KIPP Tuding Walikota Batu Mobilisasi Aparat

0
97

Nusantara.news, Kota Batu – Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) menuding Walikota Batu (ER) menyalahgunakan kewenangannya sebagai kepala daerah, karena memobilisasi aparatur desa dalam rangka bersilaturrahim dengan warga. Dalam silaturahmi itu, ER secara terang-terangan mengajak warga untuk memilih paslon nomor 2, sekaligus menyerahkan bingkisan berupa mukena bagi perempuan, sarung untuk laki-laki dan uang sebesar Rp100 ribu.

“Pak ER selaku Walikota Batu merupakan suami cawali nomor 2, Dewanti Rumpoko. Ini tentu bisa terkena unsur pidana pemilu, hal ini sangat terstruktur dan massif dilakukan, sangat jelas sekali.” kata Novly Thyssen, Koordinator Pemantau KIPP kepada wartawan di Kota Katu, Jumat (10/2/2017)

Thyssen menambahkan hal tersebut tidak hanya dilakukan pada saat silaturrahim dengan warga di Dusun Sumbersari, Desa Giripurno saja, namun juga di beberapa dusun lainnya, seperti Dusun Cembo, Lajar, Ngujung, Ndurek dan Binangun.

ER juga dinilai memberikan janji politik kepada warga, yakni menjanjikan akan memberikan bantuan uang sebesar Rp2 juta bagi Lansia.

“Dalihnya pamit tuntas di tahun terakhir jabatan. Nyatanya digunakan untuk safari politik,” tegas Thyssen.

Sejauh ini pihaknya telah menyerahkan semua barang bukti kepada Panwaslih Kota Batu, dam Ia berharap Panwas dapat memprosesnya sesuai aturan yang berlaku. Ia berharap semua warga diperlakukan sama di hadapan hukum alias tanpa pandang bulu.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Kota Batu, Salma Safitri setelah dikonfirmasi mengatakan syarat formil pelaporan terjadinya dugaan penyalahgunaan jabatan oleh KIPP sudah terpenuhi.

“Penyerahan barang bukti sudah lengkap, langkah selanjutnya akan kami proses dalam waktu lima hari untuk. Nanti Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu)  yang akan mengambil kesimpulan laporan tersebut,” kata Salma Safitri. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here