Mission Impossible Kepala SKK Migas (2)

Kiat Sang Pendekar Membenahi dan Menggenjot Industri

0
256
Dwi Soetjipto saat memperagakan salah satu jurus seni silat Perisai Diri, kini ia didaulat sebagai Kepala SKK Migas, filosofi silat tetap ia pakai dalam rangka membenahi, meningkatkan eksplorasi sekaligus melakukan efisiensi industri migas.

Nusantara.news, Jakarta – Hari ini hari paling bersejarah buat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegaitan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas). Ya Presiden Jokowi menunjuk Dwi Soetjipto sebagai Kepala SKK Migas menggantikan pendahulunya Amien Sunaryadi. Mission impossible apa dibalik penunjukkan mantan Dirut Pertamina itu?

Dalam dua pekan terakhir beredar isu di media sosial bahwa Ketua Tim Kajian Reklamasi Ridwan Djamaluddin bakal menjadi Ketau SKK Migas. Namun berbagai komentar tidak simpatik muncul bahwa Ridwan titipan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, orangnya Jokowi dan komentar-komentar lain yang tidak simpatik.

Namun ketika hari ini yang dilantik oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan adalah Dwi Soetjipto, redalah opini-opini negatif itu. Bahkan opini yang belakangan muncul adalah sejumlah harapan di tangan Pak Tjip—begitu dia biasa disapa—adanya perbaikan industri migas ke depan.

Filosofi Sang Pendekar

Sebagai profesional Dwi tentu menghadapi banyak tantangan yang tidak ringan, karena itu dia mengikuti pelatihan seni silat Perisai Diri. Dwi mengaku tubuhnya yang mungil tak memungkinkan mengikuti seni bela diri keras dan bertenaga seperti Forki, Taekwondo, Tinju maupun Gulat, ia pun memilih Perisai Diri sebagia perisai hidupnya.

Dalam seni silat Perisai Diri dia terlatih untuk bertahan manakala mendapat serangan, bahkan berkelit ketika mendapat gempuran, untuk kemudian menyerang balik dengan teknis yang cantik sehingga menjatuhkan sang lawan.

Itu sebabnya di Pertamina ia mendapat gelar Pendekar Penuh pada pencak silat Perisai Diri. Saat itu justru ia sedang menghadapi tekanan yang kuat dari mafia migas yang ada di internal Pertamina. Maklum karena kegigihannya membubarkan Petral, memangkas pemborosan sekaligus memberangus korupsi internal.

“Filosofi saya, lawan jangan dicari. Tapi kalau diserang kita lawan. Termasuk para koruptor di Pertamina harus dihabisi. Titik,” jelasnya kepada penulis beberapa waktu lalu.

Diketahui Dwi telah melakukan investigasi penjualan aset-aset tanah, saham dan proyek di Pertamina yang dilakukan oleh para General Manager (GM) yang nakal. Namun penjualan aset secara ilegal itu pun dibongkarnya, lewat tangan-tangannya di Pertamina, Dwi berhasil mencium penggerogotan aset Pertamina itu mulai dari Jakarta hinggadi Saudi Arabia.

Kini sudah ada beberapa pejabat Pertamina yang harus masuk bui akibat ketegasan Dwi, mungkin kalau tidak memiliki bekal seni bela diri Perisai Diri ia tak akan sanggup menghadapi berbagai tekanan. Sebab dari tujuh direksi Pertamina, hanya satu direksi saja yang mendukungnya.

Kalau tidak berlebihan, setelah menorehkan marjin laba sebesar Rp42 triliun, Dwi malah dipecat oleh Menteri BUMN Rini Soemarmo. Orang-orang dekat Dwi membisikkan bahwa Dwi dipecat karena membabat habis para mafia migas di Pertamina. Itu sebabnya ia disingkirkan untuk melanggengkan permainan para mafia.

Orang-orang dekat Dwi malah menyatakan Presiden Jokowi tidak tahu menahu soal pencopotan itu dan dikabarkan Presiden marah besar dengan keputusan itu. Tapi Dwi dikabarkan akan menduduki posisi Menteri Perindustrian, tapi kemudian Jokowi malah mengambil Airlangga Hartarto sebagai  Ketua Umum Partai Golkar karena  momentumnya lebih pas di tahun politik.

Seteleh itu berkembang info bahwa Dwi disiapkan menjadi Kepala SKK Migas. Lama tak berkabar, akhirnya kabar itu muncul hari ini.

Setelah menjabat sebagai Kepala SKK Migas, Dwi mengatakan akan mendorong produksi migas nasional. Caranya, dengan mendorong kegiatan eksplorasi, juga akan mendorong Pertamina untuk melakukan eksplorasi besar-besaran. Tentu saja mantan bos menyatakan tak akan memanjakan Pertamina.

“Sesuatu kalau memanjakan sesuatu, pasti dia tidak akan maju, untuk bisa maju nggak boleh dimanjakan. Sama dengan anak juga begitu,” demikian papar Dwi usai pelantikan.

Dwi mengatakan, untuk mendorong produksi migas akan memacu investasi migas di dalam negeri. Dwi bilang akan berupaya menyelesaikan hal-hal yang menghambat investasi. “Oleh karen itu segaa kendala-kendala yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi akan kami diskusikan dengan Pak Menteri,” ungkapnya.

Mengenai cadangan migas indonesia membutuhkan investasi besar, peningkatan cadangan ini harus dilakukan melalui kegiatan eksplorasi yang masif perlu banyak mengundang investor.

Mengenai alasan mengapa Dwi ditunjuk jadi Kepala SKK Migas, Dwi menyatakan pihak Istana telah berkomunikasi dengannya pada minggu lalu. Saat itu, Dwi menjadi salah satu kandidat pimpinan tertinggi SKK Migas.

“Minggu lalu ada dikomunikasikan Istana. Sebelum ada pelantikan semuanya jadi kandidat,” katanya singkat. 

Dwi tak mengetahui alasan dirinya ditunjuk sebagai Kepala SKK Migas. Menurutnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan telah mempelajari kandidat Kepala SKK Migas. “Ya apa namanya tentu kan Pak Jonan mempelajari kandidat-kandidat yang ada, dan setelah itu prosesnya saya nggak tahu,” ujarnya.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, salah satu tugas Dwi Soetjipto ialah menemukan cadangan migas yang besar. Untuk menemukan cadangan itu, ada sejumlah hal yang perlu dipenuhi.

Giant discovery itu membutuhkan tiga hal, pertama kita punya teknologi yang berbeda. Kedua, apakah ada human resources yang cukup atau tidak. Yang ketiga, sistem yang kita bikin mampu nggak menggairahkan bisnis ini seperti sediakala,” ujarnya.

Arcandra hanya menyatakan tugas utama Dwi adalah merealisasikan giant discovery migas. Kekayaan alam Indonesia akan minyak dan gas masih bisa dikembangkan, tinggal bagaimana pengelolaan eksplorasi yang massif dan raksasan itu bisa terealisasi dengan baik dan lancar.

Inilah mission impossibel yang berat-berat mudah. Menciptakan giant discovery migas di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, ditambah pula hal itu harus dilakukan oleh Dwi yang bertubuh mungil, akankah bisa terealisasi?

Waktulah yang akan menjawab. Setidaknya Dwi sudah menjawabnay di Semen Padang, Semen Indonesia, Pertamina. Tinggal bagaimana Dwi bisa memastikan semua berjalan dengan baik.

“Gusti Allah yang akan membukakan pintunya…,” kalimat itu kerap diucapkan Dwi beberapa waktu lalu.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here