Kita Mart, Revolusi Ritel dengan Spirit 212

1
1273
Ustad Fadlan Garamatan, ustad asal Papua yang membuka peresmian Kita Mart Bojong Kulur

Nusantara.news, Jakarta – Siapa mengira, Kita Mart bisa tampil perkasa di tengah bengisnya bisnis ritel. Betapa banyak super market didirikan oleh perorangan, kelompok orang, bahkan koperasi harus gulung tikar ketika Indomart dan Alfamart dipasang di sebelahnya. Namun sejarah Kita Mart justru kebalikannya.e

Setidaknya itulah yang terjadi di Kita Mart desa Bojong Kulur, perumahan Vila Nusa Indah, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Ya, Kita Mart ini merupakan bayi ajaib yang lahir hanya dalam waktu 10 hari. Dimana sekitar 570 jamaah masjid di Desa Bojong Kulur sepakat membentuk koperasi Kita Sejahtera Bersama (KSB) dan membuka supermarket dengan branding Kita Mart.

Kita Mart adalah merek dagang yang dibangun oleh Majelis Taklim Wirausaha di bawah bimbingan Ustad Valentino Dinsi. Sementara KSB merupakan koperasi yang dibentuk oleh jamaah 70 masjid dan mushalla se-Bojong Kulur. Jamaah masjid ini sudah terbina sejak 11 tahun lalu dengan bentuk kegiatan pengajian Subuh Keliling (Suling), Relawan Peduli Masjid dan Musholla (RpM), pengurusan kematian Qolbun Salim, dan yang terakhir adalah KSB.

Kehadiran KSB dan Kita Mart ini berjalin berkelindan dengan spirit pergerakan umat Islam yang terkenal dengan Demo Super Damai 212, pada 2 Desember 2016 lalu di Monas.

Spirit 212 itu pun bergayung sambut dengan spirit membangkitkan ekonomi umat lewat hadirnya KSB dan produknya berupa supermarket Kita Mart.

Profil Kita Mart

Kehadiran Kita Mart Bojong Kulur ini patut diacungkan jempol, karena profil bisnisnya sangat menarik. Baik diperbandingkan dengan sesame Kita Mart, maupun diperbandingkan dengan target internal dan dihadapkan dengan Indomaret maupun Alfamart.

Para jamaah, Dandim dan Kapolres Metro Bekasi, Ustad Fadlan Garamatan, dan para ustad saat doa pembukaan Kita Mart

Sebagai super market, saat ini sudah hadir dua gerai, yakni di Jatimulya (Kota Bekasi) dan Bojong (Kabupaten Bogor). Kita Mart Jatimulya dimiliki oleh perorangan dan berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan omzet penjualan per hari antara Rp1 juta hingga Rp2 juta.

Sementara Kita Mart Bojong Kulur dimiliki oleh koperasi yang saat ini beranggotakan sekitar 570 anggota dan akan terus bertambah. Dimana masing-masing anggota menyisihkan simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela sebesar Rp1 juta. Sehingga modal disetor KSB tercatat sebesar Rp570 juta.

Proses pengumpulan 570 anggota tersebut terbilang singkat, pasca pengajian Suling, Ketua Badan Koordinasi Masjid dan Musholla Ustad Muhammad Thaib bersama jamaah sepakat membentuk KSB. Maka digalanglah dana, hanya dalam 10 hari terkumpul Rp520 juta. Seiring berjalannya waktu, saat ini sudah bergabung sebanyak Rp570 juta.

Dengan modal awal Rp520 juta, berdirilah Kita Mart Bojong Kulur. Walaupun gerai pertama ini masih sewa, namun perputaran bisnisnya sangat menarik. Di hari pertama launching, nilai transaksi mencapai Rp43 juta, kemudian di hari libur rerata transaksi antara Rp19 juta hingga Rp20 juta. Sementara di hari-hari kerja transaksi berkisar Rp6,9 juta hingga Rp16 juta.

Dengan omzet sebesar itu, jelas jauh lebih besar dibandingkan omzet Kita Mart Jatimulya, bahkan jauh lebih besar dibandingkan target yang telah ditetapkan distributor, yakni Hydro, yakni di kisarann Rp4,5 juta per hari.

