Kontribusi Retribusi Parkir terhadap PAD Jember

0
284

Nusantara.news, Jember – Retribusi parkir merupakan salah satu pendapatan potensial untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Upaya ini tengah dilakukan Kabupaten Jember untuk memperbesar pendapatan daerah.

Menurut Suyanto Sekretaris Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jember, pihaknya memiliki program dan mekanisme pemungutan retribusi parkir untuk memperbesar pemasukan. Untuk itu Pemkab Jember telah bekerjasama dengan pemrintah provinsi dan kepolisian guna meningkatkan pemasukan melalui retribusi perparkiran.

“Untuk peningkatan retribusi parkir kami telah jalin MoU dengan Provinsi dan kepolisian dengan proporsi pembagian Bappeda provisinsi 13%, Kepolisian 5% dan Pemkab Jember sebesar 82%. Hasil kerjasama antar ketiga institusi tersebut mulai nampak dari pendapatan Jember sebesar 10 miliar dari pungutan retribusi parkir. Jika tanpa kerjasama, pendapatan hanya 1 miliar bahkan bisa kurang,” ungkap Suyanto Senin malam (27/2/2017).

Sementara itu Abdil Furqon, sebagai perwakilan lembaga bantuan hukum konsumen Jember mengungkapkan, jika ingin menerapkan peraturan retribusi parkir, pemerintah Jember harus bersikap cepat tanggap terhadap kebijakan ini. Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah persepsi masyarakat terhadap model parkir berlangganan.

“Untuk menjaga kepuasan masyarakat terhadap layanan parkir, pemerintah harus memunculkan standar operasional kerja (SOP) secara ideal, karena yang dipertaruhkan adalah sumber pemasukan dari masyarakat untuk peningkatan pemasukan retribusi,” ungkap Abdil.

Hampir senada dengan Abdil Furqon anggota DPRD Jember Anang Murwanto menjelaskan bahwa pemerintah Kabupaten Jember wajib untuk  meningkatkan kualitas pelayanan jika memiliki ekspektasi pemasukan yang tinggi dari parkir.

“Kami sempat mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait pelayanan parkir. Masyarakat sudah membayar untuk parkir berlangganan, akan tetapi kualitas pelayanan masih saja rendah, bahkan beberapa kali masih ditarik uang lagi oleh petugas parkir. Ke depan pemerintah harus melakukan uji sampling terkait kepuasan masyarakat, sehingga bisa menjaga kualitas pelayanan parkir,” harapnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here