Koperasi Kota Malang Menyusut, Pemerintah Harus Perkuat Ekonomi Rakyat Bukan Investasi Asing  

0
57

Nusantara.news, Kota Malang – Koperasi yang merupakan salah satu tonggak perekonomian rakyat, kini menghadapi penyusutan dalam artian terjadi penurunan jumlah. Fenomena ini terjadi Kota Malang dalam satu tahun belakangan.

Jumlah koperasi di Kota Malang pada tahun 2016 berjumlah 817 kini menyusut menjadi 718 di tahun  2017 atau menyusut sekitar 100 koperasi. Hal ini disebabkan banyaknya koperasi yang terpaksa harus dibubarkan selama 2016 lalu.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, Tri Widyani menyebut ada 99 koperasi dibubarkan. “Pembubaran koperasi itu sebenarnya sangat disayangkan, mengingat koperasi adalah penopang perkembangan ekonomi rakyat,” ungkapnya

Ia menambahkan telah menyiapkan berbagai skema mengembangkan beberapa langkah untuk pengembangan koperasi di Kota Malang. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memanfaatkan kemajuan teknologi.

Ronny Ersya, pengamat ekonomi yang juga Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada mengatakan, banyak faktor menyebabkan koperasi berkurang dan ditutup. “Koperasi menyusut bukan salah siapa-siapa. Namun, perlu ada evaluasi dari masing- masing lembaga, karena era ini kita lebih percaya pada globalisasi ekonomi dan kurang percaya pada sistem ekonomi rakyat kita sendiri yang dulunya digagas oleh Bung Hatta,” ujarya kepada Nusantara.news, Sabtu (18/2/2017).

Ronny mengungkapkan sangat miris dengan kondisi koperasi  di Kota Malang yang mengalami penyusutan dan banyak yang ditutup

“Sangat miris. Banyak koperasi yang ditutup dan dibubarkan, karena koperasi sangat dibutuhkan bagi perekonomian rakyat sebsgsi upaya peningkatan produktivitas ekonomi dalam rangka menopang perekonomian nasional,” ungkap Ronny.

Ia berharap bahwa dengan kondisi seperti ini, ke depan semua stakeholder bisa bersinergi untuk mengembangkan ekonomi rakyat, ekonomi yang lebih berdikari  tidak bergantung pada asing.

“Saya berharap semua stakeholder dapat bersinergi dan menghadirkan demokrasi ekonomi, yakni ekonomi yang berakar pada kedaulatan rakyat. Selain itu pemerintah juga harus menguatkan ekonomi rakyat, bukan malah penguatan investasi asing,” tandasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here