KM Mutiara Sentosa 1 Terbakar, Ditjen Hubla Tertibkan Keselamatan Pelayaran

0
47

Nusantara.news, Surabaya – Meski berbagai upaya untuk peningkatan keselamatan pelayaran telah dilakukan, namun masih saja ada kecelakaan kapal laut, seperti yang dialami KM Mutiara Sentosa 1 pada 19 Mei 2017. Padahal, ketentuan uji petik laik laut kapal oleh tim marine inspector Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut dilakukan secara berkala, terutama di saat-saat menjelang angkutan laut lebaran yang akan dimulai dari 17 April hingga 30 Juni 2017.

“Kejadian terbakarnya KM Mutiara Sentosa 1 tersebut menandakan belum sepenuhnya pelaksanaan aturan keselamatan pelayaran dijalankan dengan sungguh-sungguh. Kami selaku regulator telah mengeluarkan aturan-aturan keselamatan dan mestinya menjadi tanggung jawab bersama di dalam pelaksanaan dan penegakan aturan tersebut oleh operator maupun masyarakat pengguna jasa,” tegas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, A. Tonny Budiono dalam siaran persnya.

Atas peristiwa tersebut, Ditjen Hubla meminta faktor keselamatan pelayaran harus benar-benar ditingkatkan dan dilaksanakan oleh semua pihak, baik oleh regulator, operator maupun pengguna jasa transportasi laut.

Lanjut Tonny, ke depan akan memperketat dan mengevaluasi kembali aturan-aturan keselamatan pelayaran serta melakukan law enforcement dengan tegas. Serta menginstruksikan kepada jajarannya agar menindak pelanggaran atas kelalaian terhadap keselamatan pelayaran tanpa kompromi.

Musibah terbakarnya KM Mutiara Sentosa 1 terjadi di posisi 05.33.8450 dan 114.31.2714 sekitar 3 mil Timur Laut Pulau Masalembu, Jawa Timur. Saat itu, kapal menempuh perjalanan dengan rute pelayaran Surabaya – Balikpapan, dan kemudian terbakar pukul 16.00 WIB, Jumat (19/5/2017).

KM Mutiara Sentosa 1 memiliki berat GT. 12.365, dengan panjang 134 meter dan lebar 21 meter itu merupakan jenis kapal penumpang berbendera Indonesia dengan IMO number 8718471 dengan nahkoda Eddy Sarwoto.

Saat musibah terjadi, kapal tengah berangkat dari Surabaya pada hari Kamis (18/5) pukul 23.41 WIB dengan tujuan Balikpapan. Dengan Anak Buah Kapal berjumlah 37 orang dan 80 unit kendaraan yang terdiri dari sepeda motor (2 unit), mobil kecil (21), truk sedang (10) dan truk besar (47) unit.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, hari ini,  Syahbandar Tanjung Perak Surabaya kembali melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melanjutkan proses evakuasi para penumpang kapal. Dan Kepala SAR Nasional wilayah Jawa Timur juga ke lokasi untuk memastikan jumlah korban yang selamat.

Terkait dengan penyebab terbakarnya KM. Mutiara Sentosa 1, tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga berangkat menuju lokasi kejadian untuk melakukan investigasi awal penyebab terbakarnya kapal.

Disebutkan, penumpang termasuk ABK telah berhasil dievakuasi. Bagi para penumpang terluka yang telah dievakuasi dirujuk ke Puskesmas Masalembu dan yang tidak mengalami luka ditempatkan di terminal penumpang Masalembu.

“Hingga saat ini 187 orang penumpang termasuk ABK telah dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Bagi para penumpang terluka yang telah dievakuasi dirujuk ke Puskesmas Masalembu dan yang tidak mengalami luka di tempatkan di terminal penumpang Masalembu,” ujar Tonny.

Sementara, guna proses evakuasi penumpang KM. Mutiara Sentosa I telah dikerahkan Kapal Patroli PLP, UPP Masalembu, kapal milik Basarnas dari Surabaya dan Lantamal V. Selain itu, juga MV Meratus Makassar yang berada sekitar 8 mil dari lokasi kejadian juga ikut membantu melakukan evakuasi penumpang.

Tonny menyebutkan beberapa nama kapal lain yang turut membantu, di antaranya;  KMP. Dharma Kartika 9, kapal Tug Boat Asmarina 9 dan kapal Tongkang Asmarina 12 juga 8 kapal nelayan ikut membantu evakuasi penumpang.

Dijelaskan, saat itu tinggi gelombang sekitar 1 hingga 1.5 meter sehingga memerlukan waktu untuk melakukan evakuasi penumpang kapal.

Proses evakuasi penumpang, hanya dapat dilakukan melalui bagian belakang kapal karena bagian depan kapal yang mengalami kebakaran. Dia menyebut, penumpang kapal yang telah berhasil dievakuasi menuturkan bahwa kebakaran terjadi di car deck dan sprinkler. Saat itu, air berfungsi baik namun tidak mampu memadamkan api sehingga api semakin membesar dan memaksa nahkoda meminta para penumpang untuk meninggalkan kapal.

Saat ini kapal KM. Mutiara Sentosa 1 telah dikandaskan pada lokasi dangkal pada pukul 23.00 WIB semalam, dan kapal telah ditinggalkan oleh kru kapal.

Terkait peristiwa tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah membuat “Maklumat Pelayaran” ke stasiun radio pantai untuk disebarkan ke instansi terkait. Isinya agar kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan terhadap para penumpang KM. Mustika Sentosa 1. Dan, atas kejadian itu Dirjen Hubla Tonny menyatakan keprihatinannya karena masih terulangnya kejadian kapal penumpang yang terbakar di perairan Indonesia.

Sementara, Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, menyebut sumber dari Basarnas Kansar Surabaya dan BPBD Kabupaten Sumenep, ada 3 korban meninggal dalam peristiwa tersebut, namun belum didapat identitas lengkapnya.

“Itu update pukul 06.35 WIB, untuk data korban masih kita kumpulkan. Untuk sementara korban masih perjalanan,” tulis Sutopo.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here