Kinerja Desa Lamban, Dana Desa di Banyuwangi Terancam tidak Turun

0
228

Nusantara.news, Banyuwangi – Lambatnya kinerja mayoritas Pemerintahan Desa di Kabupaten Banyuwangi membuat aliran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tidak turun. Salah satu aspek penyebabnya adalah penyusunan Rencana Kerja Pembagunan Desa (RKPDes) serta Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes).

Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banyuwangi, Rudi Latief menyatakan keterlambatan pengelolaan manajemen desa sudah menjadi kebiasaan tiap tahun. Kondisi yang ada mencerminkan tidak ada sikap profesional dari pejabat desa. Rudi  menyatakan, sampai saat ini baru  satu desa ini yang mengajukan berkas pencairan DD dan ADD ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi.

“Ya, hingga  Maret ini dari 189 desa di Banyuwangi, baru satu desa  yang  mengajukan ke BPM, yaitu Desa Sukonatar. Kami berharap ada dorongan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan dinas terkait, untuk mendorong percepatan penyusunan berkas yang dibutuhkan dalam pencairan anggaran,” ungkap Rudi.

Adanya keterlambatan pengajuan dana desa tersebut dapat berdampak pada lambatnya pembangunan di desa serta menyebabkan gaji aparat desa tidak turun selama tiga bulan. Rudi berharap ada sangsi tegas berupa pemotongan anggaran terkait penyakit menahun dari para birokrat tersebut.

“Harus ada tindakan dari penyakit lama ini, misal sanksi pemotongan anggaran dari desa yang telat melakukan laporan dan pengajuan pencairan anggaran. Agar bisa memberikan efek jera,” ungkap

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Desa DPMD Banyuwangi Ahmad Faisal membenarkan jika mayoritas desa di Banyuwangi belum memberikan laporan anggaran, bahkan untuk pelaporan ke pihaknya tidak ada sama sekali hingga detik ini.

Faisal mengungkapkan jika keterlambatan ini menjadi ironi karena tidak ada peraturan untuk memberi sanksi kepada aparat yang telat. “Tidak ada sanksi bagi desa yang telat dan juga tidak ada batas akhir pengajuan pencairan DD dan ADD,” tegasnya.

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here