Komitmen Soekarwo untuk Khofifah-Emil dan Nasib PDIP di Pilkada Serentak

0
238
Partai Demokrat Dukung Pasangan Khofifah-Emil, di Pilgub Jatim

Nusantara.news, Surabaya – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo berkomitmen solidkan dukungan kader Demokrat Jatim yang dipimpinnya sebagai mesin politik menyokong kemenangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim yang digelar Juni 2018.

Soal tim pemenangan pasangan Khofifah-Emil, pihaknya (Partai Demokrat Jatim) memasrahkan kepada Khofifah dan para kiai yang tergabung dalam Tim 9, dan  didalamnya terdiri dari 17 kiai bu nyai dan sejumlah tokoh berpengaruh.

DPD Partai Demokrat Jatim, lanjutnya sebatas sebagai partai pengusung yang tidak terlibat dalam perumusan tim pemenangan. Namun, tetap berkomitmen menyolidkan dukungan dan sebagai mesin politik penyokong kemenangan Khofifah.

“Kami serahkan ke Bu Khofifah sebagai calon, dan tim sembilan serta para kiai,” ujar Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (22/11/2017).

Soekarwo yang juga Gubernur Jatim dua periode tersebut menegaskan, mesin politik partainya tidak perlu diragukan. Siap mengantar kemenangan pasangan Khofifah-Emil ke kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, dan menerima tongkat estafet kepemimpinan darinya.

Pakde Karwo -sapaan Soekarwo- menegaskan dukungan partainya ke pasangan Khofifah-Emil telah disetujui oleh DPP Partai Demokrat. Konsekuensinya seluruh mesin Partai Demokrat di Jatim harus melaksanakan keputusan itu.

Soekarwo Kumpulkan Elemen Partai Demokrat

Untuk memaksimalkan mesin dukungan pemenangan, dalam waktu dekat Pakde Karwo mengumpulkan semua elemen partai guna membahas soal itu. Dipastikan, amanat yang telah disampaikan oleh DPP Partai Demokrat di Puri Cikeas, akan berjalan dengan baik.

“Kalau mesin partai jangan ditanya lagi. Nanti saya kumpulkan, atau paling tidak saya telepon untuk memenangkan pasangan calon (Khofifah-Emil) pilihan Demokrat,” tegas Pakde Karwo.

Baca Juga: Ikrar Dukung Khofifah, PPKN Komitmen Selamatkan NU dari Penyelewengan

Sebelumnya, bertempat di Puri Cikeas, Ketua DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi menyerahkan surat rekomendasi dukungan partai kepada pasangan itu, yang disaksikan Ketua DPD Demokrat Jatim Soekarwo, para kiai NU serta undangan lainnya.

Dukungan partai berlogo Segitiga Mercy itu diserahkan langsung oleh Ketua DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Khofifah-Emil. Dan itu merupakan kewenangan penuh ketua umum.

Serupa, dukungan untuk pasangan Khofifah-Emil juga datang dari DPP Partai Golkar. Rekomendasi surat dukungan diberikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Partai Golkar Idrus Marham kepada pasangan itu di DPP Partai Golkar di Jakarta, kemarin.

Partai Golkar juga Dukung Pasangan Khofifah-Emil maju Pilgub Jatim, 2018

Sebelumnya Menguat Dua Nama, Emil dan Ipong

Untuk diketahui, dalam perjalanan Pilgub Jatim langkah PKB Jatim dan PDI Perjuangan lebih dulu memunculkan pasangan calon, Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas. Tak ingin membuang waktu, pasangan itu langsung tancap gas bergerilya ke seluruh penjuru wilayah. Bermodal tebar program berharap akan memanen dukungan suara pemilih di Pilgub Jatim, yang digelar Juni 2018 mendatang. Termasuk, untuk mengenalkan kepada masyarakat Jatim, baliho besar telah terpasang, di antaranya Bundaran Waru, arah masuk Surabaya dari Sidoarjo, serta terpasang di sekitar Aloha, Sidoarjo.

Baliho Gus Ipul-Anas di Bundaran Waru, pintu masuk ke Surabaya dari Sidoarjo (Foto: Tudji)

Kemudian, untuk Khofifah, sebelumnya dua nama Emil dan Ipong terus menghiasi semua pemberitaan. Kedua nama tersebut dinilai sama-sama kuat dan layak mendampingi Khofifah di Pilgub Jatim. Emil dan Ipong digadang sebagai kandidat terbaik dari elemen muda alias milenial, layak mendampingi Ketua PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial itu.

