Kiat Bulog Malang Stabilkan Harga Pangan

0
51
Bulog Malang lakukan Gerakan Stabilisasi Harga Pangan

Nusantara.news, Kota Malang Mendekati bulan Ramadhan, beberapa komoditas bahan pokok sempat naik. Seperti contohnya sayur-sayuran di Kota Batu kapan hari lalu, kemudian harga bawang yang juga ikut naik. Hal ini yang membuat masyarakat menjadi bingung dan resah apabila harga bahan kebutuhan pokok tidak terkontrol.

Hal tersebut mendapat respon Bulog, yang kemudian terhitung mulai Rabu (17/5/2017) kemarin Bulog Sub-divre Wilayah 7 Malang yang bertempat di di Jalan Retawu, Kota Malang, membuka stand sembako murah di depan kantor sebagai salah stau langkah dan upaya menjaga kestabilan harga.

Kepala Bulog Sub-divre Wilayah 7 Malang, A Faizal Ashari Rambe mengungkapkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan guna menjaga agar harga kebutuhan pokok masyarakat stabil dan tidak melambung tinggi  “Selain melakukan operasi pasar untuk komoditas bahan pokok pihak kami juga memperhatikan untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang bulan Ramadhan,” ungkap Faizal kepada wartawan, Kamis (18/5/2017).

Kegiatan yang diberi naman Gerakan Stabilisasi Harga Pangan ini menjual kebutuhan pokok dengan harga, berada dibawah pasar diantaranya bawang merah Rp 21.000 per kilogram, minyak Rp 11.000 per kilogram, tepung terigu Rp 7.500 per kilogram, beras Rp 42.500 per 5 kilogram dan gula pasir Rp 12.500 per kilogram.

Pihaknya menjelaskan bahwa akan melakukan hal serupa di gudang-gudang bulog di Kota Malang yang lain, seperti di Gadang dan Kebonagung.“Stand sembako murah tersebut dibuka mulai dari pukul 08.00 hingga  16.00 WIB.” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rentang dua minggu akhir bulan ini. “Memang dari jadwal agenda kami hanya selama dua minggu, tapi mungkin nanti bisa di upayakan untuk memperpanjang sampai mendekati lebaran,” tutur pria berkacamata tersebut.

Faizal tidak menargetkan berapa besaran barang yang keluar dari gudang untuk dijual dalam stand sembako murah tersebut. “Kami tidak menargetkan berapa banyak barang yang keluar dan kami jual, selama stok kita masih ada akan terus kita keluarkan, namun tetap kita batasi mereka. Misalnya untuk minyak berkisar 2-3 liter per orang, agar tidak jadi penimbunan,” tandasnya.

Ia menekankan bahwa berhati-hati pada pembeli yang memborong banyak sembako murah dimana pun, “yang ditakutkan adalah terjadi penimbunan kemudian ada monopoli pasar sehingga penentuan harga seenaknya sendiri apabila sudah terjadi kelangkaan dan stoknya habis,” tutupnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here