Koalisi Pemenang Pilkada 2013 Pamekasan di Ambang Keretakan

0
122
OTT KPK yang membuat yang akhirnya menetapkan Bupati M Syafii tersangka, membuat peluang KH Kholilurrahman sebagai suksesor di 2018 kian terbuka.

Nusantara.news, Pamekasan – Penangkapan Bupati Achmad Syafii dan 4 orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu, sempat diprediksi akan mempengaruhi pamor empat partai pendukungnya di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2013 Kabupaten Pamekasan. Faktanya, PPP sebagai motor koalisi parpol pendukung justru masih banjir peminat untuk 2018.

Terbukti, penjaringan bakal calon bupati-wakil bupati (bacabup-bacawabup) yang ditutup Rabu (7/9/2017), ada sembilan orang yang mengembalikan formulir pendaftaran. Juru bicara Panitia Desk Pilkada PPP Kabupaten Pamekasan Ali Maskur merinci, tiga orang mendaftar sebagai bacabup dan enam orang untuk bacawabup.

Sebelumnya, jumlah pendaftar Bacabup/Bacawabup di PPP Pamekasan sebanyak delapan orang. Masing-masing Kholilurrahman, Rudy Susanto, Badrut Tamam, Taufadi, Roja’ie, Herman Kusnadi, Samhari, dan Wazirul Jihad. Namun, menjelang detik-detik terakhir penutupan pendaftaran, ada seorang lagi yang mendaftarkan diri. “Terakhir yang masuk formulirnya Brigjen (Purn) TNI Mas’ud Efendi Amien. Mendaftar sebagai bacawabup,” jelasnya, Kamis (8/9/2017).

Sebagai motor koalisi pemenang Pilkada 2018, PPP memang berharap masalah yang membelit di akhir-akhir periode pertama Ahmad Syafii tidak mengubah peta dukungan. Dari total jumlah 463.143 suara sah yang masuk di Pilkada 2013, pasangan yang didukung Demokrat, PPP, PAN dan PKS itu sukses meraup 54,05 persen suara.

Hasilnya memang tidak terpaut jauh dengan paslon Kholilurrahman-Masduki yang meraih 205.902 suara (44,46 %). Padahal koalisi pendukungnya diisi enam partai. Separuhnya merupakan partai berbasis Islam. Yakni PKB, PBB dan PBR yang ditopang Gerindra, Golkar dan PDI Perjuangan. Menariknya, Kholilrurrahman kini mencoba peruntungan mencari rekomendasi PPP.

Indikasi ini yang memperkuat peta koalisi bakal berubah. PAN yang sebelumnya solid dengan PPP diketahui menggelar penjaringan diam-diam. Ketua DPD PAN Pamekasan, Heru Budi Priyatno mengatakan, partainya memilih melakukan mekanisme konvensi tertutup yang berdasar pada hasil survei tim internal. “Yang penting tujuan tercapai, Sebab kita tidak boleh serta merta mengusung tanpa ada landasan dan argumentasi yang jelas,” katanya kepada media, Minggu (3/9/2017).

Disinggung hasil survei, Heru menerangkan masih berlangsung. “Nama-nama yang masuk penjaringan tim internal nanti akan dipanggil secara langsung. Tetapi kita juga masih memberi kesempatan bagi bakal calon lainnya mendaftar. Prinsipnya, PAN fair play,” ucapnya.

Sejauh ini sudah ada dua partai politik yang secara resmi membuka pendaftaran bacabup-bacawabup untuk Pilkada 2018. Yakni PPP dan Demokrat.

Peluang Tipis Calon Independen

Berbeda dengan jalur partai, calon independen sepertinya dipandang sebelah mata di Pamekasan. KPU setempat bahkan mengaku, hingga kini belum mempersiapkan formulir pasangan dari unsur perseorangan atau calon independen. “Sementara ini, kami masih fokus pada rancangan dan tata cara pendaftaran serta sosialisasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pilkada,” kata Ketua KPU Pamekasan M Hamzah.

Menurutnya, formulir yang disiapkan hanya untuk bacabup-bacawabup yang diusung partai politik, atau gabungan partai politik. “Formulir untuk bacabup-bacawabup dari unsur perseorangan ini belum kami siapkan, karena hingga saat ini belum ada pasangan bakal calon yang akan maju,” katanya. Kendatipun demikian, bukan berarti pendaftaran dari jalur independen ditutup.

Sesuai ketentuan, untuk maju sebagai bacabup-bacawabup dari unsur perseorangan, minimal harus mengantongi dukungan dari 51 ribu orang yang dibuktikan dengan KTP. Hamzah menegaskan, jika itu sudah sesuai syarat dukungan dalam peraturan KPU (PKPU). Persentase itu berdasarkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di tiap kabupaten. Jumlah DPT yang menjadi acuan adalah pemilih pada pemilihan umum (pemilu) sebelumnya.

Menurut Hamzah, jumlah DPT pada pelaksanaan pemilu presiden (Pilpres) Pamekasan 2014 sebanyak 680.831 pemilih. “Itu artinya, Pamekasan masuk kategori daerah dengan jumlah pemilih lebih dari 500 ribu dan kurang dari 1 juta. Dalam kategori ini, calon independen wajib mengumpulkan dukungan 7,5 persen,” urai Hamzah.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here