Bahkan jika dibandingkan Indomaret yang terletak di samping kiri Kita Mart Bojong Kulur, masih jauh lebih besar. Indomart beromzet antara Rp2 juta hingga Rp6 juta per hari. Termasuk jika dibandingkan omzet Alfamart yang letaknya tak lebih dari 50 meter yang beromzet antara Rp4 juta hingga Rp6 juta per hari.

Jelas, ini sebuah awal yang baik. Lantas, bagaimana bisa omzet Kita Mart Bojong Kulur bisa sebesar itu?

Inilah yang bisa menjelaskan, yakni berdirinya KSB sebagai basis modal sekaligus basis pelanggan. Di gerai pertama terkumpul 570 anggota, dan KSB siap-siap untuk mendirikan gerai kedua dan ketiga yang letaknya masih di Desa Bojong Kulur. Ke depan jumlah anggota ini masih sangat mungkin bertambah, mengingat warga Bojong Kulur seluruhnya berkisar 60.000 dan 95% adalah muslim.

Jika melihat profil transaksi, dimana rerata per hari terjadi 300 transaksi, dimana dari jumlah tersebut transaksi yang dilakukan anggota antara 20 hingga 35 transaksi. Ini mengindikasikan bahwa profil transaksi ini sangat bagus, karena mayoritas dilakukan oleh bukan anggota yang kemungkinan besar juga warga muslim. Ini juga berarti bahwa potensi pengembangan Kita Mart Bojong Kulur ini masih sangat besar.

Faktor pembeda

Lantas apa yang membedakan Kita Mart dengan Indomaret dan Alfamart dan umumnya super market yang ada di Indonesia?

Inilah menariknya, Kita Mart yang merupakan bagian dari perjuangan ummat, dinaungi spirit 212, dan dimiliki banyak anggota, juga memiliki beberapa perbedaan yang menarik.

Pertama, seluruh karyawan Kita Mart adalah kau para pemuda, dan tak ada karyawan wanita. Sehingga Kita Mart bisa buka sejak pukul 08:00 hingga pukul 22.00.

Para karyawan yang soleh, loyal dan berakhlaq mulia

Kedua, Kita Mart tidak menjual rokok, minuman keras dan kondom yang terbuka peluang terjadinya maksiat. Termasuk tidak menjual makanan dan minuman yang mengandung unsur barang haram dan destruktif bagi kesehatan.

Ketiga, setiap tamu masuk langsung disambut ‘salam’ oleh karyawan, dan didoakan ‘semoga berkah’, dan ketika di dalam toko didendangkan lagu-lagu rohani.

Keempat, 15 menit sebelum dan setelah waktu shalat, toko sengaja ditutup agar karyawan dan pengunjung bisa shalat berjamaah di masjid terdekat.

Kelima, pengembangan koperasi didasarkan pada prinsip syariah sehingga prosesnya mengadopsi ajaran Islam

Dengan berbagai perbedaan ini, diharapkan Kita Mart menjadi bisnis yang berbeda dibandingkan bisnis ritel lainnya.

Dua brand

Pada awalnya, menurut Puarman Kahar, manajer Kita Mart Bojong Kulur, Kita Mart berada pada manajemen Koperasi Syariah 212. Koperasi yang lahir dari spirit 212 dibawah pimpinan Ustad Syafii Antonio. Kita Mart sendiri adalah brand yang lahir dari MTW pimpinan Ustad Valentino Dinsi, yang juga bertindak sebagai Ketua I Koperasi Syariah 212.

Setelah sukses dengan brand Kita Mart, KSB berencana juga mengadopsi 212 Mart, brand yang dikembangkan oleh KS 212. Dengan demikian, ke depan pengembangan bisnis supermarket KSB akan menggunakan dua brand: Kita Mart dan 212 Mart.

Tentu saja ini merupakan strategi baru dalam bisnis super market. Dimana Indomart dan Alfamart, Shodaqo, Ceria Mart, dan lainnya hadir sebagai brand kuat yang dimiliki oleh masing-masing perseroan. Itu sebabnya spirit 212 ini perlu disambut dengan gegap gempita.

