Kodam Brawijaya dan Pemprov Jatim Pugar Ratusan Ribu Rumah tak Layak Huni

1
76
Soekarwo dan Pangdam V Brawijaya melakukan peletakan batu pertama pemugaran RTLH di Gresik.

Nusantara.news, Surabaya – Dalam kurun waktu 2009 hingga 2017, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kodam V Brawijaya telah membangun atau membenahi lebih dari 108 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berada di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Alhamdulillah, itu berkat keikhlasan TNI yang membantu dan ikut membenahi rumah masyarakat yang tidak layak huni, terima kasih TNI,” ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo, kemarin.

Ditambahkan, yang terbaru dilakukan adalah peletakan batu pertama pemugaran RTLH Tahap ke-XIII bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana di Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.

Gubernur Soekarwo menyebut, RTLH merupakan program prioritas yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kodam V Brawijaya. Dikatakan, program tersebut bertujuan untuk mengentas kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Memasuki tahap ke XIII ini, terdapat 108 ribu RTLH lebih yang telah dibenahi. Menjadi rumah layak huni dan sehat,” terangnya.

Kedepan, terang Pakde Karwo,  kerjasama akan terus ditingkatkan utamanya guna meningkatkan kesejahteraan serta memberi rasa aman dan nyaman khusus untuk rumah masyarakat miskin. Salah satunya yang terus dilakukan dengan mendata, mencari solusi, dan merelokasi rumah-rumah warga di seluruh Jawa Timur. Termasuk untuk rumah tidak layak huni yang juga berrada di wilayah yang kondisi geografisnya membahayakan.

“Salah satu contohnya, relokasi rumah di Kabupaten Ponorogo yang rawan longsor, atau menambah jumlah pintu air dan mengeruk saluran banjir sungai Bengawan Solo, yang dimulai dari kawasan Desa Plang Wot sampai Sedayu Lawas, untuk mencegah banjir di wilayah Gresik dan Lamongan,” urainya.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI I Made Sukadana mengatakan, pihaknya siap mengemban amanah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun RTLH. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, yakni rumah yang sehat dan layak huni.

“Kegiatan RTLH ini mampu menumbuhkan kehidupan ekonomi dan membangkitkan kepedulian sosial, serta semangat gotong-royong ditengah-tengah masyarakat yang ketempatan RTLH. Kegiatan gotong-royong harus terus dilanjutkan keseluruh pelosok negeri,” kata Mayjen I Made Sukadana.

Ditegaskan, pembangunan RTLH patut dijadikan sebagai contoh serta terus dikembangkan oleh pemerintah provinsi dan kodam lainnya se-Indonesia.

Di kesempatan itu, Bupat Gresik, Sambari Halim mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Pakde Karwo dan I Made Sukadana atas terselenggaranya RTLH di Gresik. “Di wilayah kami ada 47.608 rumah tidak layak huni yang perlu direhab,” terangnya.

Dan, melalui program pembangunan rumah tidak layak huni, tahun ini pihaknya menargetkan ada 1.714 rumah yang bisa diperbaiki. “Sementara sampai tahun 2021, kami menargetkan 40 persen dari jumlah 47.608 unit rumah bisa dilakukan pembenahan,” katanya.

Untuk diketahui, renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dengan sasaran untuk mengentas masyarakat miskin dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan pembangunan rumah yang layak huni, yang dilakukan dengan Kodam V Brawijaya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) Nomor 22/PERMEN/M/2008, RTLH adalah rumah yang tak memenuhi persyaratan teknis keselamatan bangunan dan kecukupan minimum luas bangunan serta kesehatan penghuninya.

Jumlah penduduk Jawa Timur pada tahun 2010 berdasarkan pendataan BPS tercatat sebesar 37.476.757 jiwa dengan pertumbuhan penduduk 0,53 persen. Dari jumlah penduduk tersebut terdapat Rumah Tangga Miskin (RTM) sebanyak 2.992.699, terdiri dari sangat miskin 483.296 RTM, miskin 1.237.602 RTM dan hampir miskin 1.271.801 RTM. Khusus di bidang perumahan, menunjukkan angka backlog rumah di Jawa Timur masih mencapai 530.000 unit pada tahun 2010, terdiri dari 212.000 unit di perkotaan dan 218.000 unit di perdesaan. Dan, jumlah RTLH di Jawa Timur tercatat mencapai 324.000 unit, tersebar di 38 kabupaten/kota.

