Kota Kediri Terusik, Di Halaman Gereja Berserakan Kitab Suci Al Quran

0
264

Nusantara.news, Kota Kediri – Ketenangan Kota Kediri terusik. Orang tak dikenal menebar 13 kitab suci Al Quran di halaman Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Kediri Pepanthan, Kelurahan Pesantren.

Awalnya, di pagi hari anak-anak yang akan berangkat sekolah melihat ada Al Quran yang berserakan ketika melintas di sana. Mereka kemudian melapor kepada salah satu jemaat gereka yang tinggal di sekitar gereja. “Ya itu Mas, kita tidak tahu. Anak anak kecil itu lapor ke saya kalau ada kitab Al Quran di gereja, kebetulan rumah saya paling dekat,” kata Dewi Setiyorini, Rabu (01/3/2017).

Sepertinya, yang meletakkan kitab suci itu terburu-buru. “Dari ketiga belas kitab itu 12 diantaranya dalam keadaan berserakkan dan satu kitab posisinya berdiri bersandar pada pintu,” lanjutnya.

Dewi pun melaporkan kejadian itu kepada pengurus GKJW Sarmono. Selanjutnya, pengurus gereja melapor ke Polsek Pesantren. Petugas gabungan yang datang akhirnya mengamankan seluruh Al Quran itu.

Kapolsek Pesantren Kompol Sucipto mengaku, masih memintai keterangan pengurus gereja dan juga saksi. Menurutnya, ada yang sempat melihat dua orang datang ke GKJW. Mereka ditengarai adalah orang yang meletakkan belasan kitab itu.

Adapun pelaku, menurut Kapolsek, sedang dalam pengejaran. Kapolsek juga memastikan situasi di sekitar GKJW tetap kondusif. “Selama ini jemaat dan masyarakat di sekitar gereja hidup dengan baik,” tegasnya.

Forum Kerukuran Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri melalui Humasnya yakni KH. Salem mengaku, akan menindaklanjuti persoalan penyebaran kitab Alquran ini secara serius. FKUB bersama PAUB dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pesantren akan menggelar pertemuan bersama, malam nanti.

Gus War: Cegah Pembelahan antar Umat Beragama

Sementara Ulama senior Kediri yang juga Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Iskandar, meminta agar umat tidak terpancing. Ia menyatakan, hanya kepolisian yang memiliki kewenangan untuk mengusut pelaku penyebaran.

“Polisi memiliki kewenangan untuk mengusut kasus ini. Sehingga, kami meminta supaya pelaku penyebaran kitab Al quran dapat diamankan. Ini jelas melukai hati umat islam. Apalagi, Al quran tersebut diserakkan di halaman,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amin yang akrab di sapa Gus War ini

Lebih lanjut Gus War meminta agar masyarakat untuk menahan diri. “Semua harus menahan diri. Jangan sampai melakukan tindakan yang melanggar norma, semoga penyebaran Alquran di tempat ibadah umat kristen di Lingkungan Majekan, Kelurahan Pesantren ini, tidak memiliki motivasi untuk memecah belah antar umat beragama.jelasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here