Koperasi yang ‘Berguguran’ di Kabupaten Malang Semakin Bertambah

0
80

Nusantara.news, Malang –Kata Proklamator RI Bung Hatta, koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesia. Potensi bangunan ekonomi berbentuk koperasi memiliki nilai-nilai kebersamaan atau gotong royong karena merupakan suatu bentuk usaha bersama yang dikelola guna meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.

Kendati keberadaan koperasi banyak ditemui di pedesaan-pedesaan, namun seiring hadirnya bentuk ekonomi kapitalis, membuat begitu banyak badan usaha koperasi yang tenggelam. Padahal, sejatinya, bentuk badan usaha koperasi adalah bentuk badan usaha yang cocok serta melekat dengan ekonomi kerakyatan, sekaligus merupakan identitas ekonomi bangsa Indonesia.

Semangat berkoperasi ini pernah disampaikan oleh Founding Fathers bangsa Indonesia;  Soekarno – Hatta. Beliau mengungkapkan, identitas ekonomi Indonesia adalah Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Berdikari (Berdiri di atas kaki sendiri/Mandiri) yang terwujud dalam Koperasi. Harusnya gagasan ini dapat tetap menjadi acuan hingga hari ini, bukan malah mengikuti pasar global yang bercorak kapitalistik internasional.

Apa yang terjadi hari ini tentang perkoperasian Indonesia memang sangat menyedihkan. Banyak sudah badan usaha berbentuk koperasi yang terlantar, tidak aktif, bahkan bubar begitu saja. penyebabnya bervarian. kebanyakan salah urus administrasi, kurang inovatif, bahkan banyak pengurusnya melakukan tindak pidana korupsi. Begitu pula dengan kurang inovasinya para pengurus koperasi yang berakibat jenuhnya para anggota koperasi sehingga bentuk usaha koperasi menjadi kurang diminati anggotanya.

Di Kabupaten Malang, dari koperasi yang tercatat total 1300 koperasi, ada sekitar  300-an unit usaha koperasi dalam kondisi mengkhawatirkan. “Ada sekitar 300 (24%) koperasi dari 1.253 koperasi di Kabupaten Malang yang kondisinya sakit. Kalau pepatah bilang hidup segan mati tak mau. Koperasi seperti inilah yang akan kita tertibkan. Kita minta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menertibkan nanti,” ungkap Rendra Kresna, Bupati Malang di Pasar Legi Sumberboto,  Januari lalu.

Kini, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, ada sebanyak 1.253 koperasi yang tercatat di Kabupaten Malang hingga saat ini. Dari jumlah tersebut, ada 93 koperasi yang tidak aktif, karena tidak ada kegiatan selama setahun belakangan ini.

Menyikapi banyaknya koperasi ilegal dan tidak aktif, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang berjanji akan melakukan penertiban, dan berupaya mempertahankan agar unit-unit koperasi tersebut tetap hidup sebagai jantung ekonomi rakyat.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang Made Dewi Anggraini mengatakan, meski tidak mempunyai kewenangan untuk membekukan, namun Diskop berjanji untuk menertibkan koperasi yang dinilai bermasalah tersebut.

“Diskop intensif melakukan pembinaan kepada pelaku koperasi agar semakin maju,” ujarnya kepada wartawan.

Lebih lanjut, adanya koperasi yang dinilai bermasalah tersebut, Diskop akan melakukan pemeriksaan terkait status kelengkapan perizinan serta persyaratan administrasi yang dimiliki koperasi tersebut. “Termasuk dalam hal ini akan diperiksa status badan hukum dan Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga koperasi tersebut,” imbuh Made.

Nantinya jika koperasi tersebut tidak mampu menunjukkan bukti keabsahan atau legalitas, maka selanjutnya akan dilakukan penertiban oleh Diskop.

Selain itu, untuk beberapa koperasi yang sudah sesuai dengan kelengkapan administrasi lainnya, pihak pemkab akan menopang, dan mendorong untuk koperasi tersebut bisa stabil dan berjalan kembali.

“Perlu juga stimulus dari Pemkab guna menstabilkan koperasi sebagai jantung ekonomi rakyat ini, apabila koperasi tersebut stabil maka ekonomi rakyat juga akan stabil.” ujarnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here