Kita Mart Bojong Kulur memang berbeda, baik dari segi ukuran, keanggotaan maupun jangkauan pasar. Dari segi ukuran, super market ini masuk golongan D dengan 36 rak dan 3.500 produk. Jumlah anggota yang besar, selain sebagai basis modal, juga sebagai basis pelanggan setia.

Target pengurus KSB, menurut Sekretaris KSB Aris Ahmad Risadi, diharapkan dari 60.000 warga Bojong Kulur bisa terlayani semua. Sebab saat ini Indomaret dan Alfamart sudah memiliki 22 titik di desa Bojong Kulur.

Saat ini, menurutnya, KSB didirikan oleh 70 masjid dan mushalla, sehingga sangat memungkinkan membangun di 70 titik Kita Mart dengan berbagai tipe dan jumlah produk. Namun semua itu masih dalam perencanaan bisnis yang terus direalisasikan.

Para pembeli sedang dilayani oleh para karyawan harus mengantre

Back up bank

Selain berhasil mengumpulkan dana dari anggota, KSB juga mulai dilirik Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah). Menurut Zefri Ananta, head of division BNI Syariah, yang juga warga Bojong Kulur, model bisnis Kita Mart ini cukup menarik. Dari sisi pengumpulan massa dilakukan lewat masjid dan musholla. Sehingga pengerahan jamaah masjid masjid dan mushalla ini membawa berkah, sehingga omzet Kita Mart demikian besar.

“Kalau bisnisnya bagus, BNI Syariah siap men-support,” katanya kepada Nusantara News.

Perlu diketahui, saat pengumpulan dana KSB untuk Kita Mart pertama, walaupun sudah terkumpul 570 anggota, namun pengumpulan dananya agak terlambat. Sementara pengurus formatur sudah menetapkan waktu 10 hari, sehingga pada saat launching nyaris dibatalkan oleh Hydro karena pengumpulan dana nyaris terhambat.

Namun dengan bantuan pinjaman beberapa warga, kekurangan dana yang ada bisa ditutup. Kemudian setelah dana anggota terkumpul, dana tersebut dikembalikan.

Nah, kata Zefri, BNI Syariah siap membantu meminjamkan dana untuk membuka berapa titik super market baru, kemudian anggota bisa mengembalikan dana itu setelah terkumpul dari jamaah. “Semacam musyarakah.”

Mengenai perkembangan bisnis Kita Mart, pada awalnya memang didesain untuk pengembangan bisnis tingkat Kabupaten. Namun melihat animo masyarakat yang cukup tinggi, para pengurus KSB bersepakat meningkatkan status perizinan ke tingkat nasional.

“Kalau hanya level Kabupaten Bogor tanggung. Ini barang bagus, sebaiknya perizinan di tingkat nasional. Sehingga ke depan Kita Mart bisa dibuka di seluruh Indonesia,” ungkap Roni Indrawan, Kepala Bidang Pengembangan Penyuluh Kementerian Koperasi dan UKM.

Tinggal, menurut Roni, bagaimana manajemen KSB ini dikelola secara profesional. Tidak boleh ada konflik kepentingan, dimana manajer dan karyawan diambil dari kalangan profesional. Dengan demikian perkembangan bisnis KSB bisa lebih baik dan cepat membesar.

“Kebanyakan koperasi hancur dan ujung-ujungnya pengurus masuk penjara lantaran pengelolaannya tidak profesional. Karena itu mindset pengurus dan manajer koperasi harus diluruskan, bahwa sama-sama ingin membesarkan koperasi,” jelasnya.

Apalagi, kata Roni, KSB ini didirikan oleh para ustad yang berasal dari perwakilan 70 masjid dan mushalla. Selain ada tanggung jawab profesional juga ada tanggung jawab berupa amanah umat. “Ini tentu jauh lebih berat dan harus berhasil.”

Apakah Kita Mart akan menjadi besar? Semua kembali pada niat baik dan profesionalisme para pengurus dan manajer. Terutama doa dan dorongan moril para ustad di Bojong Kulur.[]

1 KOMENTAR

  1. Lanjutkan, agar ekonomi umat islam semakin baik, setiap kegiatan yang ditujukan untuk pemberdayaan umat islam selalu ada tantangan, semoga tantangan itu dapat diubah menjadi sebuah peluang amin yaa robbal alamin.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here