Kiprah Dua Kandidat, Berebut Menang di Pilgub Jatim

0
91
"Dua calon yang maju di Pilgub Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf"

Nusantara.news, Surabaya – Dua kali kalah dari pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf di Pemilihan Gubernur Jawa Timur, yakni tahun 2008 dan 2013. Namun, kegagalan dan pengalaman itu tak menyurutkan semangat juang Khofifah Indar Parawansa kembali maju di perhelatan Pilgub Jatim 2018.

Dirinya punya alasan kuat untuk kembali maju di pemilihan kepala daerah, di tempat kelahirannya, untuk menjadi Gubernur Jatim. Kali ini, Khofifah maju bersama Emil Elistianto Dardak. Mengaku selain banyaknya dorongan dari para kiai dan tokoh masyarakat Jatim, dia menegaskan karena terpanggil untuk membangun masyarakat dan Provinsi Jatim menjadi lebih baik

“Sebagai kampung halaman, saya terpanggil untuk berkontribusi di Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Lepas Menteri, Mengabdi untuk Jatim

Langkah serius Khofifah maju di Pilgub Jatim itu, tak hanya dibuktikan dengan rela melepas jabatan Menteri Sosial di Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Selain untuk mengabdi kembali berjuang untuk masyarakat Jatim, hak kuat yang mendasari dirinya ‘pulang kampung’ lantaran gravitasi politik di Jatim, yang menurutnya menjadi tertantang.

Keseriusan Khofifah membuahkan simpatik dan banjir dukungan dari berbagai elemen. Salah satunya diberikan oleh sejumlah kiai di Gresik. Mereka berikrar mendukung dan memenangkan Khofifah-Emil menuju jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, di Pilkada 27 Juni 2018, mendatang. Dukungan dan pengucapan ikrar tersebut dilakukan, siang tadi Kamis (1/3/2018).

Di wilayah itu, Khofifah mendapat kepastian sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) di Gresik siap memberikan dukungan dan memenangkan Khofifah-Emil. Karena ke dua sosok pasangan itu dinilai kompeten dan mumpuni, layak untuk memimpin Provinsi Jatim, setelah sebelumnya dipimpin oleh Soekarwo-Saifullah Yusuf, selama dua periode.

“Di Menganti ini, insyaallah Khofifah-Emil menang dan sukses, Khofifah sebagai Gubernur dan Emil sebagai Wakil Gubernur, insyallah,” ujar KH Edris.

Persatuan Guru NU Juga Dukung Khofifah

Dukungan dan komitmen memenangkan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim, juga datang dari Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) se Kabupaten Gresik. Para pendidik di Kota Budak itu mengucapkan ikrar mendukung dan siap mengantar pasangan itu menuju kursi ‘Jatim Satu’.

“Insyaallah, masyarakat NU Gresik dan juga Pergunu semuanya akan mendukung Ibu Khofifah,” tegas Sururi, disambut antusias undangan yang hadir di acara itu.

Di tempat itu, selain sejumlah tokoh NU, seperti KH Muhtadi, KH Hanafi, KH Masduki dan KH Madhan, serta Pergunu juga masyarakat NU lainnya siap memenangkan pasangan Khofifah-Emil.

Salah satu alasan mereka mendukung pasangan itu, di antaranya karena Khofifah dan Emil selain memiliki modal yang cukup baik kemampuan dan keahlian, juga lantaran karena pasangan itu lahir dan dibesarkan di organisasi NU.

Disebutkan, Khofifah sejak remaja telah aktif dan berkiprah di organisasi NU. Perempuan yang lahir tahun 1965 di Surabaya itu mengawali karirnya di Ikatan Putra-Putri Pelajar NU (IPPNU), sebagai anggota. Kemudian berlanjut ke Fatayat dan menjadi Ketua Muslimat NU.

Kemudian, Emil Dardak disebutkan sebagai kader NU kultural. Emil, selama menempuh studi di Jepang, juga tercatat sebagai pemuda yang berperan aktif menjadi penggerak eksistensi keberadaan NU Cabang Istimewa, di Jepang.

Emil yang juga suami artis Arumi Bachin, dalam silsilah memiliki kakek yakni KH Mochamad Dardak atau dikenal dengan sapaan Mbah Dardak, ulama NU di Trenggalek. Hingga saat ini, kakek Emil masih aktif sebagai Imam Besar Masjid Agung Baitur Rochman di Kabupaten Trenggalek.