Sebuah semangat dan kerjasama yang membanggakan, dan tidak berlebihan jika program pembangunan rumah tidak layak huni yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan tentara ini, juga bisa dilakukan di provinsi lainnya di Indonesia.[]

1 KOMENTAR

  1. Tegal, 26 Sept, 2017 Kepada Yth Masyarakat Umum Dengan hormat, Korban meninggal akibat Teroris Militeri Imam bin Makdum & Supadi bersaudara
    Teroris Militeri Imam bin Makdum
    Teroris Militeri Kukuh bin Imam bin Makdum . Teroris Menggunakan Jin-jin Macan & Anjing , Bulak Cempul, rumah-rumah suwung dan tempat-tempat angker lainnya sejak th 1994 sampai sekarang.Data meninggal dari tahun 2004 sampai sekarang Di Desa Dukuh Damu-Lebaksiu-Tegal dan sekitarnya:
    1. Mas Akrom
    2. Istri Mas Akrom
    3. Bp.Suya
    4. Istri Bp Suya
    5. Bp H. Karyo
    6. Bp Samijo
    7. Mas Miril
    8. Istri Mas Ropii
    9. Mas Tuloh
    10. Kakak Mas Tuloh
    11. Mas Tarjono
    12. Mas Ahmad Tukang
    13. Mas Daryono (Tari)
    14. Mas Muslim SAg (IAIN) Brebes
    15. Mas Darmo (Tum)
    16. Mas Ripin (Lor)
    17. Mas Emi (Mail)
    18. Bp Marno
    19. Bp Sutik
    20. Mas Herman (Mba Tamaroh)
    21. Ibu Hj. Daumi
    22. Ibu Wasni
    23. Mas Tarjono
    24. Bp Suhari
    25. Bp Sujud
    26. Bp. Sakyan
    27. Bp. Saprah
    28. Bp Subar
    29. Bp Wasad
    30. Mas Diryo
    31. Mba Mar (Istri H Mulus)
    32. Ibu Riyatun
    33. Ibu Das
    34. Mas Tasroh
    35. Istri Mas Tasroh
    36. Hj. Eti
    37. Istri Bp Kyai Grobog
    38. Mbah Keponjolan
    39. Ibu Darmi
    40. Bp Cilik Naruh (Slarang)
    41. Mba Masripah (Slarang)
    42. Bp.H.Jaenudin (Slarang)
    43. Mas Dikin (Slarang)
    44. Calon H. Bp. Drs Muhyidin (Kepala Mts Kesuben)
    45. Istri Bp Drs H. Muhyidin (Kesuben)
    46. Supir Bp.Drs. H Muhtidin (Kesuben)
    47. Bp Drs.Herman Sunarko (Balaradin)
    48. Mas Bari (SMA Maarif)
    49. Si Mbo (Cina jatibarang)
    50. Bp Casnari (PNS Blubuk)
    51. Imam (Ojek Jakarta)
    52. Osama bin Aldekhil (Riyadh, Arab Saudi)
    53. Hahi Hari Abdul Gani (Junior UMJ)
    54. Anak Wa Amin (Pedagang Cengkrong Slawi)
    55. Mas Purwanto (Cipondoh)
    56. Ibu Teguh (Cipondoh)
    57. Mbayu Teguh (Cipondoh
    58. Ibu Hj. Umi (Ibu Abd.Azis)
    59. Guru H. Ahmadyono
    60. Bp. Sudar
    61. Ibu Hj. Darli (H.Abas)
    62. Bp.Pedagang Kayu Palet Bekas (Galandong)
    63. Yu Mirah
    64. H. Rosad
    Teroris Militeri Imam bin Makdum
    Kami belum melakukan pendataan Korban meninggal di Universitas Muhammadiyah Jakarta, SMEA Dhamasavana, Cina, SMU Almuhlisin Jakarta.
    Hormat kami,
    M. Abdul Honi, SH
    Alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta
    Th 1996
    Alamat: Ds Dukuh Damu Rt.04/01 No.02-Lebaksiu-Tegal
    Email: abdulhoni@gmail.com

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here