Baca Juga: Gus Ipul dan Khofifah Dua Kader Terbaik NU

“Namanya (Emil) muncul setelah para kiai melakukan istiqarah. Dan, Ibu Khofifah tidak keberatan dengan nama Emil sehingga menjadi keputusan partai,” terang Pakde Karwo.

Baliho Bacagub di Pilgub Jatim (Agus Kocing)

Langkah Partai Demokrat itu kemudian disusul DPP Partai Golkar, juga memberikan surat rekomendasi dukungan kepada pasangan Khofifah-Emil. Rekomendasi diberikan oleh pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham.

Dukungan ke dua partai tersebut memenuhi persyaratan untuk maju sebagai cagub-cawagub Jatim 2018, dengan 24 kursi. Dari Partai Demokrat sebanyak 13 kursi dan dari Partai Golkar memiliki 11 kursi di DPRD Jatim. Kekuatan dukungan akan terus bertambah, dari Partai NasDem dan Partai Hanura.

Pendapat Pengamat di Pilgub Jatim 2018

Hari Fitrianto, Akademisi Universitas Airlangga Surabaya (Foto: Tudji)

Terpilihnya Emil Dardak sebagai cawagub yang bakal mendampingi Khofifah akan membuat Pilgub Jatim menjadi semakin menarik dan kompetitif. Pasalnya superioritas angka elektabilitas pasangan Gus Ipul-Anas hanya bisa diimbangi oleh angka elektabilitas pasangan Khofifah-Emil. Meskipun hingga saat ini rilis yang dilakukan oleh lembaga survei masih menunjukan unggulnya pasangan Gus Ipul-Anas, di atas pasangan Khofifah-Emil.

“Namun prediksi di depan jarak angka elektabilitas kedua pasangan itu bisa sangat pendek, dengan catatan hanya ada dua pasangan calon yang maju di Pilgub Jatim kali ini,” urai Hari Fitrianto, pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (23/11/2017).

Baca Juga: IpoL Indonesia: Di Pilgub Jatim, Parpol Gagal Antar Kader Internal

Sebagai pasangan Khofifah, Emil dikatakan memiliki potensi yang sangat luar biasa besarnya untuk menyumbang elektabilitas Khofifah. Pertama, karena Emil bisa mengambil klaim atas kandidat cawagub yang merepresentasikan kalangan nasionalis abangan. Kedua, usia muda Emil bisa mencuri perhatian pemilih milenial atau pemilih muda yang memang mengidolakan sosok seperti Emil.

“Karena pemilih millenial itu karakteristiknya lebih percaya pada pemimpin yang lebih muda. Karena dipersepsikan, dianggap sebagai satu generasi maka ide dan gagasan yang hampir sama lebih mudah untuk direalisasikan oleh pemimpin muda,” tegas Hari.

Sementara soal baliho yang mulai terpasang di sejumlah tempat oleh kandidat, Hari menyebut itu tidak bisa dianggap mencuri start. “Karena baik pasangan Gus Ipul-Anas maupun Khofifah-Emil Dardak masih belum resmi mendaftar dan ditetapkan sebagai cagub dan cawagub Jatim oleh KPUD Jatim. Sehingga tidak bisa dikatakan mencuri start kampanye,” terangnya.

Mochtar W Oetomo, Pengamat Politik Unversitas Trunojoyo (Foto: Tudji)

Mochtar W Oetomo, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo, Bangkalan menyebut, soal definisi kampanye dan alat peraga kampanye dari waktu ke waktu dan dari pilkada ke pilkada selalu menjadi perdebatan yang tak pernah selesai.

“Aturan dan pasal-pasal selalu saja menyisakan lubang persoalan untuk bisa
dimanfaatkan dan diperdebatkan,” terang Mochtar.

Baca Juga: Emil Dipinang Khofifah, PDIP Serang Balik

Dia menjelaskan, kalau definisi kampanye dimaknai sebagaimana aturan selama ini, maka baliho tersebut, baik baliho La Nyalla, dan milik kandidat lainnya (cabup/cawabup, cawali/cawawali) yang tersebar di seluruh Jatim bukanlah pelanggaran.

“Karena tidak ada unsur mengajak untuk memilih atau mencoblos. Semua baliho tersebut masuk kategori informatif, bukan persuasif,” terangnya.

Ditambahkan, hal seperti itu kalau di media dan di medsos munkin bahkan lebih verbal sifat ajakannya (kampanyenya), lebih nyata.

“Di era teknologi seperti sekarang ini jelas akan sangat sulit membatasi segala bentuk model kampanye. Maka yang lebih substansial barangkali adalah apa materi kampanyenya (mendidik atau tidak), serta darimana dana kampanyenya ilegal atau tidak,” terang Mochtar.