Sopir Angkot Juga Siap Dukung

Dukungan untuk pasangan ini juga diberikan oleh Paguyuban Sopir Angkot di Kabupaten Gresik, mereka tergabung di Komunitas Angkutan Umum Gresik. Dialog pun berlangsung antar mereka di Terminal Menganti, Gresik, Kamis (1/3/2018).

“Aku dukung Ibu Khofifah. Kita siap membantu Ibu Khofifah menang di Pilgub Jatim,” ucap Koordinator Sopir Angkot, Suharto.

Mereka mengaku sebelumnya di dua periode pemilihan para sopir ditujukan ke Khofifah. Mereka menyebut sosok seperti Khofifah layak dan sangat mumpuni untuk memimpin Jatim. Kiprah dan sepak terjang perempuan itu dinilai sangat layak untuk memimpin Jatim.

Mawardi yang sudah menjalani profesi sopir 10 tahun, optimis pasangan Khofifah-Emil mendapatkan mayoritas dukungan dari masyarakat Jawa Timur. Sosok pemimpin seperti Khofifah dibutuhkan masyarakat Jawa Timur. “Wis wayahe (sudah saatnya) sekarang insyaallah menang,” tutur Mawardi, yang mengaku 10 tahun menjadi sopir angkot.

Hapus Kesenjangan Desa-Kota

“Sebagai kampung halaman, saya terpanggil untuk berkontribusi di Jawa Timur” (Foto: Tudji)

Menjawab komitmen para sopir, Khofifah siap dan telah menyiapkan program ‘Jatim Akses’ untuk menghapus kesenjangan desa-kota. Itu termuat di nomor empat program Nawa Bhakti Satya. Yakni, memprioritaskan revitalisasi infrastruktur jalan lintas wilayah guna membangun akses masyarakat desa dan pedalaman. Di antaranya, pembenahan di Kawasan Lingkar Wilis, Lingkar Bromo dan Lingkar Ijen.

Gus Ipul Rangkul Pengrajin Tempe

Sementara guna memastikan kuatnya dukungan pasangan nomor urut 2, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno tak surut juga terus bergerilya. Siang tadi, mengunjungi sentra pembuatan tempe dan keripik tempe di kawasan Sanan, Purwantoro, Blimbing, Malang, Kamis (1/3/2018).

Di kampung itu, mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) melihat langsung sejumlah pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Terdapat 469 pengrajin keripik tempe yang tersebar di tiga wilayah rukun warga (RW). Di tiap UKM yang disinggahi, dia ikut melihat proses pembuatan keripik tempe. Mulai dari pengolahan kedelai menjadi tempe. Serta, pengolahan tempe menjadi keripik tempe. Serta ikut memotong tempe menjadi irisan kecil untuk dipakai keripik tempe.

Dari dialog yang dilakukan, terungkap sejumlah persoalan yang dihadapi pelaku industri rumahan itu. Di antaranya soal ketersediaan bahan baku.

“Kami berharap pemerintah ke depan bisa membantu ketersediaan bahan baku dengan harga terjangkau. Mulai dari kedelai, tepung beras, tepung tapioka juga minyak,” ujar Ivan Kuncoro, Ketua RW 15.

Tak hanya itu, para pelaku UMK juga meminta ketersediaan tabung gas LPG 3 kilogram tetap tersedia, di Kabupaten Malang. Dan, pemerintah diharapkan dengan serius memperjuangkan kebutuhan tersebut. Selanjutnya, pemerintah diharapkan bisa melakukan terobosan untuk pengembangan limbah industri rumahan ini.

“Kami mohon untuk pengolahan limbah ini dikembangkan. Misalnya dengan melalui biogas seperti di tempat ini. Bisa melalui bantuan teknologi, bimbingan dan juga pendanaan,” usul yang dilontarkan warga.

Menanggapi itu, Gus Ipul menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian kepada pelaku sektor ekonomi kecil. Di antarnya, membantu terjaminnya ketersediaan bahan baku kedelai berkualitas.

“Kami sudah lama mendengar dan berdiskusi dengan dinas pertanian soal kedelai. Memang, selama ini pengrajin mengeluhkan kedelai lokal kurang besar, dan tidak lengket. Sehingga, pengrajin terpaksa menggunakan kedelai impor,” ujar Gus Ipul.

