Kirimi Jokowi Surat, AUMA Tolak Sertifikasi dan Standarisasi Ulama

0
286

Nusantara.news,Surabaya  – Langkah prosedural ditempuh Alinasi Ulama Madura (AUMA) yang menolak rencana standarisasi dan sertifikasi para khatib Shalat Jumat oleh Kementerian Agama (Kemenag). Organisasi ini mengirimkan surat penolakan kepada Presiden Joko Widodo sebagai tembusan kepada Komisi Yudisial.

Sekjen AUMA KH Fadholi Mohammad Roham kepada wartawan, Selasa (7/2/2017), mengatakan niat pemerintah mencampuri urusan aqidah justru memicu keresahan. “Kita menolak tegas karena dinilai lebih banyak negatifnya dari pada positifnya,” katanya usai pertemuan pernyataan sikap Ulama se-Madura.

Penolakan AUMA berdasarkan pertimbangan bahwa aturan khutbah Jumat secara mendasar sudah ada dalam kitab fiqih. Apalagi wacana ini muncul di tengah panasnya isu agama sehingga membuat resah para mubalig. “Sudah jelas apa yang harus disampaikan, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh oleh seorang khatib,” ungkapnya.

Menurut KH Fadholi, sebenarnya yang harus dilakukan Kemenag bukan standarisasi pada khatibnya, melainkan standarisasi pada lembaga pendidikan yang mengajarkan siswa-siswinya. “Lagian selama ini para kiai (ulama, red) sudah mengurusi umat, dan termasuk tidak perlu meragukan para khatib,” tegasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here