Kontraktor Berceloteh Permainan Lelang di Pemkab Lamongan

0
347

Nusantara.news, Lamongan – Salah satu tugas Pemkab menurut UU /2004 tentang Pemda adalah memberikan layanan di bidang Infrastruktur terutama jalan. Setiap tahun pemerintah pusat mengeluarkan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Tahun 2015 Kabupaten Lamongan mendapat DAK untuk bidang jalan sebesar Rp21,8 miliar lebih, terbagi dalam 9 paket, setelah dilakukan pelelangan didapat total harga kontrak sebesar Rp21,5 miliar lebih. Hanya selisih Rp300 juta atau setiap paket sebesar Rp33 juta. Sekilas hal ini biasa saja, terlebih untuk setiap paket terdapat 3 penawar.

Namun seorang kontraktor yang enggan disebut nama berceloteh bawah di balik semua ini terdapat pat gulipat yang merugikan keuangan daerah. Kontraktor tersebut mengaku, untuk bisa dapat proyek harus mengijon dulu feenya. “Beberapa tahun ini tarifnya gak berubah 20 persen,” ujarnya membuka pembicaraan dengan NUSANTARA.NEWS di Lamongan, Senin (6/2/2017)

Lebih jauh ia menjelaskan di awal tahun anggaran pihaknya sudah pesan dulu proyek mana yang akan dikerjakan disertai stor uang panjar. “Nanti kalau sudah dibuka pelelangan baru diberikan semua potongannya, dijamin 100% menang,” kata sang kontraktor.

Biar tidak terlihat ada persengkokolan lelang, dalam setiap proyek harus mendaftarkan sebanyak-banyaknya peserta. Tujuannya, agar kontraktor dari luar Lamongan takut mendaftar. “Nanti disiapkan minimal 3 peserta yang melakukan penawaran,” katanya.

Jika ada peserta luar masuk dengan harga murah, dijamin lelang akan diulang.Ini semua dilakukan untuk menjamin selisih harga kontrak dengan HPS seminimal mungkin.

Lantas mengapa kontraktor mau membayar fee 20 persen? Jawabnya karena banyak untung. Misalnya sebuah proyek nilainya Rp1,5 miliar, setelah dipotong PPN, PPH dan keuntungan nilainya tinggal Rp1,15miliar. Berdasar harga pasar nilainya cukup Rp850 juta. “Jadi siapapun akan bersedia jika harus setor  Rp300juta ke oknum dinas,” jelasnya

Sudah biasa di Lamongan kalau diawal-awal tahun banyak kontraktor yang cekak modal menggadaikan mobil, tanah, rumah, barang berharga serta tidak ketinggalan cari pinjaman.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamongan Yuhronoor Efendi, tidak merespon. Pesan pendek yang dikirim, juga tidak dijawab. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here