Koalisi Besar Siap Tantang Calon Petahana Kota Malang

0
39
Perkumpulan beberapa Ketua Parpol di Kota Malang membentuk Koalisi (Sumber: Muhammad Aminudin/Detik News)

Nusantara.news, Kota Malang – Situasi politik yang berjalan dinamis dan terus berkembang pada masa mendekati Pilkada Serentak 2018 nanti terus bergulir. Di Kota Malang ramai-ramai membuat poris untuk melawan sang Petahana, M Anton.

Ada 6 parpol yang bergabung dalam satu poros koalisi yang kabarnya akan menantang calon Petahana. Enam Parpol tersebut yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP dan Hanura.

Hal tersebut dikuatkan dengan beberapa waktu lalu, para petinggi sejumlah partai politik (Parpol) menggelar pertemuan di di kantor DPD II Partai Golkar di Jalan Panglima Sudirman, Kota Malang Sabtu (16/12/2017) lalu.

Pertemuan tersebut diramaikan oleh para petinggi enam parpol, yaitu Golkar, Partai Demokrat, Gerindra, PAN, Hanura, dan PPP. Setiap Parpol minimal dihadiri dua orang, dan maksimal tiga orang yang hadir dalam pertemuan tersebut yakni ketua, sekretaris, atau wakil ketua.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang, Arif Dharmawan menjelaskan agenda tersebut baru tahap penjajakan membentuk koalisi.

“Saya belum bisa berkomentar banyak, karena yang namannya koalisi kan kesepaktan bersama. Kemarin hanya penjajakan, komunikasi dan sillaturahmi antar parpol. Selain itu juga sharing penyamaan visi misi untuk Kota Malang yang lebih baik,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/12/2017).

Namun, karena ada beberapa ketua parpol yang tak hadir. Agenda tersebut berjalan pada tahap komunikasi dan penjajakan antar parpol untuk penyamaan pandangan framing

Sementara Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang, Yaqud Ananda Gudban menyatakan ada rencana berkoalisi untuk mengusung pasangan calon di Pilwali Malang 2018 nanti. Parpol yang akan bergabung adalah di luar PKB, PKS dan NasDem, yang telah resmi mengusung petahana M Anton.

“Iya pastinya ada harapan untuk menuju ke sana, namun belum final. Komunikasi masih terus berjalan. Mohon doa restunya saja ya,” ujar Nanda, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, pertemuan antar parpol kemarin adalah kerjasama untuk membangun Kota Malang, sudah pernah berjalan.  “Sebelumnya secara nonformal kami sudah seringkali bertemu, tapi bersifat parsial. Baru yang terakhir komplit enam parpol itu,” bebernya terpisah.

Ia menjelaskan terkait kesepakatan untuk berkoalisi belum final. Masing-masing parpol masih belum mengambil sikap untuk bergabung mengusung pasangan calon. “Penentuan sikap akan diambil di masing-masing ketua parpol, tapi kemarin ada beberapa yang tidak datang,” jelas Bung Edi, sapaan akrab Ketua Partai Golkar Kota Malang tersebut.

Pastinya menunggu kesepakatan dan pandangan dari beberapa parpol yang akan diajak untuk bergabung dalam koalisi tersebut. Tiga dari enam parpol dalam koalisi tersebut sepakat untuk mengajukan Ya’qud Ananda Gudban untuk menjadi Calon Walikota Malang. Dari Golkar niatan untung mengusung Sofyan Edi Jarwoko. Sementara dari Gerindra dan Demokrat masih belum memberikan pandangan yang akan diajukan dan di diskusikan dalam koalisi tersebut.

Rencanannya memang beberapa partai yang telah dipertemukan kemarin ingin bekerjasama untuk membangun Kota Malang yang lebih baik. “Garis besarnya, kita ingin kerjasama dengan menyamakan niat yang baik, mulia, tinggal nanti tekadnya dan usahannya ditata, bekerjasama untiuk kebaikan,” sebutnya.

Ia mengakui ada keinginan membentuk poros besar. Namun, proses menuju poros besar itu masih dalam tahap penjajakan dan penyatuan maksud. “Sekarang Masih samakan persepsi dan pandangan dulu,” terangnya.

Bung Edi hanya tertawa ketika ditanya jika poros besar ini akan terbentuk untuk menghadapi calon petahana.

Peluang Kemenangan

Enam parpol besar yang berencana akan bergabung dan membentuk poros besar tersebut jika ditilik secara peta kekuatan politik dan masa merupakan gabungan poros yang kuat. Peluang untuk meraup suara kemenanganpun besar.

Enam partai yang bergabung cukup diperhitungkan dan juga bisa dikatakan sebagai koalisi besar menghadapi petahana. Enam partai yang terdiri dari Gerindra, Demokrat, Golkar, PAN, PPP dan Hanura cukup diperhitungkan kekuatannya.

Jika digabung, keenam parpol yang bertemu dalam pertemuan itu memiliki sekitar 24 kursi di DPRD Kota Malang. Dengan komposisi Gerindra 4 kursi, Demokrat 5 kursi, Hanura 3, kursi PAN 4 kursi, PPP 3 kursi, Golkar 5 kursi. Jumlah yang terlebih dari cukup untuk persyaratan mengusung calon Walikota Malang ke KPU.

Kekuatan Sang Petahana dan koalisinya hingga hari ini masih terlihat dari PKB, PKS dan Nasdem. Jika dibandingkan poros koalisi enam parpol besar tadi lebih kuat untuk menjaring suara massa dan perolehan kursi di legislatif daerah.

Ketua DPD PAN Kota Malang, Pujianto menjelaskan sebenarnya pertemuan petinggi enam parpol kemarin adalah pertemuan kedua. Namun, pertemuan kali ini lebih serius daripada pertemuan sebelumnya.

Sebelumnya, pertemuan dilakukan di RM Kertanegara dekat Alun-Alun Tugu, disepakati ada pertemuan lanjutan di kantor DPD II Golkar Kota Malang. Pertemuan itu juga untuk menjalin komunikasi politik antar beberapa parpol di Kota Malang.

“Pertemuan ini memang untuk menyatukan visi dan misi dalam kebersamaan membangun Kota Malang agar lebih baik,” ujar Puji.

Sebelumnya PAN, Hanura dan PPP telah membuat kesepakatan untuk koalisi dalam Pilkada Kota Malang 2018. Sedangkan Golkar, Demokrat, dan Gerindra belum menentukan sikap untuk koalisi dengan parpol apapun.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan kemarin lebih mengerucut pada koalisi besar yang terdiri dari enam parpol itu. Dia menyebut persentase terbentuknya koalisi poros besar enam parpol itu mencapai lebih dari 50 persen. Namun, pertemuan itu belum membicarakan nama pasangan yang bakal diusung.

“Kalau pembicaraan itu ada banyak pertimbangan, pendapat, dan parameter. Doakan saja maksud dan niatan baik dari kami untuk membangun Kota Malang yang lebih baik,” tutupnya. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here