mendulang suara kemenangan.

Selain di Madura, dukungan untuk Hasan juga muncul di Jember melalui wadah bernama “Sahabat Hasan”. Konsolidasi dan pembentukan struktur juga telah dilakukan sampai di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa.

Sementara itu, Sekjen DPP Partai NasDem, Effendi Choirie atau Gus Choi mengungkapkan, partainya telah melakukan komunikasi dengan ketiga nama yang terus dibicarakan layak maju di Pilgub Jawa Timur, utamanya Khofifah.

“Bapak Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem sudah ditemui Khofifah untuk berkomunikasi politik. Selain Ibu Khofifah, ada dua tokoh Jatim lainnya, yaitu Gus Ipul dan Hasan Aminuddin,” kata Gus Choi.

Mekanisme di Nasdem, biasanya dilakukan pendekatan aspirasi struktural partai. ditambah dengan survei sebagai serapan aspirasi masyarakat. Partai Nasdem dipastikan membangun koalisi dengan partai-partai lain. Jika popularitas Hasan terdongkrak, partai-partai lain bisa diajak bergandengan. Hasan Aminuddin diposisikan sebagai wagub dari partai koalisi atau sebaliknya.

Nama Hasan diyakini punya jaringan luas di akar rumput. Gambaran itu tercermin terus munculnya gambar-gambar Hasan hasil kreatifitas dan inisiatif dari para relawan di sejumlah kabupaten/kota. Selain ada Sahabat Hasan, Laskar Suropati di Pasuruan, Malang dan juga di Surabaya, di Madura ada relawan Tretan Hasan, belum lagi di Mataraman yang diwadahi oleh Kawan Hasan.

Berbeda dengan partai lainnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur santer disebut-sebut merekomendasi nama mantan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji.

Partai Golkar seperti yang pernah disampaikan Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Adies Kadir menyebut partainya siap mendukung calon yang digadang Golkar. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo ini menegaskan, dari sejumlah nama yang disurvei yang paling menonjol adalah Nyono Suharli dan Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji.

Masyarakat pun mulai ikut berbicara. Umumnya mereka mengatakan, siapa pun nantinya yang terpilih dan menjadi Gubernur Jawa Timur, diharapkan tidak hanya bisa memajukan pemerintahannya saja, tetapi juga harus bisa memajukan dan mensejahterakan rakyatnya.

“Siapa pun layak maju menjadi calon Gubernur Jatim. Tetapi, yang menjadi Gubernur Jatim nantinya harus bisa memajukan dan mensejahterahkan masyarakat Jatim. Tidak hanya memajukan pemerintahan Provinsi Jatim saja,” kata Yono, aktivis kampus yang juga Ketua Lembaga Pengawasan Anggaran Indonesia (LPAI) Jawa Timur.

Memang benar, mengemban jabatan gubernur tidak hanya untuk memajukan pemerintahannya saja. Lebih penting dan menjadi kewajiban utama gubernur adalah melindungi dan mensejahtarakan rakyatnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here