Kick Off Belum Mulai, Cak Imin Panen Dukungan Cawapres 2019

0
40
Muhaimin Iskandar menemui pendukungnya saat menghadiri acara Doa Bersama Cinta Indonesia di GOR Merdeka Jombang, Sabtu (9/12/2017). Tampak pendukung Cak Imin dari petani tembakau memintanya untuk maju sebagai Cawapres RI 2019.

Nusantara.news, Jombang – Muhaimin Iskandar atau lebih dikenal dengan sapaan Cak Imin tampaknya sangat pede sekali untuk maju sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2019. Padahal kick off saja belum dimulai.

Ya, di saat semua orang saling berlomba untuk mendapatkan rekom maju dalam Pilkada serentak 2018, Cak Imin justru sibuk pasang wajah di berbagai sudut kota. Poster-poster dan dukungan maju Cawapres terlihat sangat masif.

Mungkin Cak Imin sedang bernostalgia dengan kata-kata Bung Karno, “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Hemat Cak Imin, tahun 2019 masih lama. Toh, tidak ada salahnya melakukan manuver politik sejak dini. Sah-sah saja. Namanya juga mimpi.

Wacana pencalonan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa itu sampai saat ini memang terus digaungkan oleh para pendukung Panglima Santri ini.

Sebelumnya, baliho berukuran raksasa bergambar dan bertuliskan ‘Cak Imin Cawapres 2019 Indonesia Lahir Batin’ dilarung ke laut oleh para nelayan di Desa Delegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Senin (27/11/2017).

Baliho tersebut sengaja dilarung nelayan Delegan, yang notabene para simpatisan partai yang didirikan mantan Presiden Gus Dur itu. Deklarasi itu sebagai dukungan agar Cak Imin maju menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

Menurut para nelayan, larung baliho berukuran 400 meter persegi ini, sebagai simbol deklarasi kami nelayan Delegan. Dengan Cak Imin menjadi Cawapres pada Pemilu 2019 mendatang, diharapkan dia bisa berbuat banyak untuk mensejahterakan kaum nelayan melalui kebijakannya.

Selama ini persoalan nelayan memang sangat minim perhatian. Nah, melalui Cak Imin inilah nelayan berharap ada perhatian terhadap mereka. Upaya Cak Imin untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia khususnya nelayan bisa terwujud saat menjadi wakil presiden.

Para nelayan juga mengklaim tidak sembarangan mendukung Cak Imin untuk maju menjadi Cawapres 2019. Sebelum mendeklarasikan dukungan untuk Cak Imin, mereka telah melihat dan mengukur kemampuan Cak Imin.

Dan diakui nelayan, deklarasi dukungan bagi Cak Imin tidak akan berhenti. Mereka akan teruskan dukungan ke nelayan lain di daerah di seluruh Indonesia.

Di Yogyakarta, dukungan Cak Imin mendampingi Jokowi sebagai Cawapres dalam Pilpres 2019 justru menguat. Bahkan mantan Menaker tersebut oleh kaum muda yang tergabung dalam Guyub Rukun Nusantara telah dideklarasikan sebagai Cawapres mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Koordinator Guyub Rukun Nusantara (GRN), Andy Kartala mengatakan deklarasi Capres-Cawapres Jokowi-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan sejumlah pertimbangan dijadikan alasan utama untuk menduetkan dua tokoh yang satu nasionalis dan yang satu sosok Nahdliyin yang merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia.

“Kekuatan Nasionalis dan Nadliyin dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, membebaskan dari kolonialisme bahkan hingga saat keduanya tetap memperjuangkan penguatan nilai-nilai dasar kebangsaan dan NKRI,” ujarnya saat acara deklarasi Jokowi-Muhaimin Iskandar sebagai Capres-Cawapres 2019 di Yogyakarta, Selasa (14/11/2017) lalu.

Andy menilai sosok Jokowi sangat konsen dengan isu kerakyatan, fokus pada infrastruktur perekonomian, peningkatan investasi untuk penciptaan lapangan pekerjaan. Sedangkan Cak Imin sangat aktif dalam memperjuangkan para petani khususnya petani tebu dan petani tembakau, nelayan dan sebagai penyambung lidah warga Nahdliyin yang sebagian besar tinggal di pedesaan.

“Aspek pembenahan ekonomi rakyat ini nantinya menjadi yang terdepan dibandingkan soal-soal politik praktis,” ujarnya.

Alasan lain, duet Jokowi-Cak Imin bahwa meskipun Nahdliyin merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia dengan sikap moderat dan mengedepankan harmoni, sehingga tidak perlu khawatir terhadap kaum minoritas. “Dengan menempatkan wakil dari sebuah kelompok Islam terbesar, kami berharap sikap moderat dan harmoni ini menjadi arus budaya dan politik bangsa,” ujarnya.