Jago PDIP di 44 daerah Keok, Akankah Terulang?

Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri

Banyak pihak mengaku optimistis pasangan Gus Ipul-Anas akan unggul dan menang di Pilgub Jatim 2018. Hal yang menguatkan, Gus Ipul telah berpengalaman, menjadi wakil gubernur mendampingi Soekarwo selama dua periode. Sementara Anas dinilai berhasil mengemban jabatan Bupati Banyuwangi.

Namun, tidak sedikit masyarakat pemilih mengaku pesimistis pasangan Gus Ipul-Anas bisa memenangi Pilkada Jatim. Itu bercermin dari sejumlah kekalahan pilkada serentak pasangan yang diusung PDIP.

Data kpu.go.id, jago PDI Perjuangan kalah di sejumlah Pilkada

1. Kepulauan Yapen, Papua, pasangan Benyamin Arisoy dan Nathan Bonay.
2. Jayapura, pasangan Jansen Monim dan Abdul Rahman Sulaiman.
3. Halmahera Tengah, Maluku Utara, pasangan Muttiara T Yasin dan Kabir Kahar.
4. Kota Ambon, pasangan Paulus Kastanya dan Muhamad Armyn Latuconsina.
5. Seram Bagian Barat, pasangan Moh. Yasin Payapo dan Timotius Akerina.
6. Takalar, Sulawesi Selatan, pasangan Burhanuddin dan M Natsir Ibrahim.
7. Sulawesi Tengah, pasangan Hery Ludong dan Adjumain Lumbon.
8. Bombana, Sulawesi Tenggara, pasangan Kasra Jaru Munara dan Man Arfah.
9. Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pasangan M Zayat Kaimoeddin dan Suri Syahriah Mahmud.
10. Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, pasangan Boby Alimuddin dan Maksum Ramli.
11. Provinsi Gorontalo, pasangan Hana Hasanah Fadel dan Tonny S Junus.
12. Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pasangan Hironimus Rompas Makagansa, dan Fransiscus Silangen.
13. Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pasangan Hasan Ismail dan Fahrin Nizar.
14. Lembata, Nusa Tenggara Timur, pasangan Viktor Mado Watun dan Muhamad Nasir.
15. Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pasangan Jonas Salean dan Nikolaus Fransiskus.
16. Pringsewu, Lampung, pasangan Ardian Saputra dan R.A.Dewi Arimbi.
17. Mesuji Lampung, pasangan Febrina Lesisie Tantina dan M. Adam Ishak.
18. Muaro Jambi, pasangan Agustian Mahir dan Suswiyanto.
19. Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, pasangan Mukhsin Haita dan Abdul Hasib Salim.

Baca Juga: Ahok Effect: Partai Pendukung Bakal Tenggelam

20. Pekanbaru, Riau, pasangan Dastrayani Bibra dan Said Usman Abdullah
21. Kampar, Riau, pasangan Zulher dan Dasril Affandi.
22. Kepulauan Bangka Belitung, Bangka Belitung, Riau, pasangan Rustam Effendi dan Muhammad Irwansyah.
23. Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, pasangan Suwandel Muchtar dan Fitrial Bachri
30. Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pasangan Amin Pardomuan Napitupulu dan Ramses Hutagalung.
31. Bener Meriah, Aceh, pasangan Ridwan Abdul Muthalib dan Riduansyah
32. Simeulue, Aceh, pasangan Aryaudin dan H. Rapian.
33. Kota Langsa, Aceh, pasangan Fazlun Hasan dan Syahyuzar Aka.
34. Gayo Lues, Aceh, pasangan Abd. Rasad dan Rajab Marwan
35. Aceh Barat, Aceh, pasangan Alaidinsyah dan Kamaruddin.
36. Banten, pasangan Rano Karno dan Embay Mulya Syarief.
37. Yogjakarta, pasangan Imam Priyono D Putranto dan Achmad Fadli
38. Jawa Tengah, pasangan Taufik Hidayat dan Faiqoh Subky.
39. Banjarnegara, pasangan Wahyu Kristianto Saeful Muzad.
40. Salatiga, pasangan Agus Rudianto dan Dance Ishak Palit
42. Batang, pasangan Lafran Pancaputranto dan Nurhaji Slamet Urip
43. Jawa Barat, pasangan Meilina Kartika Kadir dan Abdul Kholik.
44. Tasikmalaya, pasangan R. Dicky Candranegara dan Denny Romdony.

Adakah yang kurang dengan pasangan yang dijagokan oleh partai berlogo Kepala Banteng Moncong Putih?. Bagaimana perjalanan pasangan yang kali ini maju di Pilgub Jatim.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here