Dari dialog itu, diketahui kebutuhan produksi setiap hari bisa menghabiskan 30 ton. Dan untuk satu kilogram kedelai impor seharga Rp7.100. Artinya, setiap hari bisa 2 miliar hanya untuk kebutuhan bahannya saja. Gus Ipul pun akan membantu pengrajin untuk mendapat kedelai impor dengan harga terbaik. Misalnya, mengupayakan impor sendiri tanpa melalui pihak ketiga.

“Kami akan berdiskusi dengan pihak terkait untuk usulan pengrajin bisa impor sendiri. Nantinya, pengrajin bisa impor sendiri melalui koperasi,” jelas Gus Ipul.

Selain, untuk mengurangi impor, pihaknya juga akan membudidayakan petani lokal untuk menanam kedelai kualitas impor. “Sebenarnya kami sudah pernah mencoba. Namun, hasilnya memang belum terlihat. Kami akan kembangkan kembali,” jelasnya.

Untuk subsidi LPG, pelaku UKM didorong mendapat lebih banyak bantuan, dari yang awalnya 9 tabung tiap bulan menjadi 20 tiap bulan. Gus Ipul pun menyanggupi, lebih dulu akan menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Sedangkan untuk bantuan permodalan, calon Gubernur Jatim yang maju Pilgub bersama Puti Guntur itu berkomitmen untuk mengurangi bunga bank. “Ke depan, kami harap bunga pinjaman dari bank terus menurun. Bahkan, saya bercita-cita mendorong bunga di bawah lima persen,” pungkasnya.

Komitmen Gus Ipul Jadikan Jatim Produsen Susu Terbesar

“Kedatangan kami di acara ini, salah satunya untuk mengapresiasi kerja keras mereka” (Foto: TIM GI)

Di tempat lainnya, Gus Ipul juga tebar komitmen menjadikan Jawa Timur sebagai pelaku utama produsen susu di Indonesia. Jumlah sapi perah akan diperbanyak untuk mewujudkan langkah itu. Itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Sae, Pujon, Kabupaten Malang, Kamis (1/3/2018).

Di hadapan pelaku usaha Koperasi Sae, yakni produsen susu sapi terbesar di Jatim dan memiliki ribuan peternak, ditegaskan kalau pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung langkah pengembangan susu di Indonesia.

“Perkembangan koperasi ini semakin baik. Anggotanya semakin semangat. Saat ini, Jawa Timur menjadi salah satu basis nasional. Koperasi Sae merupakan salah satu penyumbang terbesar untuk Jawa Timur, bahkan Indonesia,” ujarnya.

Susu sapi di Jatim, lanjut Gus Ipul, memberikan kontribusi hingga lebih dari 50 persen untuk konsumsi nasional. Dengan produksi hingga 1.100 ton susu. Dari total itu, koperasi Sae berhasil memproduksi 94 ton dari 9.000 peternak yang menjadi anggota.

“Kedatangan kami di acara ini, salah satunya untuk mengapresiasi kerja keras mereka,” kata Gus Ipul.

Dia kemudian menyebut, Koperasi Sae sebenarnya bukan hanya bermanfaat untuk masyarakat Pujon atau Malang saja, namun juga seluruh wilayah di Jatim dan Indonesia.

Pihaknya juga optimistis koperasi itu masih bisa meningkatkan kapasitas produksi susu. Itu bisa dilihat dari jumlah kepemilikan sapi oleh peternak, yakni dua ekor per orang

“Kepemilikan memang baru dua untuk tiap peternak. Padahal, idealnya bisa lima hingga enam ekor,” terangnya.

Dan untuk membantu memajukannya, pemerintahnya mendatang jika kelak dipercaya memimpin, dirinya akan melakukan intervensi melalui program yang dijalankan guna merealisasikan hal tersebut. Misalnya dengan memberikan bantuan yang disalurkan melalui koperasi.

Pastinya, yang dilakukan dua kandidat ini adalah untuk mendulang dukungan suara yang diharapkan menuju unggul dan menang di Pilgub Jatim, 27 Juni 2018 mendatang.

Masyarakat Jatim pun tidak boleh lupa, terhadap yang diucapkan dan dijanjikan oleh mereka, harus dicatat dan harus bisa ditagih saat mereka menang Pilkada dan memimpin Provinsi Jatim, untuk periode lima tahun kedepan.

Jangan sampai, janji-janji yang diucapkan mereka hanya lipstik sekedar janji saat mencari dukungan untuk mengantar menuju kemenangan. Namun, kemudian lupa atau senjaga dilupakan, setelah duduk di kursi jabatan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here