Sementara itu Juru Bicara Guyub Rukun Nusantara Dipo Dwi mengatakan sudah saatnya Indonesia dipimpin oleh tokoh muda, tokoh progresif dalam membangun bangsa. “Jokowi-Cak Imin tokoh yang mempunyai kemampuan untuk berbicara dan mendengarkan semua golongan, tanpa prasangka maupun stigma,” ucapnya.

Dipo mengaku elektabilitas Cak Imin saat ini masih cukup rendah namun demikian dengan gerakan Guyub Rukun Nusantara dari satu kota ke kota lain maka elektabilitas akan terdongkrak. “Kita akan melakukan deklarasi dan gerakan yang sama diberbagai kota di Indonesia sehingga elektabilitas terdongkrak,” ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah tokoh adat, agama, pemuda, dan mahasiswa di Kalimantan Barat juga mendeklarasikan Cak Imin maju sebagai Cawapres 2019. Mereka pun mengaku tak mempermasalahkan siapa yang jadi Capres, yang penting Cak Imin Cawapresnya.

Pada 31 Oktober lalu, juga bocor surat dukungan PKB Jateng kepada Cak Imin sebagai Cawapres. Surat itu ditandangani oleh Ketua DPW PKB Jateng Yusuf Chudlori dan Sekretariat DPW PKB Jateng Sukirman pada 26 Oktober 2017.

Di awal surat dijelaskan bahwa DPP PKB, DPW PKB Jateng dan pengurus DPC PKB se-Jateng telah melakukan rapat konsolidasi pada 25 Oktober 2017 di Hotel Pesona Semarang. Agenda pokok konsolidasi itu adalah pencalonan dan pemenangan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres RI.

Sementara pantauan Nusantara.News di Jombang, pendukung fanatik Cak Imin juga terlihat antusias. Saat menghadiri Doa Bersama Cinta Indonesia dan Pagelaran Seni Budaya di GOR Merdeka, Jombang, Sabtu (9/12/2017), massa pendukung membawa baliho Cak Imin dan menyuarakan dukungan agar maju sebagai Cawapres 2019.

Cak Imin mengapresiasi kelompok yang mendeklarasikan dukungan pada dirinya sebagai Cawapres 2019. Namun dia mengklaim tidak mengenal kelompok yang mendeklarasikan dukungan kepada dirinya. “Yang deklarasi saya enggak kenal. Siapa enggak pernah ketemu. Katanya mau ketemu saya. Ya welcome. Terimakasih, teman-teman begitu semangat dan gegap gempita telah mendukung. Tapi tentu perjalanan masih panjang,” kata Cak Imin yang antusias melihat para pendukungnya.

Ya benar, perjalanan masih panjang. Sebab Cak Imin juga harus menunggu dan mempertimbangkan nasihat para kiai di seluruh Indonesia. Oleh karena itu semua harap bersabar dengan terus saling memberi semangat untuk mengabdi dan terus berjuang kepada bangsa dan tetap mendukung pemerintahan yang sudah berjalan sampai akhir periode 2019.

Kalau dia Cawapres 2019, lalu siapa Capresnya? Apakah Jokowi? Cak Imin menyebut bisa dia menggandeng petahana atau sebaliknya bergandengan dengan calon lain.

“Kita masih berpikir, melihat bagaimana akhir 2018 mendatang. Sikap politik PKB seperti apa masih mempertimbangkan nasihat para kiai dan istikharah. Termasuk juga akan digandengkan dengan siapa pada pencalonan Cawapres 2019 nanti. Saat ini kita masih belum pikirkan itu, bisa incumbent atau dengan yang lain,” urai Cak Imin.

Cak Imin mengakui selama ini memang kerap melakukan safari politik sejak dua tahun lalu untuk mempersiapkan agenda politik di tahun 2019. Tapi, dia tidak tegas menyatakan langkah itu demi pencalonannya. “Tiap hari saya safari. Sudah dua tahun ini. Paling tidak 4 hari dari seminggu saya di daerah,” serunya.

Cak Imin menegaskan bahwa PKB hingga kini masih berfokus untuk mendukung program pemerintahan Jokowi-JK sampai tahun 2019 dan pemenangan Pemilu 2019. “Ya, begini Pilpres masih lama kita tentu belum berpikir secara serius,” pungkasnya.

PKB sampai saat ini memang belum mendeklarasikan Cak Imin sebagai Cawapres. PKB masih konsolidasi dengan relawan dan komunitas. Adanya gerakan dukungan terhadap Cak Imin sepenuhnya inisiatif para relawan maupun santri.

Dukungan kepada Cak Imin, disebut-sebut tak hanya berasal dari kalangan santri. Tapi ada juga kalangan anak-anak jalanan, petani, nelayan, dan akademisi. Menurut mereka Cak Imin berhasil membesarkan dan mempertahankan PKB dan melahirkan anak-anak muda yang memiliki ide lebih cemerlang. Karena itu, Jokowi membutuhkan dukungan dari santri dan ulama untuk memenangi Pilpres 2019. Dan orang yang pas menjadi Cawapres Jokowi adalah Cak Imin.[]

 

 

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here